
Jane hanya mengangguk lalu pergi ke kamar mandi, sedangkan Liam pergi ke kamarnya untuk membersihkan badannya kemudian dia pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam lalu memberi makan Kiko. Setelah itu Liam meminum teh yang dia buat sembari menelepon mommy nya jika sepertinya dia tidak akan pulang ke rumah utama hari ini karena sedang ada urusan. 1 jam kemudian Jane tidak kunjung datang menghampiri meja makan. Liam yang merasa khawatir kemudian memutuskan untuk menghampiri kamar Jane. Saat di kamar Jane, hanya terdengar suara gemercik air yang turun dari shower kamar mandi. Liam memanggil Jane tetapi tidak ada balasan dari kamar mandi, yang membuat Liam memutuskan untuk membuka pintu kamar mandi tersebut.
Ternyata pintu tersebut terkunci dan dengan terpaksa Liam mendobrak pintu kamar mandi itu juga. Betapa terkejutnya Liam karena Jane hanya terduduk di bawah shower sembari menangis tersedu - sedu. Liam kemudian mematikan shower tersebut dan mengambil sebuah handuk. Lalu Liam menghampiri Jane dan memakai kan handuk tersebut di tubuh Jane agar tidak merasa kedinginan. Jane hanya menangis dan tidak berbicara sepatah kata pun terhadap Liam, lalu Liam mengangkat tubuh Jane yang basah kuyup dan diselimuti oleh handuk tersebut ke sofa yang berada di kamar Jane.
Liam berjongkok di depan Jane sembari mengeringkan wajah serta rambut Jane "hei come on, jangan seperti ini."
Jane hanya diam dan tidak menjawab ucapan Liam. Hal tersebut membuat Liam sedikit frustasi, tetapi Liam bersikap tenang agar tidak menimbulkan hal yang lebih parah. Liam kemudian berjalan mengambil sepasang piyama milik Jane lalu meminta Jane untuk mengganti pakaiannya dan kemudian Liam pergi menuju dapur. Setelah selesai mengganti baju nya, Jane pergi ke dapur dan hanya duduk diam tanpa mengucapkan sepatah katapun seperti bukan dia yang biasanya selalu mengoceh setiap bersama dengan Liam. Melihat Jane hanya tertunduk tidak memakan makanannya dan memainkan sendoknya, kemudian Liam mengambil piring milik Jane lalu Liam hendak menyuapinya tetapi ditolak oleh Jane.
"Ayo makan, nanti kalau kamu tidak makan kamu akan sakit."
(Jane menggelengkan kepalanya) "Aku tidak lapar."
(Mengarahkan sedok ke mulut Jane) "hei jangan begitu. Buka mulutmu, kamu akan sakit jika tidak makan."
Akhirnya Jane mau membuka mulutnya dan Liam menyuapi makanan ke mulut Jane. Liam juga berusaha menghibur Jane dengan cerita komedi yang pernah dia baca di instamili dan terkadang dia juga memberikan teka teki komedi yang pernah dia dengar agar Jane bisa tertawa.
Masih sembari menyuapi Jane "kamu tau tidak transportasi apa yang imut?"
"Tidak, memangnya transportasi apa?"
"Kereta api."
Jane bertanya dengan rasa penasaran "kenapa bisa kereta api?"
"Karena, naik kereta api cute cute cute."
Mereka berdua tertawa bersama, dan Liam kembali menyuapi makanan ke mulut Jane. Tadi yang hanya diam seribu bahasa, menjadi tertawa lepas karena teka teki yang dibuatnya, Liam dibuat gemas karena Jane seperti anak kecil yang tadinya nangis terus tiba - tiba tertawa dengan lepas. Liam lalu mencubit pipi chubby Jane ketika dia sedang mengunyah makanannya. Bagi Liam, dia seperti sedang merawat anak kecil yang menggemaskan dan bukan seperti merawat wanita dewasa yang jutek seperti kucing garong.
Liam tersenyum lalu mencubit pipi Jane kembali "kamu ini beda 180 derajat dari yang aku temui waktu pertama kali."
__ADS_1
"Ihh jangan cubit pipi aku lagi, sakit tau. Memangnya beda bagaimana?"
"Iya beda, dulu jutek seperti kucing garong tapi sekarang seperti bayi kucing yang sangat manja sekali."
"Ihh Chicken membuat badmood saja."
