Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #157


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian Liam masih terbaring lemas di ranjang rumah sakit dan tidak sadarkan diri karena kata dokter dia sedang mengalami koma. Hal itu membuat Mrs Robinson menjadi tidak berselera makan melihat keadaan putranya tersebut bahkan Mr Robinson sampai harus memaksa istrinya itu untuk makan walaupun hanya sesendok atau dua sendok saja. Mr Robinson menjadi jarang pergi ke kantor karena menunggu Liam dan menjaga istrinya itu, tapi jika ada meeting penting Mr Robinson baru bisa pergi ke kantor lalu setelah itu dia pulang ke rumah sakit. Begitupun juga Rosie yang setelah pulang kuliah dia langsung pergi ke rumah sakit untuk menemui kakak tersayangnya. Dia juga terkadang berbincang dengan Liam yang tengah koma tersebut karena menurutnya walaupun saat ini mata Liam terpejam dan tidak merespond ucapan Rosie namun dia masih bisa mendengar semua ucapan dirinya saat ini.


Terkadang di akhir pembicaraan Rosie meneteskan air matanya karena kakaknya tersebut hanya diam membisu tidak seperti biasanya saat dirinya mengeluh mengenai urusan kuliahnya, biasanya Liam selalu menasehati Rosie sembari mengusap kepalanya agar Rosie tetap semangat menyelesaikan kuliahnya. Dari dulu Liam melakukan hal tersebut karena Liam ingin jika adik tersayangnya itu bisa mendapatkan gelar sarjana sesuai jurusan yang dia ambil dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Teman - teman sepermainan Liam juga sering datang ke rumah sakit untuk mengunjungi Liam dan selalu berharap jika Liam bisa kembali pulih seperti sedia kala sehingga mereka bisa bermain game bersama kembali. Teman - teman Liam juga selalu membawakan makanan untuk orang tua Liam dan adiknya sebagai buah tangan.


Rosie yang sepulang dari kampusnya langsung menuju ruangan Liam "hari ini sangat melelahkan sekali karena aku harus belajar untuk ujian minggu - minggu ini jadi jangan marah kepadaku jika aku tidak bisa sering mengunjungimu seperti biasanya, hei kenapa kamu diam saja Liam? biasanya kamu selalu mengomeliku jika aku terlalu banyak mengeluh mengenai kuliahku, dan kamu juga selalu berkata kepadaku jika kamu ingin melihatku menggunakan baju toga di hari kelulusanku sehingga aku harus belajar dengan keras untuk menyelesaikan kuliahku."


Rosie kemudian meletakkan kepalanya di ranjang milik Liam dan mulai meneteskan air matanya "bagunlah! kalau kamu tidak bangun lalu siapa yang akan menjagaku? kakak tertua yang seharusnya menjaga kita berdua sudah pergi entah kemana saat kita membutuhkan dia. Kumohon bangunlah dan berhentilah menjadi seperti seekor beruang yang melakukan hibernasi di musim dingin, aku janji akan mentraktirmu ice cream terenak di dunia jika kamu bangun dari tidur panjangmu."


"Eh ternyata ada Rosie disini," ucap Ricko memasuki ruangan Liam.


"Ya begitulah."


"Aku fikir kamu masih berada di kampus saat ini karena Chicko berkata jika dia masih berada di kampus untuk belajar."


"Ah anak itu rupanya sudah mulai giat belajar rupanya," ucap Rosie terkekeh.


"Sepertinya ayahnya menjanjikan dia sesuatu agar semangat untuk belajar menghadapi ujian," ucap Dio yang tiba - tiba muncul di hadapan mereka berdua.


Rosie mengangguk - anggukkan kepalanya "baru kali ini aku setuju dengan Dio."


"Yah kamu tau sendiri lah dia itu bagaimana."


"Ya, bahkan aku sudah terlalu hafal dengan jalan fikirannya."


"Oh ya ini ada kue untukmu makanlah karena aku tau jika kamu belum makan setelah pulang kuliah," ucap Ricko sembari memberikan bingkisan kue kepada Rosie.

__ADS_1


"Terima kasih."


"Sama - sama, dan semangat untuk ujiannya."


"Okay."


Ricko lalu mendekati ranjang Liam "hei bro cepat bangun karena adikmu itu butuh ucapan semangat darimu saat dia sedang mengikuti ujian di kampusnya seperti biasa yang kamu ucapkan untuknya dulu."


