Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #147


__ADS_3

Setelah Jane pergi ke lokasi syuting Liam kemudian pergi ke kamarnya untuk mandi sembari memutar sebuah musik dari band favorite nya yang berasal dari Amerika Serikat yaitu WDW. Selesai mandi Liam kemudian berbaring di atas ranjangnya untuk beristirahat karena dia merasa lelah sekali setelah mengalami perjalanan yang lumayan panjang. Liam tiba - tiba terbangun saat siang hari karena dirinya merasa lapar. Akhirnya Liam memutuskan untuk memasak di dapur saja karena dia takut tersesat jika pergi jauh - jauh tanpa Jane sebagai maps nya. Padahal ada gilgo maps tetapi Liam tidak terlalu pandai untuk menggunakannya, jadi dia memilih untuk berdiam diri di rumah milik Jane saja sembari menunggu Jane pulang ke rumah. Liam mulai memasak sesuatu yang sederhana seperti steak dan membuat es teh sebagai minumannya. Begitu dia selesai makan siang, Liam kemudian mencuci seluruh peralatan yang tadi dia pakai untuk memasak serta menikmati hasil masakannya sembari bersenandung ria. Dengan menggunakan celemek yang menutupi bagian depan tubuhnya serta menggunakan sarung tangan karet Liam terus mencuci peralatan tersebut sampai bersih dan mengkilap.


Karena Liam merasa bosan akhirnya dia memutuskan untuk membersihkan dapur tersebut hingga seluruh ruangan di rumah tersebut, apalagi Liam sangat suka dengan suasana rumah milik Jane yang terlihat bersih dan rapi jadi dia ingin terus membersihkannya. Liam kembali memutar sebuah musik untuk menemaninya membersihkan rumah agar lebih semangat. Saat Liam sedang membersihkan balcony kamar tiba saja dia melihat ada seseorang yang sedang berjongkok di depan rumah milik Jane. Karena merasa itu bukan urusannya lalu dia kembali masuk ke dalam rumah dan melanjutkan beres - beres. Saat Liam membersihkan kaca jendela, dia kembali melihat orang itu, namun karena Liam orangnya sangat cuek akhirnya dia kembali melanjutkan pekerjaannya membersihkan kaca jendela. Tidak lama kemudian Jane menghubungi Liam untuk menanyakan makan malam dan memberitahu bahwa tidak lama lagi dia akan sampai di rumah. Saat Jane pulang dia langsung menghampiri Liam di kamarnya, dan Jane duduk di tepi ranjangnya untuk menunggu Liam selesai mandi.


"Sudah pulang?" tanya Liam sembari mengeringkan rambutnya menggunakan handuk miliknya.


Jane mengangguk "sudah."


"Sana mandi, bau tubuhmu tercium sampai sini."


"Liam!!!"


"Apa?" tanya Liam sembari tertawa.


Jane kemudian menghampiri Liam dan langsung menggigit tangannya "rasakan itu! memangnya kalau kamu hanya mandi sehari sekali seperti dulu, kamu tidak bau?"


"Aduh sakit, tentu saja tidak karena tubuhku memproduksi parfume sendiri."


"Dasar aneh."


Liam kemudian menggendong Jane dan langsung menidurkannya di atas ranjang "aku merindukanmu."


Jane lalu tersenyum dan melingkarkan kedua tangannya di leher Liam "aku juga, kalau begitu cium aku!"


"Tidak mau, kamu bau."


"Kalau begitu aku akan mengambilnya sendiri." Dengan cepat Jane lalu mencium pipi Liam secara singkat.


Seketika pipi Liam memerah karena mendapat ciuman dari Jane. Liam kemudian menggelitiki perut Jane "dasar anak nakal."


Jane yang merasa geli karena perutnya digelitiki oleh Liam kemudian dia melepaskan kedua tangannya dari leher Liam dan duduk menjauh dari Liam "kamu yang nakal, karena kamu memancingku seperti tadi."


"Kamu tadi mempunyai janji dengan seseorang dirumah ini ya?" tanya Liam secara tiba - tiba.


"Tidak, aku sedang tidak mempunyai janji dengan orang manapun."


"Kalau tidak lalu mengapa ada seseorang yang terus berjongkok di depan rumahmu?"


"Bagaimana kamu mengetahui jika ada seseorang yang sedang berjongkok di depan rumahku?"

