Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #315


__ADS_3

Liam langsung memeluk Jane saat Jane baru saja membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuknya itu. Liam juga selalu mengusap perut Jane saat malam hari dan itu sudah menjadi rutinitas barunya sebelum tidur. Rasanya sangat bahagia setiap mengusap perut Jane serta bisa berinteraksi dengan janin yang dikandung oleh Jane alias calon anaknya. Beberapa hari kemudian Liam sedang berolahraga di ruangan gym pribadinya sembari mendengarkan musik favoritenya. Hari ini adalah hari Sabtu, jadi karena Liam libur, Liam sering kali berolahraga di hari tersebut. Saat ini Liam sedang berlari di treadmill untuk gantian melatih otot kakinya karena dia sudah bosan jika terus menerus melatih otot lengannya dengan mengangkat berbel, sedangkan Jane sedang berjalan - jalan santai di halaman depan rumahnya sembari melihat semua ikan koi peliharaan suaminya berenang di dalam aquarium pagar.


Walaupun terlihat seperti tidak akan ada yang membahayakan Jane, tetapi Pak Kang akan tetap selalu berjaga untuk mengawasi Jane dari pos satpam. Tidak lupa Jane juga memberi makan semua ikan tersebut sembari bersenandung ria. Jane lalu mengusap perutnya sembari melihat ikan - ikan tersebut berenang kesana kemari agar mendapatkan makanannya serta saling berebut makanan satu sama lain. Hampir saja Jane terjatuh karena kehilangan keseimbangannya saat berdiri, dan untung saja ada Pak Kang yang langsung memegangi Jane agar tidak terjatuh serta tangan Jane juga langsung refleks memegang bahu Pak Kang.


Jane tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika dia tadi benar - benar terjatuh hingga mengakibatkan kandungannya bermasalah. Jane dan juga Pak Kang langsung bernafas dengan lega setelah memastikan semuanya baik - baik saja serta aman. Tiba - tiba saja terdengar suara klakson mobil dari depan pintu pagar rumahnya dan dengan cepat pak satpam membukanya setelah mengenali nomor plat mobil itu. Mobil tersebut lalu masuk ke halaman rumah Liam dan berhenti di halaman itu untuk parkir. Jane lalu menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang datang ke rumahnya, ternyata yang datang adalah grandpa serta grandma Liam. Jane langsung berjalan dengan cepat untuk menemui grandpa serta grandma yang jauh - jauh datang dari Australia.


"Grandma!" teriak Jane sembari berjalan menghampirinya.


"Eh hati - hati saja jalannya sayang," ucap grandma memberitahu Jane.


Grandma langsung memeluk Jane.


"Bagaimana kabarmu sayang?"


"Baik grandma," jawabnya merasa bahagia.


"Syukurlah jika seperti itu."


"Hai grandpa," sapa Jane.


"Hai Jane, pipimu semakin menggemaskan saja hahaha."


"Akhir - akhir ini sepertinya aku lebih banyak makan grandpa."


"Wah begitu rupanya? justru tidak apa - apa banyak makan agar kebutuhan nutrisi untuk janinmu tercukupi, asalkan makan - makanan yang bergizi tinggi."


"Iya grandpa. Mmm kenapa tidak mengabari Jane terlebih dahulu jika kalian berdua akan kemari? aku kan bisa bersiap - siap jika kalian berdua akan kemari."


"Justru itu kami berdua tidak mengabarimu agar kamu tidak sibuk mempersiapkan segala sesuatu ketika kami berdua kemari," ucap grandma.


"Benar yang dikatakan oleh grandma kamu, kami berdua hanya tidak ingin kamu merasa lelah saja Jane."


"Kalau begitu mari masuk grandpa, grandma."


"Oh ya mari."


Grandma lalu berjalan secara perlahan sembari memegangi Jane.


"Liam kemana? kok tadi bersama Pak Kang?" tanya grandpa.


"Liam sedang berolahraga di dalam grandpa."

__ADS_1


"Oh begitu rupanya."


