Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #175


__ADS_3

Jane tersipu malu setelah mendengar ucapan dari Liam, lalu selesai makan siang mereka berdua pergi berjalan - jalan sebentar di mall dan kebetulan Jane ingin membeli sesuatu. Sesampainya di mall, Jane langsung mengajak Liam untuk pergi ke sebuah boutique merk ternama yang berasal dari Paris karena Jane ingin membeli sebuah tas baru. Liam langsung duduk di sofa sembari menunggu Jane selesai membeli tas incarannya. Liam menunggu selama 30 menit hingga dia ketiduran di sofa itu, sedangkan Pak Kang yang duduk di samping Liam hanya bisa menahan tawanya saat mengetahui bahwa tunangan boss nya itu tertidur di sofa dengan bersandar di bahunya.


Jane kemudian menghampiri Liam di sofa setelah dia menyelesaikan pembayaran tas yang dia beli, dan betapa terkejutnya dia saat menemukan bahwa tunangannya itu sedang tertidur di sandaran bahu bodyguardnya. Jane kemudian mengusap pipi Liam untuk membangunkannya dan tak butuh waktu lama akhirnya Liam terbangun namun dengan matanya yang memerah. Setelah itu Mereka bertiga pergi berkeliling mall untuk cuci mata dan saat Liam melihat toko mainan, dia langsung menyeret Jane untuk masuk ke dalam toko mainan itu. Liam sangat menyukai lego maupun mobil - mobilan untuk koleksi. Melihat beberapa macam lego yang belum dia miliki, Liam akhirnya membeli beberapa lego tersebut dan setelah itu dia memilih mobil - mobilan untuk melengkapi koleksinya di rumah. Akhirnya Liam membeli 3 macam lego dan 5 mobil - mobilnya dan semua itu dibayari oleh Jane.


Sebenarnya Liam ingin membayarnya dengan uang pribadinya namun Jane menawarkan agar dia saja yang membayarnya, namanya juga rezeki tidak boleh ditolak. Liam keluar dari toko tersebut dengan perasaan bahagia karena menenteng 2 paper bag berisi mainan gratis, seperti seorang anak yang bahagia setelah dibelikan mainan oleh ibunya. Jane berjalan dibelakangnya dengan menggelengkan kepalanya sembari menatap Pak Kang yang berjalan di sampingnya. Pak Kang hanya tersenyum saja sembari membalas tatapan Jane karena melihat tingkah laku Liam. Setelah itu mereka bertiga kembali ke hotel milik keluarga Robinson, dan sesampainya di sana Liam langsung menghampiri Mrs Robinson saat dia melihatnya dari kejauhan.


"Mommy lihat!" ucap Liam sembari menunjukkan dua paper bag miliknya.


"Apa yang kamu beli sayang?" tanya Mrs Robinson dengan antusias.


"Lego dan hotwheels."


"Oh tadi beli di mall bersama dengan Jane?"


Liam mengangguk "iya, dan dibayari oleh Jane juga."


"Kok tidak membayar memakai uangmu sendiri?"


"Saat aku ingin membayarnya menggunakan credit card ku tiba - tiba Jane sudah menyerahkan kartu miliknya terlebih dahulu, dan saat aku ingin menggantinya dia berkata tidak usah diganti."


"Tapi ini mahal sayang, nanti ganti uang milik Jane ya?"


"Tidak perlu tante," ucap Jane menyela pembicaraan mereka berdua.


"Heh tapi ini mahal lho, kalau begitu biar tante yang menggantinya ya?"


"Sudah tidak apa - apa tante, lagipula sekali - kali Jane membelikan Liam barang kesukaannya."


Mrs Robinson menghela nafasnya "ya sudah kalau tidak mau diganti, maaf ya Liam sudah merepotkan kamu."


"Eh tidak merepotkan sama sekali kok tan."


Saat mengetahui ada Mr Kim, Liam langsung menundukkan badannya dan pergi membawa paper bag miliknya secara tergesa - gesa untuk menemui teman - temannya yang berada di rooftop hotel karena rooftop hotel adalah tempat favorite mereka untuk berkumpul disana walaupun hanya sekedar untuk bersantai saja. Liam kemudian meletakkan paper bag miliknya di atas meja.

__ADS_1


"Apa isinya?" tanya Dio.


