Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #168


__ADS_3

Grandma Robinson lalu memanggil para asisten rumah tangga untuk menyajikan hidangan sarapan ke dalam piring masing - masing anggota keluarganya, total pelayan yang diberi tugas tersebut ada sekitar 5 orang. Sarapan mereka juga dimasak oleh chef pribadi mereka karena grandma yang selalu menginginkannya. Jane merasakan perbedaan keluarga Robinson yang sangat jelas saat sarapan adanya grandpa dan saat tanpa grandpa karena di pagi ini suasananya tampak tenang, hanya ada suara sendok dan garpu yang sedang beradu dengan piring. Bahkan Liam yang selalu bercanda dengan Rosie saat sedang makan bersama, kini mereka hanya diam menikmati sarapannya. Selesai sarapan Jane diajak oleh keluarga Robinson untuk pergi bermain golf di halaman belakang villa karena cuacanya sedang cerah. Keluarga Robinson dan keluarga Kim sangat suka bermain golf bahkan Mr Robinson juga terkadang bermain bersama Mr Kim.


Liam mengambil tongkat golf kesayangannya dan memberikannya kepada Jane namun Liam meminta Jane untuk berhati - hati dengan tongkat golf keberuntungannya sembari memberikan kepadanya. Karena dia tidak tega melihat wajah Liam yang seperti tidak ikhlas memberikan tongkat golf kesyangannya, Jane lalu mengembalikannya kepada Liam, dan dia kemudian memilih tongkat golf lain. Sekitar 20 menit kemudian Jane menghampiri grandma dan Mrs Robinson yang sedang berbincang ringan di tepi lapangan golf. Grandma lalu memberikan sebotol air mineral untuk Jane dan juga tisu untuk mengelap keringat Jane. Terlihat dari kejauhan jika Liam sedang mengejar - ngejar Rosie sembari memegang tongkat golf miliknya dan bersiap ingin memukul Rosie jika dirinya sudah dekat dengan Rosie.


Melihat hal tersebut grandma lalu berteriak kepada Liam untuk memperingatkannya sembari memberikan kode menggunakan jarinya agar Liam berhenti mengganggu adiknya tersebut. Setelah Liam mengerti bahwa grandma sedang memperingatkannya, Liam lalu berhenti mengejar Rosie dan lanjut bermain golf. Grandma lalu kembali melanjutkan perbincangan bersama dengan Mrs Robinson dan Jane. Setelah melihat kejadian tersebut Jane mengetahui suatu hal bahwa Liam sangat menurut kepada grandma lalu setelah itu baru kepada Mrs Robinson. Beberapa menit kemudian Liam kembali membuat ulah dan kembali mengejar - ngejar Rosie. Mengetahui bahwa cucunya kembali mengganggu adiknya tersebut Grandma lalu berdiri dan menghampiri Liam. Grandma lalu menjewer telinga agar Liam bisa berhenti menganggu adiknya yang sedang asyik bermain golf.


"Liam sangat menurut sekali kepada grandmanya," ucap Mrs Robinson kepada Jane.


"Kenapa begitu tan?"


"Karena dari dulu waktu Liam kecil, dia selalu bermain dan diurus oleh grandma saat tante sibuk mengurusi Rosie."


"Oh begitu."


"Liam itu sangat dekat dengan grandma ketimbang tante, dan sebenarnya grandma belum terlalu rela melepas Liam untuk menikah namun karena Liam sangat menginginkan untuk menikah denganmu jadi Liam berusaha keras membujuk grandma dan akhirnya grandma bersedia mengizinkan dia untuk menikah."


"Apa karena itu grandma bersikap sedikit jutek kepadaku ya tan? mungkin karena grandma takut jika aku mengambil Liam darinya?"


"Mungkin lebih tepatnya grandma sedang beradaptasi denganmu, sama seperti waktu pertama kali daddy nya Liam membawa tante untuk memperkenalkannya kepada kedua orang tuanya."


"Dulu grandma juga jutek kepada tante?"


"Mungkin iya dan tante juga pernah kok berfikir seperti yang baru saja kamu fikirkan, Jane."


"Benarkah tan?"


"Iya namun itu tidak berlangsung lama, buktinya hubungan kita sekarang seperti ibu dan anak."


"Ah syukurlah kalau seperti itu."


"Jadi kamu jangan khawatir dan selama kamu berusaha menunjukkan yang terbaik di depan grandma, tante yakin hubungan kamu dengan grandma juga akan seperti tante saat ini."


