
Sesampainya di rumah, Jane lalu keluar dari mobilnya dan pergi ke kamarnya untuk meletakkan barang - barang miliknya. Setelah itu Jane berbaring di ranjangnya sembari mendengarkan musik kesukaannya dan mulai berfikir. Jane merasa payah jika dia tidak berhasil mempertahankan Liam, tetapi di sisi lain dia juga merasa bahwa apakah salah jika dia membiarkan Liam untuk memilih cintanya dan bahagia bersama cintanya. Jane berfikir sembari memeluk guling yang berada di sampingnya. Jane lalu pergi menemui pak Kang yang sedang berada di depan rumah. Jane sangat akrab sekali dengan pak Kang dan menganggapnya sebagai sahabatnya walaupun usia Jane dengan pak Kang terpaut 4 tahun.
"Pak bisakah kita berbicara sebentar?"
"Baik nona."
Pak Kang lalu berjalan mengikuti Jane menuju taman belakang rumahnya. Mereka lalu duduk di kursi taman dan Jane mulai berbicara kepada pak Kang "saya sebenarnya bingung mau mulai darimana pak."
"Tidak apa - apa nona, ceritakan saja yang sejujurnya pasti saya akan selalu mendengarkan anda."
"Sejujurnya saya mulai mencintai Liam, tetapi saya juga bingung harus bagaimana. Rasanya saya ingin menahan Liam untuk pergi tetapi di sisi lain apakah saya benar jika melakukan hal semacam itu?"
"Begini nona, seseorang pernah berkata jika cinta itu ibarat sebuah medan pertempuran dan setiap orang pasti melakukan segala cara untuk mendapatkan cinta yang diinginkannya."
"Benarkah?"
"Iya nona, saya tau jika sebenarnya nona ingin menahan tuan muda untuk pergi tetapi nona takut jika anda akan dibilang egois oleh orang lain bukan?"
"Benar, tetapi saya juga takut jika saya tidak menahan Liam pergi nanti Liam akan lebih memilih dia daripada saya."
"Anda boleh merasa khawatir akan hal tersebut, tetapi percayalah jika Tuhan bisa membolak - balikkan hati manusia dan jika memang Tuan muda jodoh anda pasti dia akan kembali kepada anda nona."
Jane mengangguk "anda benar, tetapi bagaimana jika jodoh Liam adalah dia dan bukannya saya?"
Pak Kang tersenyum "cinta tidak harus selalu memilki nona, anda mungkin harus belajar ikhlas untuk melepaskannya dan membiarkan orang yang kita cintai bahagia dengan cintanya itulah arti cinta sesungguhnya yang lebih mendalam. Tetapi selama kita bisa memperjuangkan cinta kita, why not?"
"Terima kasih pak saya sudah merasa lebih baik setelah bercerita dengan anda. Tetapi bagaimana anda bisa mengetahui hal tersebut, sepertinya anda tidak mempunyai pacar sebelumnya?"
Pak Kang tertawa "pelatih tidak bermain nona."
Jane lalu memanyunkan bibirnya "anda ini menjengkelkan sekali seperti Liam, sebelas dua belas dengannya."
"Tetapi walaupun begitu anda tetap mencintai tuan muda kan?"
Jane tersenyum "iya, sifat nakal dan kekanakannya yang membuat saya jatuh cinta kepadanya."
Pak Kang merasa terheran "anda aneh sekali nona, biasanya wanita tidak suka dengan pria yang bandel dan kekanakan tetapi anda justru menyukainya."
__ADS_1
"Saya juga tidak tau kenapa bisa seperti itu pak, mungkin karena saya sudah lelah di manjakan?"
"i don't know, sepertinya tuan muda selalu membuat anda tertawa dengan tingkahnya jadi nona menjadi jatuh cinta dengannya."
"Bisa jadi. Eh menurut pak Kang, Liam bagaimana?"
Pak Kang berfikir sejenak "sepertinya lebih baik daripada Kyle, mungkin karena dia dari keluarga terhormat jadi kepribadiannya lebih baik."
"Bisa jadi."
"Saya akhirnya tau siapa teman anda yang anda katakan dahulu waktu pergi dari rumah," ucapnya sembari menaik - naikkan alisnya.
Jane terkejut "pak please jangan katakan hal itu kepada oppa, terutama appa dan eomma kalau sebenarnya aku menginap di apartemen milik Liam."
"Baiklah, rahasia nona selalu aman berada di tangan saya."
"Nah itu baru namanya best friend," ucap Jane sembari tertawa.