"Welcome to our home," ucap Jane dengan perasaan yang bahagia.


"Wah ini pertama kalinya grandma mengunjungi rumah kalian berdua, bukankah begitu hon?"


"Benar hon dahulu saat kita ke Indonesia, kita belum sempat mampir ke rumahnya Liam dengan Jane."


"Iya hon, sekarang aku sudah tidak merasa penasaran lagi dengan rumahnya cucu kita."


"Silahkan duduk grandpa, grandma."


"Terima kasih Jane."


"Aku panggilkan Liam sebentar."


"Iya Jane, hati - hati ya jalannya."


"Okay grandma."


Jane kemudian berjalan dengan hati - hati untuk memanggil Liam di ruangan gym pribadinya, sedangkan grandpa berbincang sebentar dengan grandma di ruang tengah. Tiba - tiba saja pandangan mata grandpa tertuju pada sebuah bingkai foto yang ukurannya lumayan besar serta terpajang di atas televisi mereka. Sebuah foto pernikahan Liam dengan Jane yang masih mengenakan pakaian pengantin serta memperlihatkan auranya yang sangat bahagia pada saat itu. Grandma lalu berjalan mendekati tangga rumah tersebut untuk mengamati beberapa bingkai foto yang tersusun dengan rapi di tembok dekat tangga.


"Silahkan dinikmati grandpa, grandma."


"Terima kasih ya Liam," ucap Grandma.


"Sama - sama grandma."


"Nah begitu dong Liam sekali - kali membantu Jane," ucap grandpa mengacungi kedua jempolnya kepada cucunya itu.


"Liam selalu membantu Jane kok grandpa, bahkan dia selalu memasakkan Jane makanan yang sehat dan bergizi juga agar janin yang di dalam kandungan Jane selalu sehat."


"Wah bagus itu Liam."


"Hehe iya grandpa," ucap Liam menggaruk rambutnya.


"Mari silahkan dinikmati," ucap Jane tersenyum.


"Iya Jane."


"Oh ya grandma masih ingat Ricko sahabat dekat Liam tidak?" tanya Liam.

__ADS_1


"Ricko yang tubuhnya tinggi serta kurus itu? yang setiap kamu bertemu dengannya pasti kamu selalu menempel kepadanya itu bukan?" tanya Grandma mencoba mengingat - ingat kembali.


"Nah iya."


"Memangnya Ricko kenapa?" tanya grandpa.


"Ricko sekarang sudah mempunyai seorang anak, mungkin sudah sekitar semingguan ini anaknya lahir."


"Benarkah?"


"Iya grandma, dahulu usia kandungannya selisih sekitar 5 bulan an dengan Jane."


"Wah kalau begitu sampaikan ucapan selamat dari kita berdua untuknya jika kamu bertemu dengannya."


"Siap grandma."


Grandpa menyeruput secangkir teh hangat serta memakan camilan yang disediakan oleh Liam.


"Berarti usia kandungan Jane sekitar 4 bulan?"


"Benar grandpa," jawab Jane.


"Kalau begitu Liam, kamu harus semakin ekstra hati - hati menjaga Jane serta jangan biarkan Jane merasa kelelahan."


"Baik grandpa."


"Masih sering merasa mual tidak Jane?"


"Terkadang masih merasa mual grandma."


"Jane ini menjadi sangat sensitif terhadap bau jadi dua kali sehari harus membuang semua sampah di tempat sampah serta menyemprotkan pewangi ruangan agar dia tidak merasa mual."


"Pasti karena itu kamu jadi sering mandi kan Liam?" tanya grandpa bercanda.


"Tentu saja grandpa, biasanya saat hari libur aku hanya mandi sehari sekali eh sekarang harus mandi dua kali sehari."


Grandpa dan grandma langsung tertawa.


"Ya tidak apa - apa semoga saja kamu jadi terbiasa mandi dua kali sehari walaupun saat sedang libur," ucap grandma.


"Iya."

__ADS_1


__ADS_2