Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #45


__ADS_3


Setelah lelah bermain di pantai tersebut, mereka berdua memutuskan untuk kembali beristirahat sebentar di tepi pantai. Jane kemudian melihat seperti ada pasar yang menjual souvenir beserta snack khas pantai tersebut. Jane lalu menatap Liam dan menggandeng tangannya untuk menemaninya pergi ke pasar tersebut. Sesampainya di pasar tersebut, Jane kemudian melihat dan memilih souvenir yang akan dibeli olehnya. Mata Jane tertuju pada sebuah gelang yang indah dengan dihiasi oleh sebuah liontin berbentuk matahari. Jane kemudian menunjukkan gelang tersebut kepada Liam.


"Bukankah ini sangat indah?"


"Kamu menginginkannya?"


Jane hanya tersenyum memperlihatkan gummy smile nya. Liam kemudian bertanya kepada penjual, lalu membeli gelang itu untuk Jane.


"Liam."


"What?"


"Aku menginginkannya lagi."


"Baiklah, yang mana lagi?"


Mengambil gelang yang mempunyai liontin bulan sabit.


(ck) "baiklah. Bu saya membeli gelang yang ini juga, ini uangnya."


"Terima kasih," ucap si penjual tersebut.


"Sama - sama. Ini gelang yang kamu inginkan, untuk apa kamu membeli dua gelang?"


Jane lalu memakai kan gelang yang mempunyai liontin berbentuk bulan sabit di pergelangan tangan Liam "ini untukmu."


Melihat gelang di pergelangan tangannya "aku tidak suka mempunyai barang yang sama dengan orang lain, apalagi barang couple, jadi ambillah gelangnya kembali."


Mendengar hal tersebut, Jane menjadi sedih lalu membuang gelangnya di pasir dekat kaki Liam. Melihat hal tersebut Liam menjadi merasa bersalah lalu mengambil gelang tersebut dan membersihkannya. Liam lalu memakai kan gelang yang mempunyai liontin berbentuk matahari di tangan Jane sembari berkata "jangan begitu, wajahmu menjadi jelek. Baiklah aku akan memakai gelang ini, jadi jangan marah lagi denganku."

__ADS_1


Jane memperlihatkan gummy smile nya yang membuat Liam merasa sangat gemas ingin mencubit pipi milik Jane. Mereka berdua kemudian melanjutkan berjalan - jalan menyusuri pantai bersama Kiko dan duduk di pasir pantai. Mereka berdua hanya diam memandang bulan beserta bintang - bintang yang bertebaran di langit malam pantai. Semakin lama, Jane mulai menyandarkan kepalanya di bahu Liam.


Menoleh ke arah Jane "kenapa bersandar di bahuku? seperti tidak ada tempat lain untuk menjadi sandaran saja."


"Memang tidak ada tempat lain, disini hanya ada hamparan pasir dan air saja."


"Kalau begitu tiduran saja di pasir atau di atas air."


"Ihh aku tidak mau, ya sudah kalau tidak boleh."


"Ya sudah," ucapnya dengan nada dingin.


"Ayo pulang, kamu harus menyiapkan peralatanmu untuk pergi mendaki gunung bersama teman - temanmu kan?"


"Benar, tapi bukankah kamu sangat menyukai pantai ini dan masih ingin berlama - lama di pantai ini kan?"


"Iya, tapi kamu besok akan pergi jadi kamu harus menyiapkan semua peralatanmu dan kamu harus istirahat yang cukup. Mungkin kita bisa kembali ke pantai ini suatu hari."


Berdiri dan membersihkan celananya "baiklah kalau begitu kita pulang sekarang juga."


Liam mulai menyanyi sembari mengendarai mobilnya dengan fokus "can we go where no one else goes, can i know when no one else knows, can we fall in love in the moonlight. poetry and handpicked flowers, say you’ll meet me at the altar, can we fall in love in the moonlight?"