Mereka berdua terdiam sejenak, lalu Jane pergi mengambil handphone miliknya yang berada di kamar. Setelah itu Jane kembali ke taman belakang rumahnya lalu duduk di kursi taman. Jane kemudian memesan burger dan cola secara online atau melalui aplikasi yang berada di handphone. Sembari menunggu, Jane lalu menyandarkan tubuhnya di kursi. Jane menatap langit malam yang di penuhi oleh ribuan bintang yang bertebaran. Selain ada bintang, ternyata bulan sabit juga muncul di langit malam dan Jane terus memandangnya hingga Jane mulai teringat Liam ketika melihat bulan sabit tersebut karena liontin gelang milik Liam. Jane tersenyum ketika melihat gelang yang dia pakai.
Tiba - tiba handphone Jane berbunyi, dengan segera Jane mengangkatnya. Ternyata telepon itu dari pak Kang yang mengkonfirmasi tentang pesanan makanannya karena sudah datang. Jane lalu meminta pak Kang untuk menerimanya dan mengantarkannya ke halaman belakang, setelah itu Jane menutup teleponnya. Tidak lama kemudian pak Kang datang dengan membawa pesanan Jane lalu memberikannya kepada Jane. Lalu Jane menahan pak Kang saat dia ingin pergi dan memintanya untuk menemani di taman tersebut. Pak Kang lalu duduk di samping Jane. Setelah itu Jane memberikan satu burger dan satu cola untuk pak Kang.
"Sama - sama pak Kang."
Pak Kang lalu memakan burger tersebut "tumben sekali nona membeli burger di malam hari."
"Aku hanya sedang ingin memakannya saja kok pak."
"Atau karena hati nona sedang merasa gundah?" tanya pak Kang sedikit meledek.
"Apaan sih pak? saya hanya sedang ingin memakannya saja."
Pak Kang tertawa "saya sangat mengenal anda nona, biasanya anda tidak memakan makanan berat di malam hari jika bukan karena sedang merasa gundah."
"Benarkah?"
"Benar nona, saya tau jika nona selalu menjaga berat badan anda."
Jane lalu meletakkan burgernya "anda benar, sebaiknya saya tidak memakan ini di malam hari."
__ADS_1
"Tidak nona makanlah, ini hanya sekali jadi tidak mungkin langsung membuat berat badan anda naik."
Jane mengambil burgernya kembali "baiklah, mungkin hanya sekali saja tidak apa - apa."
"Jadi nona, apakah anda akan mengantar tuan muda di bandara besok pagi?"
"Tidak, saya ada meeting besok pagi jadi aku tidak bisa mengantarnya."
"Oh begitu, sekarang saya lihat anda sangat bersemangat untuk belajar menangani perusahaan."
"Saya hanya ingin berganti suasana saja, lama - kelamaan juga sedikit bosan jika selalu berakting di depan kamera saja."
"Anda benar, terkadang kita juga butuh melakukan sesuatu hal yang lain agar tidak merasa bosan. Lagipula anda berdiam diri dan bernafas sebentar saja anda sudah mendapat penghasilan sangat besar bahkan anda bisa membeli mobil mewah saat anda bernafas selama 5 menit."
Jane tertawa "anda bisa saja. Semua juga butuh proses untuk mencapai semua ini dan itu juga tidak mudah. Eh pak Kang."
"Ya?"
"Apa aku terlihat seperti pengangguran ketika hanya diam saja?"
"Tidak. Semua orang mengetahui anda jika anda bekerja karena anda selalu memakai pakaian dari brand mewah dan wajah anda selalu muncul di iklan - iklan produk," ucapnya sembari tertawa.
"Anda benar. Aku jadi penasaran dengan Liam apakah dia juga bisa membeli mobil mewah hanya dengan berdiam diri dan bernafas selama 5 menit seperti ku?"
"Mungkin saja nona, bukankah tuan muda juga sangat kaya seperti anda?"
"Benar dia lebih kaya, tetapi Liam tidak terlihat jika dia sangat kaya bahkan dari keluarga kaya karena dia selalu berbohong kepada teman - temannya."
"Benarkah, kenapa begitu?"
"Aku juga tidak tau yang sebenarnya kenapa dia seperti itu dan aku mengetahuinya dari teman dekatnya. Tetapi dia sepertinya menghabiskan sebagian uangnya hanya untuk vidio game bahkan dia membeli 4 nitendo sekaligus."
"Untuk apa 4 nitendo?"
"Dia meletakannya di setiap tempat yang dia kunjungi seperti di rumah, apartement, dan di dalam 2 mobilnya."
"Oh begitu. Selagi banyak uang, mereka bebas melakukan apa saja yang dia sukai."
"Anda benar."
__ADS_1