"Mainan yang baru saja aku beli di mall," ucap Liam dengan wajah gugup.


"Kenapa kamu gugup sekali? apa kamu habis mencuri semua mainan itu sehingga membuatmu gugup dan ketakutan karena takut dipenjara?" tanya Dio meledek.


"Aku takut bukan karena mencuri, tetapi karena takut dimarahi oleh om Kim appa nya Jane."


"Kenapa begitu?" tanya Chicko.


"Karena membeli semua mainan ini dengan menggunakan uang Jane."


"Kok bisa?"


"Aku sudah ingin membayarnya namun Jane menawarkan dirinya untuk membayar semua mainan yang aku beli."


"Kalau begitu kenapa kamu takut?" tanya Dio sembari menengguk minumannya.


"Takut dimarahi saja, karena om Kim kelihatannya sangat galak sekali."


"Ada apa ini?" tanya Ricko menghampiri mereka bertiga.


Dio lalu menjelaskan semuanya kepada Ricko, dan Ricko kemudian mengangguk paham "oh begitu."


"Maka dari itu aku menyarankan Liam untuk mengganti uang Jane saja jika ingin tenang."


"Memangnya Jane membelikan mainan itu kamu yang memintanya?" tanya Ricko penasaran.


"Awalnya aku ingin membelinya namun saat aku ingin membayarnya tiba - tiba Jane menawari dirinya agar dia saja yang membayarnya, dan aku hanya mengangguk saja."


"Nah kalau begitu kenapa harus takut? kalau misalnya om Kim memarahimu bukankah kamu bisa memberitahunya jika sebenarnya Jane yang menawarkan dirinya untuk membayar semua mainan yang kamu beli?"


"Iya, tapi aku hanya takut saja jika misalnya dia tidak percaya."

__ADS_1


"Pasti akan percaya, tidak mungkin tidak."


"Ah bingung, daripada salah lebih baik aku menggantinya sajalah."


"Terserah kamu sih."


Liam kemudian mengambil handphone miliknya dari saku dan setelah itu Liam mentransfer uang untuk mengganti uang Jane, bahkan Liam menggantinya dua kali lipat dari harga semua barang yang dia beli menggunakan uang milik Jane. Setelah mendapat notifikasi yang memberitahukan bahwa Liam baru saja mentransfer rekeningnya, Jane kemudian memutuskan untuk menemui Liam namun bukannya pembicaraan secara baik - baik yang Jane dapatkan tetapi malah Liam memulai perdebatan diantara mereka berdua. Yang terjadi adalah ribut besar antara Jane dengan Liam yang diawali dari rasa cemas Liam yang berlebihan dan belum pasti terjadi hingga membuat Liam membuang semua mainannya. Setelah itu Jane berlari ke kamarnya sembari menangis. Mr Kim yang mengetahui hal tersebut langsung mencari Liam.


"Kenapa kamu melakukan hal tersebut kepada putriku? bukankah kamu sudah berjanji kepadaku untuk menjaganya?" tanya Mr Kim.


"Maaf saya tidak bermaksud untuk berbuat seperti itu kepadanya," ucap Liam menyesal.


"Aku sudah mendengar semuanya dari Jane bahwa kamu takut jika aku memarahimu dan mengira kamu hanya menginginkan uang putriku saja bukan?"


Liam mengangguk "iya."


"Apa karena ucapanku waktu itu hingga membuat kamu menolak uang pemberian dari daddy mu juga?"


"Benar."


Mr Kim menghela nafasnya "yang aku maksud waktu itu adalah kamu harus bisa mandiri dan berfikir dewasa sebagai seorang pria sejati saat menghadapi masalah rumah tangga kalian berdua, bukannya langsung menolak semua pemberian dari orang - orang terdekatmu."


"Oh."


"Tidak apa sesekali menerima pemberian dari seorang wanita namun kamu juga harus bekerja keras untuk menghidupi keluargamu, kan yang aku maksud itu jangan menumpang hidup dengan seorang wanita bukan berarti kamu harus menolak pemberiannya yang merupakan tanda cinta kasih!!"


"Jadi aku salah pemahaman ya? kalau begitu hukum aku saja."


"Biasanya dihukum apa?"


"Dipukuli sampai babak belur."


"Aku tidak mau!!"

__ADS_1


"Ya sudah."


__ADS_2