Jane hanya diam mendengarkan Liam menyanyi sembari melihat ke arah jendela. Liam hanya memutar ulang satu judul lagu tersebut sepanjang perjalanannya dan bernyanyi dengan sangat merdu hingga Jane mulai terlelap dalam tidurnya dengan di selimuti oleh jacket milik Liam. Di malam yang indah dengan ribuan bintang bertebaran di langit dan di sambut oleh cahaya rembulan yang seolah - olah rembulan tersebut sedang tersenyum mengawal mobil yang sedang mereka tumpangi. Liam sesekali melihat Jane yang sedang tertidur lelap di mobilnya dengan Kiko yang juga tertidur di pangkuan Jane.


Setelah beberapa menit kemudian mulai terdengar suara hiruk pikuk kota, Liam masih tetap saja menyanyi lagu yang sama dan sampailah di kediaman Jane. Karena tidak mau membangunkan Jane yang sedang tertidur lelap, akhirnya Liam memparkirkan mobil miliknya tepat di depan pintu utama kediaman keluarga Kim. Liam lalu membunyikan bel dan di sambut oleh Mrs Kim, dan menyerahkan Kiko kepada Mrs Kim. Setelah itu Liam menggendong Jane ke kamarnya dan menidurkannya di ranjang, lalu melepas sepatu yang Jane pakai. Liam lalu berpamitan kepada Mrs Kim dan mampir di mini market terdekat untuk membeli beberapa bahan makanan dan beberapa minuman untuk bekal pergi mendaki gunung besok sebelum pulang ke rumahnya.


"Hai sayang, mau di bantu membawakan belanjaanmu ke atas?"


Tersenyum kepada mommy nya "tidak perlu mom terima kasih, aku kuat kok membawanya naik ke atas."


"Baiklah kalau begitu."

__ADS_1


Liam lalu pergi ke kamarnya dengan membawa semua belanjaannya dan mulai mempersiapkan semua yang dia butuhkan untuk pergi mendaki gunung. Liam mulai memasukkan dan menata semua barang - barang miliknya di dalam tas sembari mengingat barang apa yang belum dia masukkan agar tidak kelupaan dan tertinggal di rumah. Saat Liam sedang sibuk menata semua barangnya, tiba - tiba Mrs Robinson masuk ke kamar Liam dan mengusap lembut rambut Liam.


Tersenyum kepada Liam "butuh bantuan?"


"Sepertinya aku mulai membutuhkan bantuan mommy. Tolong bantu aku memasukkan sisa barang bawaanku karena sudah tidak muat lagi di dalam tas."


"Bukan begini Liam caranya menata barang kamu di dalam tas, kalau kamu menatanya seperti ini pasti tidak akan muat," ucap Mrs Robinson sembari mengeluarkan semua barang milik Liam.


"Terus caranya bagaimana?"


Tersenyum "begini caranya." Mrs Robinson mulai menata barang Liam dan memasukkannya ke dalam tas.


Mengangguk paham "oh begitu, mommy selalu yang terbaik."


"Hahaha kamu bisa aja Li."


"Padahal aku sudah berusia 25 tahun, tapi kenapa mommy selalu saja membantuku dan bahkan mommy tidak segan - segan menawarkan untuk membantuku?"


Mengusap rambut Liam "karena bagi mommy Liam tetap putra kecil mommy yang setiap saat membutuhkan bantuan mommy. Berapapun usia seorang anak, tetap saja kamu adalah anak kecil yang selalu membutuhkan bantuan darinya di mata seorang ibumu."


"Apakah semua ibu berfikir seperti itu?"


"Tentu saja, semua ibu yang sangat menyayangi anaknya pasti berfikir seperti itu, seorang ibu pasti akan selalu membantu dan melindungi anaknya tak peduli berapa umur anaknya. Sudah selesai, tidak ada yang ketinggalan lagi kan?"


"Tidak kok mom, sepertinya sudah semuanya."


"Lebih baik kamu memeriksa ulang dan memastikannya dengan benar agar tidak ada yang tertinggal."


"Baik mom."


Liam mulai memeriksa semua barang bawaannya dengan sangat teliti, sedangkan Mrs Robinson keluar dari kamar Liam.

__ADS_1


Note: Jangan lupa like episode ini ya 😊


🎶 : Moonlight by dhruv


__ADS_2