Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #208


__ADS_3

*Tinn!! Tinn!!* Liam mengklakson orang - orang yang menghalangi jalannya. Semua orang langsung menyingkir dari jalan dan Liam mulai mengendarai mobil c*vic turbo warna biru miliknya menuju ke sebuah restaurant untuk makan siang. Saat berada ditengah perjalanan tiba - tiba Rosie berkata kepada Liam bahwa dia sedang ingin makan mie ramen, dan setelah mendengar keinginan adiknya itu Liam lalu bertanya kepada istrinya apakah dia setuju jika hari ini mereka akan makan siang di restaurant Jepang. Jane langsung menyetujuinya dan Liam langsung menuju ke sebuah restaurant Jepang. Sekarang Liam tidak bisa langsung menuruti keinginan adiknya itu jika ada istrinya, karena bagaimanapun Liam harus mempertimbangkan pendapat istrinya itu dan harus bisa bersikap adil dengan keduanya. Jika tidak maka mereka berdua akan bertengkar seperti saat di pasar malam waktu itu, dan itu membuat perasaan Liam menjadi tidak enak. Liam lalu memarkirkan mobilnya begitu dia sampai di restaurant tersebut, dan langsung menggandeng tangan Jane saat memasuki restaurant.


Liam membiarkan Rosie memilih terlebih dahulu menu apa yang ingin dia pesan, dan baru dirinya yang paling akhir memesan. Sembari menunggu pesanannya selesai dimasak, mereka berdua lalu mendengar Rosie bercerita mengenai teman - temannya itu yang selalu menjodohkan dirinya dengan Chicko padahal Rosie hanya menganggapnya sebagai teman dekatnya saja. Liam hanya tertawa kecil ketika memperhatikan adiknya tersebut yang menyangkal bahwa tidak ada apa - apa diantara dia dengan Chicko. Padahal semuanya sudah jelas bahwa sebenarnya ada apa - apa diantara mereka berdua setelah Liam melihat postingan adiknya di instamili saat dia berfoto bersama dengan Chicko, jika mereka berdua belum lama ini pergi berkencan di bioskop dan terlihat sangat dekat sekali. Namun Liam hanya mengiyakan saja ucapan adiknya tersebut serta berpura - pura bodoh agar adiknya itu tidak marah - marah kepadanya. Pesanan mereka sudah datang dan waiters langsung menyajikannya di atas meja. Mereka bertiga lalu menyantapnya sembari berbincang, dan kali ini Liam yang bercerita mengenai pengalaman liburan honeymoonnya bersama dengan Jane di berbagai negara, mulai dari Paris, Swiss, Santorini (Yunani), Hawaii.


"Liam auranya terlihat sangat berbeda setelah honeymoon," ucap Rosie sembari mencubit pipi Liam.


"Ihh sakit!!"


Rosie tertawa "hahaha, auramu terlihat lebih bagus serta wajahmu terlihat lebih segar dan tidak sesuram dahulu sebelum menikah."


"Dasar mengada - ngada."


"Aku tidak mengada - ngada Liam, benar kan eonni?" tanya Rosie menatap Jane.


"Kamu benar Rosie hehe."


"Kamu apakan sih eonni, sampai Liam menjadi seperti ini sekarang?"


Jane berfikir sejenak "mmmm apa ya? mungkin aku hujani dia dengan cinta dan kasih sayang."


"Wahh hebat eonni," puji Rosie.


"Sudah ayo kita pulang!" ajak Liam.


"Ya sudah ayo, lagipula nanti aku ada kerja kelompok dengan teman - temanku."


"Dimana?"


"Di rumah, bolehkan Li?" tanyanya memastikan.


"Kenapa tanya aku? itukan bukan rumahku."


"Tetapi kata daddy apa - apa harus bertanya atau meminta persetujuan Liam jika daddy sedang tidak ada dirumah."


"Oh begitu."


"Jadi bagimana Li?"

__ADS_1


"Iya boleh, tetapi jangan ribut."


"Iya Liam. Eh nanti setelah ini kalian akan pulang ke rumah kalian sendiri?"


"Tidak karena Jane masih ingin bertemu dengan mommy, jadi aku menyempatkan untuk menjemputmu ke kampus sekalian pulang bersama."


"Oh begitu."


Sekitar 45 menit kemudian mereka bertiga telah sampai di kediaman keluarga Robinson alias rumah utama Liam. Dengan senyum sumringahnya Mrs Robinson menyambut mereka bertiga pulang ke rumah.