__ADS_1


"Dari balcony, aku tidak sengaja melihat dia saat aku sedang membersihkan rumah ini."


Jane kemudian melangkahkan kakinya menuju balcony untuk memastikan ucapan Liam itu, dan setelah melihatnya sendiri Jane bergumam "sialan."


"Apakah dia benar temanmu?" tanya Liam menatap Jane.


Jane kemudian menutup pintu balcony beserta gordennya, dan setelah itu Jane menghampiri Liam "kamu tidak apa - apa kan?"


"Aku tidak apa - apa kok, memangnya ada apa?" tanya Liam kebingungan.


"Tidak ada apa - apa," ucap Jane berbohong.


Liam kembali menatap Jane "kamu sedang berbohong kepadaku ya? ayolah katakan yang sejujurnya."


"Baiklah. Dia sebenarnya paparazi yang sedang menguntitku untuk mendapatkan sebuah berita tentangku, jadi kamu jangan keluar rumah terlebih dahulu ya?"


Liam mengangguk "iya. Tetapi aku harus mendaftar ulang untuk mengikuti turnamen skateboard."


"Kamu ikut turnamen itu?" tanya Jane sembari mengusap tangan Liam.


"Iya, aku ingin ikut."


"Boleh, tetapi latihannya bagaimana?"


"Latihan di taman dekat sini saja, setahu aku ada skatepark terdekat."


"Baiklah, terima kasih Jane."


"Sama - sama sayang."


Setelah perbincangan tersebut Jane kemudian pergi ke kamarnya untuk mandi, sedangkan Liam pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam yang tadi sempat dibeli oleh Jane. Saat sedang menghidangkan makan malam di atas meja tiba - tiba Jane memeluk Liam dari belakang dan mencuri ciuman ke pipi Liam saat Liam tengah sibuk menyiapkan makan malam. Liam hanya diam saja saat dirinya mendapat ciuman dari Jane, kemudian dia mengusap lembut rambut Jane dan duduk di depan Jane. Mereka berdua lalu menikmati makan malam bersama sembari berbincang ringan. Begitu mereka berdua selesai makan Jane kemudian mencuci semua peralatan makan mereka berdua dengan dibantu oleh Liam. Selesai mencuci piring Liam langsung ingin pergi ke kamarnya, tetapi tiba - tiba Jane menarik tangannya agar Liam mengikuti dirinya ke kamar miliknya atau tidur di kamarnya saja untuk malam ini.


"Temani aku tidur untuk malam ini," ucap Jane memohon kepada Liam.


"Baiklah, tetapi jangan nakal apalagi memancingku."


"Iya sayang."


"Janji?"

__ADS_1


"Janji," ucap Jane tersenyum.


"Apakah ada acara televisi yang bagus?" tanya Liam sembari menekan tombol remote secara berkali - kali.


"Kamu ingin menonton apa?"


"Film yang menarik bagiku seperti film kartun," ucap Liam terus memindah saluran televisi.


Jane kemudian merebut remote televisi dari tangan Liam dan langsung mengganti saluran televisi seperti yang Liam inginkan "kamu menonton itu saja, jangan terus menerus memindah saluran televisi milikku karena aku takut jika televisinya akan rusak jika terus seperti itu."


"Kalau rusak pasti aku akan menggantinya dengan yang lebih mahal daripada milikmu."


"Terserah," ucap Jane sembari mengoleskan body lotion di kakinya.


"Besok kamu masih syuting?"


"Masih, mungkin sampai beberapa bulan ke depan."


Liam mengangguk paham "oh begitu."


"Rencananya berapa lama kamu akan berada di Korea?"


"Paling lama mungkin seminggu kalau aku tidak terus merindukan kamu," ucap Liam sembari memeluk Jane dari samping.


Jane langsung menoleh ke arah Liam sembari tersenyum lebar "kamu ini apa - apaan?"


"Maksudnya?"


"Tumben sekali kamu bersikap seperti ini."


"Memangnya aku biasanya bersikap seperti apa?"


"Kamu biasanya sangat cuek sekali bahkan nada bicaramu sangat ketus sekali seperti ingin mengajak ribut, tetapi kenapa kamu tiba - tiba bersikap manis seperti ini?"


"Aku dahulu juga bersikap manis seperti ini, tetapi kamu tidak menyadarinya."


"Benarkah?"


"Iya."

__ADS_1


__ADS_2