"Hahaha terserah yang penting aku sudah bisa merasakan mencubit pipi chubby kamu, pipi yang dari dulu membuatku merasa penasaran wlee." (menjulurkan lidahnya)
"Chicken menyebalkan sekali. Hobinya modus dan gombal."
Liam menunjuk dirinya sendiri sembari tertawa "hahaha it's me. Sudah sudah aku akan membereskan ini."
"Biar aku membantu kamu, pasti kamu capek sekali dari pulang kerja dan malah mengurus aku yang seperti ini, selalu merepotkanmu."
"Tidak juga, aku senang jika aku bisa mengurus anak kecil sepertimu."
"Aku bukan anak kecil, aku ini sudah dewasa bahkan umurku satu tahun lebih tua dari kamu."
"Benarkah? jika iya kenapa kamu bertingkah mirip seperti anak kecil berusia 5 tahun bahkan tinggimu saja hanya se dada aku."
Liam hanya sibuk membereskan dan mencuci piring - piring yang kotor sembari tersenyum melihat tingkah Jane. Selesai mencuci piring - piring kotor, kemudian Liam membuat segelas susu hangat dan memberikannya kepada Jane yang sedang bermain dengan Kiko. Jane menatap Liam dengan heran karena sebelumnya Liam tidak pernah bersikap seperti itu kepadanya apalagi sampai membuatkan segelas susu hangat untuknya, dan hal itu membuat Jane semakin merasa nyaman ketika bersama Liam.
"Tumben kamu membuatkan aku segelas susu hangat."
Liam kemudian duduk di samping Jane "ya tidak apa - apa. Aku tau jika wanita manja sepertimu itu selalu meminum susu hangat di malam hari."
"Bagaimana kamu mengetahuinya?"
"Ya karena Rosie juga begitu, dan aku selalu membuatkannya segelas susu di malam hari. Cepat habiskan dan pergilah tidur."
Jane memberikan gelas susu hangat kepada Liam "aku sudah kenyang dan tidak bisa menghabiskan susu hangat ini."
__ADS_1
Liam kemudian meminum susu hangat yang tersisa di gelas tersebut sampai habis dan tidak menyisakan sedikitpun. Jane merasa terheran oleh perbuatan Liam karena tanpa basa basi dia menghabiskan susu hangat yang tersisa. Liam lalu meletakkan gelas kosong tersebut di atas meja. Jane hanya menatap Liam dengan penuh keheranan yang kemudian disadari oleh Liam.
"Kenapa kamu menghabiskan susu hangat yang habis aku minum?"
"Kenapa? tidak boleh aku melakukan hal tersebut?"
"Apa kamu tidak merasa sedikit jijik meminum susu yang habis aku minum dengan gelas yang sama?"
"Tidak, untuk apa? daripada aku membuangnya kan sayang."
"Ternyata kamu ini berbeda dari pria lain, padahal dulu mantan aku tidak pernah melakukan hal yang tadi kamu lakukan."
"Hahaha. Oh iya, lalu mantanmu si Kyle itu kemana?"
"Tidak tau, tapi dia mengirimkan pesan jika dia pulang ke Korea."
"Oh begitu."
"Ceritakan lagi kepadaku cerita komedi, aku ingin mendengarnya lagi."
"Baiklah."
Liam kembali menceritakan cerita komedi kepada Jane agar perasaan Jane jauh lebih baik. Beberapa lama kemudian Jane pergi ke kamar Liam dan mengambil sebuah gitar dari kamar Liam, yang membuat Liam merasa penasaran apakah maksud dari Jane tersebut. Jane kemudian mulai memainkan gitar tersebut dan menyanyikan sebuah lagu. Liam merasa terkejut karena Jane sangat ahli memainkan gitar tersebut, dan suaranya sangat sopan masuk ke dalam telinga Liam. Malam semakin larut dan mereka berdua masih asik bernyanyi bersama. Liam yang merasa sangat mengantuk akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hal tersebut dan menyuruh Jane untuk tidur.
Liam mengambil gitarnya dari tangan Jane "sudah larut malam, tidurlah."
Dengan wajah cemberut, Jane merentangkan tangannya dan melihat Liam yang sedang berdiri dari tempat duduknya.
"Mau apa?" tanya Liam.
"Mau di gendong ke kamar."
__ADS_1
Liam hanya menghela nafasnya dan kemudian menggendong Jane sampai ke kamarnya, dan setelah itu Liam menyelimuti Jane dengan selimutnya dan pergi ke kamarnya.
Note : jangan lupa like, komen, share dan jadikan favorite ya, see you 😊