"Iya nih, apa kamu tidak takut jika pacarmu itu akan menjadi milik orang lain jika kamu tidur terlalu lama disini?"


"Semua orang sayang kepadamu, jadi cepatlah sadar dan pulih seperti sedia kala agar kita bisa bermain game lagi atau bermain skateboard bersama."


"Iya benar, jadi berjuanglah dan cepatlah bangun."


"Benar, katanya jagoan tetapi kenapa kamu sekarang justru terbaring lemah di ranjang rumah sakit seperti ini?"


Ricko laku menepuk punggung Dio "eh si anjir, kamu ini sebenarnya mengejek atau bagaimana sih?"


"Ya kan aku niatnya menyemangati saja agar Liam cepat bangun dan sembuh."


"Dasar tidak jelas."


"Kamu yang tidak jelas."


"Cepat bagun Li, dan pukullah Dio hingga babak belur karena telah berani mengejekmu."

__ADS_1


"Babi! Li katanya kamu juga ingin memperkenalkan pacarmu itu yang kecantikannya melebihi Dewi Aphrodite dan ingin menikahinya."


"Benar apa yang dikatakan oleh Dio, jadi cepatlah siuman."


Beberapa bulan kemudian dan tepat tiga hari menjelang ulang tahun Jane, Liam masih saja terbaring koma di rumah sakit. Keluarga Kim belum mengetahui bahwa Liam mengalami kecelakaan dan sekarang terbaring koma di rumah sakit. Pada pagi itu senyum cerah terlukis di bibirnya menunggu kedatangan Liam ke Korea Selatan untuk meresmikan pertunangan mereka berdua di hari ulang tahun Jane, apalagi Jane juga sudah menyelesaikan semua kegiatan syuting serta promosi film drama yang dibintanginya. Namun saat ditunggu - tunggu Liam belum kunjung datang ke rumahnya. Karena melihat wajah adiknya yang terus menerus gelisah Josh kemudian memutuskan untuk terbang ke Indonesia menjemput Liam. Josh langsung menuju kediaman keluarga Robinson sesampainya dia di Indonesia. Saat sesampainya di sama Josh diberitahu oleh bibi bahwa Liam mengalami kecelakaan dan masih koma sampai saat ini. Mendengar hal tersebut Josh langsung pergi menuju rumah sakit untuk mengetahui kondisi Liam saat ini, dan dia langsung mencari ruangan Liam sesampainya di rumah sakit.


"Josh!!" panggil seseorang dari belakang.


Josh langsung menoleh ke belakang "om kenapa Liam bisa seperti ini."


"Mari masuk dulu, aku akan menceritakannya kepadamu."


Josh masuk ke dalam ruangan Liam dan begitu terkejut melihat kondisi Liam yang lemah terbaring di ranjang rumah sakit dengan kepala yang dibalut perban. Mr Robinson langsung menceritakan semua yang terjadi kepada Liam dan mengambil tangan kanan Josh "Liam menitipkan ini kepadaku untuk kamu berikan kepada Jane, dia juga meminta maaf karena tidak bisa menepati janjinya kepada Jane."


Josh lalu melihat gelang berliontin bulan yang digenggamnya "sebenarnya saya kemari untuk menjemput Liam karena Jane yang terus saja gelisah menunggu Liam menghampirinya di Korea."


Mr Robinson menghela nafasnya "ah begitu rupanya, om meminta maaf atas nama Liam karena dia tidak bisa menghampirinya ke Korea Selatan serta menepati janjinya."


"Tidak masalah om lagipula ini sudah kehendak Tuhan, saya turut prihatin dan semoga Liam segera pulih."


"Iya Josh terima kasih, aku tinggal sebentar."


"Baik om."


Josh kemudian duduk di samping ranjang Liam dan menatap wajahnya "Li, maaf jika baru kali ini aku bisa menjengukmu saat kamu sedang terbaring di rumah sakit. Aku tidak tau rencana apa yang kamu buat dengan adikku serta janji apa yang kamu janjikan kepada adikku sebelum ini semua terjadi, tapi yang aku tau pasti rencana ini sangat berarti untukmu maupun Jane kedepannya jadi cepatlah sembuh dan wujudkanlah rencana kalian berdua."

__ADS_1


__ADS_2