Jane tersenyum "aku akan mengingat nasihat tante, oh ya sebenarnya om Jonathan itu mempunyai saudara atau tidak?


"Saudara kandung maksudnya?"

__ADS_1


"Iya itu tan."


Mrs Robinson menggeleng "tidak, Jonathan tidak mempunyai saudara kandung karena dia itu anak tunggal."


"Oh begitu rupanya."


"Kenapa Margareth?" tanya grandma sembari duduk di sebelah Mrs Robinson.


"Ini Jane bertanya apakah Jonathan mempunyai saudara kandung atau tidak."


"Oh begitu. Sebenarnya dahulu Jonathan mempunyai seorang adik namun dia meninggal saat di dalam kandungan, dan sejak saat itu grandpa tidak mengizinkan tante untuk hamil lagi karena satu anak saja sudah cukup baginya untuk membuatnya pusing," ucap grandma bercanda.


"Justru sekarang Jonathan malah memintaku untuk mempunyai banyak anak karena dia tidak ingin anak kesepian," ucap Mrs Robinson sembari menggelengkan kepalanya.


Grandma tertawa kecil "memangnya kalian masih kurang?"


"Kata Jo kurang namun menurutku sudah cukup, aku sekarang lebih menginginkan seorang cucu," ucap Mrs Robinson menggoda Jane hingga membuat Jane tersipu malu.


"I-itu tanya Liam saja inginnya bagaimana setelah ini," ucap Jane gugup.


"Ada apa nih?" tanya Liam sembari mengambil botol air mineral dari tangan Jane dan meminumnya.


"Kalau begitu nanti malam langsung buat saja bagimana, Jane?" tanya Liam sembari menaik - naikkan alisnya.


Mrs Robinson terkejut "heh Liam, maksud mommy setelah kamu menikah bukan sebelum menikah."


"Kirain."


Grandma menggeleng "kamu ini."


"Nanti saja mom punya anaknya, Liam masih ingin main dan memenuhi janji Liam terlebih dahulu kepada Jane."


"Janji apa?"


"Janji ingin mengajak Jane berkeliling dunia."

__ADS_1


"Ya sudah besok kalian berdua berkeliling dunia menggunakan pesawat jet pribadi kita saat honeymoon nanti," ucap grandma menyarankan.


"Memang boleh?" tanya Liam.


"Boleh saja, memangnya siapa yang tidak memperbolehkannya?"


"Nanti jika aku terlalu lama cuti daddy pasti akan marah."


"Itu biar grandma yang mengurusnya. Eh kenapa lehermu itu?" tanya grandma sembari menyentuh leher Liam.


"Ah ini secara tidak sengaja tergores sesuatu."


"Oh begitu."


Jane kemudian menyenderkan kepalanya di bahu Liam sembari menggandeng pergelangan tangan Liam karena merasa lelah. Grandpa, Mr Robinson serta Rosie kemudian menghampiri gazebo tempat mereka semua berbincang. Grandma lalu membagikan air mineral kepada semua anggota keluarganya yang belum mendapat air mineral termasuk Jane yang air mineralnya malah diminum habis oleh Liam. Di saat itulah mereka semua dapat berbincang ringan serta bercanda karena grandma tidak mengizinkan semua anggotanya bercanda sembari makan, dan memintanya untuk menikmati hidangannya masing - masing sembari mengucap syukur kepada sang pencipta yang telah memberikan nikmat kepada mereka semua sehingga mereka semua bisa makan hidangan yang lezat.


"Hmm sekarang menempel terus seperti perangko dan amplop, sedangkan dahulu sering bertengkar seperti seekor anjing dan kucing," ucap Rosie mengejek Liam dan Jane.


"Iri bilang boss," ucap Liam sembari menjulurkan lidahnya.


"Kalian berdua juga sering bertengkar dan terkadang baikan," ucap grandma menambahkan.


"Rosie kalau baik kepadaku pasti ada maunya, misalnya seperti minta jajan."


Rosie tersenyum "kok kamu tau Li?"


"Iya dong. Kamu itu curang, karena tidak mau uang jatah jajan kamu berkurang langsung meminta uang jatah jajan aku."


"Kan kamu kakak aku."


"Baru dianggap kakak kalau ada maunya," ucap Liam mendecih.


"Tidak apa - apa Liam, nanti grandpa kasih uang jajan lebih banyak kalau kamu kurang."


"Benarkah grandpa?"

__ADS_1


"Iya, kan kamu bisa langsung menghubungi grandpa kalau ingin meminta transferan uang, grandpa pasti langsung memberikannya kepadamu."


"Baik grandpa."


__ADS_2