Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #391


__ADS_3

Setelah itu mereka berdua berjalan menuju ke kamarnya untuk bersiap tidur, akan tetapi tiba - tiba saja Liam menggendong Jane ala bridal dan langsung membawanya ke kamar sembari berciuman. Liam kemudian menidurkan Jane di atas ranjang begitu dia sampai di kamarnya, lalu Liam kembali menciumi Jane hingga turun ke lehernya. Seperti biasa Liam pasti akan membuat tanda daerah kekuasaannya di leher Jane. 1 jam kemudian mereka berdua sudah tertidur lelap sembari saling berpelukan masing - masing.


Keesokan harinya saat terbangun dari tidurnya, Jane langsung memunguti pakaian Liam dan juga dirinya. Jane langsung memasukkannya ke dalam keranjang laundry dan setelah itu dia pergi mandi. Karena hari ini adalah hari Minggu, Jane kemudian mencuci baju - baju kotor karena cuacanya sudah mulai panas. Namum belum selesai mencuci baju tiba - tiba saja hujan kembali mengguyur di sekitaran desa mereka berdua, sehingga membuat Jane menghela nafasnya kasar karena memikirkan nasib cuciannya yang masih basah.


Jane kemudian mengeluarkan semua pakaian yang sudah selesai dicuci lalu setelah itu dia mengeringkannya dengan menggunakan mesin pengering, dan barulah dikeringkan dengan mesin tumbler laundry. Jane meninggalkan mesin itu dengan keadaan masih menyala, dan setelah itu dia sarapan sendiri sembari menunggu semua pakaiannya kering. 10 menit kemudian Jane lalu mematikan mesin tersebut dan langsung mengeluarkan semua pakaiannya yang masih panas untuk di angin - anginkan di rooftop rumahnya.


Setelah itu dia mengurus baby Ace yang sudah terbangun sejak tadi, dan untung saja baby Ace tidak rewel saat bangun tidur jadi Jane tidak begitu pusing. Jane menimang - nimang baby Ace sembari memberinya susu karena baby ace terlihat sangat lapar. Setelah itu Jane membawa baby Ace ke kamarnya.


"Good morning daddy," ucap Jane mencium pipi Liam.


"Nggg kenapa sayang? kamu butuh bantuan?" tanya Liam saat membuka matanya.


"Tolong jaga baby Ace sebentar, aku ingin buang air besar."


"Oh okay sayang."


Setelah meletakkan baby Ace di samping Liam, Jane langsung pergi ke kamar mandi.


"Utututu jagoan daddy sudah bangun ternyata, sudah minum susu belum?"


Baby Ace terus menatap Liam yang sedang menimangnya, dan sesekali Liam juga hampir ketiduran saat baby Ace sedang ingin mengajaknya bermain. Tidak lama kemudian Jane kembali menghampiri mereka berdua dan langsung berbaring di samping baby Ace.


"Hujan lagi ya sayang?" tanya Liam sembari menoel - noel perut gembul baby Ace.


"Hufftt iya hubby, kalau seperti ini terus setiap pagi aku jadi tidak bisa menjemur pakaian apalagi menjemur baby Ace."


"Iya sih benar juga, mudah - mudahan saja tidak seperti ini terus."


"Aminn, aku ingin hujannya itu disaat malam hari saja dan jangan di pagi hari."


"Kenapa begitu sayang?" tanya Liam menggoda Jane.


"Ya tidak apa - apa, agar tidurnya lebih nyenyak saat hujannya malam hari."


"Oh begitu. Jika membeli baju untuk baby Ace, tolong belilah baju yang hangat seperti sweater ataupun Jacket agar baby Ace tidak merasa kedinginan."


"Iya sayang, lagipula waktu itu aku juga membeli beberapa sweater yang lucu - lucu untuk baby Ace."


"Oh begitu, baguslah."


Jane lalu mencium baby Ace.


"Ututu anak eomma yang paling tampan dan juga menggemaskan."


"Ace juga anakku," ucap Liam protes.


"Iya hubby hahaha."

__ADS_1


*Oek oek oek.* Baby Ace menangis.


"Sepertinya dia kembali lapar sayang," ucap Liam ikut menenangkan baby Ace.