"Putra dan menantu mommy sudah pulang dari honeymoon, bagiamana? menyenangkan bukan?"


"Mmphh kenapa mommy hanya menyambut mereka berdua saja," ucap Rosie protes.


Mrs Robinson lalu mencubit pipi Rosie "nah kalau putri mommy bagaimana harinya saat dikampus tadi?"


"Tidak menyenangkan."


"Memangnya kenapa sayang?"


"Katanya Rosie dijodoh - jodohkan dengan Chicko oleh teman - temannya setelah mereka melihat postingan Rosie di instamili saat mereka berdua sedang berkencan di bioskop," ucap Liam kepada Mrs Robinson.


"Masa? bukankah Chicko sudah lama menyukaimu ya?" ucap Liam mengejek.


"Tidak tau dan tidak mau tau," ucap Rosie ketus.


Mrs Robinson lalu mencubit perut Liam "ssttt sudah, nanti adik kamu marah jika kamu mengejeknya terus."


Liam tertawa "hahaha tidak apa - apa mom. Ululu jangan mengambek seperti itu dong nanti Chicko menjadi tidak suka kepadamu lho."


"Bodo amat!!"


"Haiss sudah Li, kamu ini selalu saja begitu."


"Iya mom, iya."


"Ayo ajak istrimu untuk ke kamarmu dulu untuk istirahat, dan Rosie ganti baju dulu sayang."

__ADS_1


"Iya mom." Rosie lalu pergi ke kamarnya, sedangkan Liam dengan Jane juga pergi ke kamarnya juga.


Sesampainya di kamar Liam langsung membaringkan tubuhnya "ahhh aku sangat menyukainya."


"Menyukai apa?" tanya Jane.


"Menyukai tidur, apalagi jika ditemani olehmu hehe."


Jane menggelengkan kepalanya "kamu ini, selalu saja seperti itu."


"Kemari Jane!"


"Iya sebentar hubby, aku mau ke kamar mandi."


"Ya sudah, cepat!!"


"Iya."


Jane pergi ke kamar mandi sebentar, dan tidak lama kemudian dia langsung menghampiri Liam begitu dia selesai dari kamar mandi. Liam memeluknya sembari memperhatikan kalung yang dipakai oleh Jane dan liontin tersebut berinisial namanya, yaitu J. Liam memilih kalung tersebut karena dia menyukainya pada pandangan pertama saat memilih seserahan untuk pernikahannya, apapun suatu barang yang menjadi pandangan pertamanya pasti Liam akan langsung membelinya tanpa berfikir panjang. Jane memainkan rambut suaminya itu sembari sesekali menciumi rambutnya yang harum itu. Tidak terasa lama - kelamaan Liam sudah tertidur lelap dan bahkan sampai mendengkur. Jane lalu menarik selimutnya untuk menyelimuti Liam, dan setelah itu dia turun ke bawah menemui Mrs Robinson. Sesampainya di bawah dia melihat bahwa sudah ada Rosie serta teman - temannya yang sedang belajar kelompok. Jane lalu menghampiri Rosie untuk bertanya tentang keberadaan Mrs Robinson, dan setelah itu dia pergi mencari di tempat yang dikatakan oleh Rosie.


"Wah ternyata Jane Kim itu kakak iparmu ya?" tanya salah satu teman Rosie.


"Iya," jawab Rosie singkat.


"Aku tidak menyangkanya jika kakakmu itu bisa mendapatkan hati seorang Jane Kim, aku fikir dia akan menikah dengan kekasihnya yang urakan itu."


"Siapa?" tanya Rosie.


"Kyle, dia itu pria yang brengsek."


"Benar, padahal dia sudah mendapatkan hati kakakmu itu dan menjalani hubungan dengannya selama kurang lebih 2 tahunan namun ternyata dia malah selingkuh."


Rosie terkejut "benarkah? kalian tahu darimana?"


"Kami kan sudah lama mengidolakannya, jadi otomatis kami juga mengetahui tentangnya termasuk desas desus bahwa sebenarnya orang tua Jane itu tidak merestui hubungan Jane dengan Kyle."


"Aku malah tidak mengetahui kabar tersebut, dan aku fikir hubungan eonni dengan pacarnya baik - baik saja sampai aku menyadari bahwa dia tiba - tiba sangat dekat dengan kakakku."

__ADS_1


"Tapi syukurlah jika akhirnya dia menikah dengan kakakmu dan bukannya dengan Kyle yang brengsek itu."


"Iya benar," ucap temannya yang lain.


__ADS_2