"Benar hubby, aku akan memberikannya susu."


"Aku ingin kembali tidur Jane."


"Ya sudah tidur saja, tadi aku membangunkan kamu karena tidak ada yang menjaga baby Ace saat aku meninggalkannya ke kamar mandi."


"Oh begitu. Aku lihat kamu akhir - akhir ini merasa sangat kerepotan, apa kamu tidak ingin menyewa pengasuh bayi saja?"


"Tidak hubby, sampai kapanpun aku ingin tetap mengurus anakku sendiri tanpa pengasuh bayi."


"Oh baiklah, aku fikir kamu merasa sangat kewalahan menghadapi baby Ace."


"Ya kadang aku memang kewalahan mengurus baby Ace namun rasanya sangat menyenangkan sekali dapat mengurus anak kita sendiri, dan juga perkembangannya."


"Kamu benar, hal - hal seperti inilah yang akan kita rindukan di masa depan saat anak kita sudah beranjak dewasa."


"Benar hubby."


"Sudahlah mari kita kembali tidur saja," ucap Liam yang ganti posisi menjadi tengkurap.


"Tapi aku sudah mandi."


Mendengar hal tersebut Jane langsung mencubit pinggang Liam.


"Ihhh kamu ini sangat menyebalkan sekali," ucap Jane geram.


Liam yang merasa kesakitan langsung menggeliat saat dicubit oleh Jane, hingga tadinya bagian bawah yang tertutup selimut langsung terlihat. Seketika Jane langsung menutup matanya dan juga mata baby Ace agar tidak ternodai.


"Ck astaga hubby, dasar tidak tahu malu."


"Apa?" tanya Liam polos.


"Nagamu ditutup, nanti baby Ace matanya ternodai."


Liam langsung melihat ke bawah, dan menutupnya kembali dengan menggunakan selimut.


"Iya sudah."


"Ckckck dasar."


"Ini semua juga salahmu, karena telah mencubit pinggangku."


"Iya maaf," ucap Jane malas.

__ADS_1


"Mie instan dan tteokboki semalam enak, nanti kita buat lagi."


"Tidak boleh, semalam sudah makan mie masa makan mie lagi."


"Ya tidak apa - apa, memangnya kenapa?"


"Tidak sehat, nanti aku akan memasakkan kamu makanan kesukaanmu saja."


"Memangnya apa makanan kesukaanku?"


"Ayam."


"Salah, makanan kesukaanku mie jadi kamu harus masak mie."


Jane langsung bersiap untuk mencubit Liam kembali namun Liam berhasil menghindar.


"Hahaha aku selangkah lebih maju darimu," ucap Liam mengejek Jane.


Jane langsung mengambil sandalnya dan berlari mengejar Liam.


"Sini kamu Liam, dasar orang gila yang tak tahu malu."


*Plakkk!!"


Sandal tersebut berhasil mendarat di punggung Liam dengan sempurna hingga memberikan bekas merah di punggungnya.


"Aduh sakit," ucap Liam meringis kesakitan.


"Makanya jangan nakal, sudah mandi saja sana dan pakai baju yang benar!!"


"I-iya Jane."


Liam lalu melangkah ke kamar mandi sembari mengusap punggungnya yang masih terasa sakit karena dilempar sandal oleh Jane. Liam kemudian menyalakan kran shower, dan membiarkan air itu menetes secara perlahan hingga membasahi seluruh tubuhnya.


*Zhrasss.*


Liam lalu bersiul sembari menggosok tubuhnya dengan sabun, dan tidak lama kemudian Liam menghampiri Jane yang sedang memasak di dapur. Aroma masakan Jane sangat harum sekali hingga wanginya tercium sampai tangga rumahnya. Sedari tadi masih saja terdengar suara rintikan hujan, dan ditambah dengan udaranya yang semakin dingin.


"Eh hubby, duduk dulu karena sebentar lagi masakannya sudah jadi."


"Iya sayang."


"Tumben hari ini memakai hoddie, biasanya memakai kaos oblong."


"Cuacanya lumayan dingin, aku takut terkena flu jika terus memakai kaos oblong."


"Oh begitu."

__ADS_1


__ADS_2