Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #221


__ADS_3

Sebelum tidur mereka berdua selalu menyempatkan diri untuk saling berbincang serta meluapkan keluh kesah yang ingin mereka ucapkan kepada satu sama lain. Tidak hanya itu saja, mereka berdua juga saling memberikan masukan yang dapat mereka pertimbangkan agar mereka berdua bisa lebih mengerti satu sama lainnya. Kata orang - orang mungkin ini lebih dikenal dengan istilah deep talk, dan ini awalnya Liam yang meminta karena jika ada suatu masalah atau sesuatu hal yang mengganjal, bisa langsung dibicarakan dan dicari solusinya agar bisa cepat selesai tanpa berlarut - larut. Mereka berdua juga berbincang ringan mengenai aktivitas mereka masing - masing sembari berbaring di atas ranjang dan menatap pemandangan ke arah luar balcony kamar mereka berdua. Setelah sudah tidak ada yang ingin mereka bicarakan, mereka berdua langsung menutup gorden balcony dan bersiap untuk tidur. Tidak lupa Liam juga mengucapkan selamat malam kepada istrinya itu sembari mencium keningnya dan terkadang dia juga sampai mencium seluruh wajah Jane yang imut itu.


Keesokan harinya Jane yang selesai mengantar Liam sampai ke depan pintu rumahnya itu langsung bersiap untuk melakukan senam yoga di tepi kolam renang. Nat yang baru saja keluar dari kamarnya langsung pergi mengambil camilan dari dalam kulkas dan dia lalu menonton televisi di ruang tengah rumah Liam (seperti tamu yang tidak tau diuntung). Beberapa jam kemudian saat hampir tengah hari, tiba - tiba Josh datang ke rumah baru adiknya itu untuk menjenguknya karena merasa rindu. Begitu terkejutnya Josh ketika melihat seorang wanita asing yang sedang duduk sembari menonton televisi di ruang tengah, akan tetapi sepertinya Josh juga merasa tidak asing dengan wajah wanita tersebut namun dia lupa namanya siapa serta pernah melihatnya dimana. Josh lalu bertanya kepada Bi Iyem dimana mengenai keberadaan adiknya tersebut saat Bi Iyem sedang menyapu lantai ruang tengah. Bi Iyem lalu memberitahu Josh jika Jane sedang berada di tepi kolam renang namun saat dia hendak menghampiri adiknya tersebut, tiba - tiba saja adiknya malah lebih dulu menghampirinya sembari mengusap keringatnya dengan handuk kecil.


"Habis berenang?" tanya Josh.


"Tidak, tetapi habis melakukan senam yoga."


Josh lalu memeluk Jane "ummm aku merindukanmu, rumah terasa sepi saat kamu tidak ada."


"Aku juga merindukanmu oppa," ucap Jane membalas pelukan Josh.


"Bagaimana? kamu belum bercerita denganku mengenai pengalamanmu."


"Benarkah? sepertinya sudah waktu itu, kamu saja yang pelupa."


Josh melepaskan pelukannya "oh begitu rupanya. Kamu semakin imut saja serta pipimu semakin chubby."


"Liam selalu memberikan aku makanan serta camilan yang sangat banyak."


"Berarti dia merawatmu dengan sangat baik, ah kalau begitu perasaanku menjadi sangat lega."


"Oh ya, oppa ingin minum apa? kita berbicara di gazebo tepi kolam renang saja bagaimana?" tanyanya sembari menggandeng tangan Josh.


Josh mengangguk setuju "baiklah, ayo."


Mereka berdua lalu duduk di gazebo dan berbincang bersama sembari memakan camilan bersama - sama.


"Eh tadi yang diruang televisi siapa? temanmu?" tanya Josh penasaran.


"Bukan."


"Lalu?"


"Dia teman Liam yang berasal dari New York."


"Untuk apa dia kemari? apakah benar dia teman Liam atau kekasihnya? hahahaha."


"Haiss dia itu memang teman dekatnya Liam, memangnya oppa mau jika adiknya ternyata diselingkuhi oleh suaminya?"


"Tidak, mana mungkin aku menginginkan hal tersebut terjadi pada adik cantikku ini."


"Maka dari itu jangan berkata yang tidak - tidak," ucap Jane kesal.


"Iya maaf."

__ADS_1


"Eh sepertinya sebentar lagi sudah jam makan siang, kamu makan siang saja bersamaku disini ya oppa?"


"Memangnya tidak apa - apa?" tanya Josh merasa ragu.


"Tentu saja tidak, kamu kan kakakku masa aku melarangmu untuk makan siang dirumahku."


"Iya juga sih, eh Liam tidak makan.siang dirumah?"


Jane menggeleng "tidak, dia selalu makan siang di cafetaria kantornya agar lebih menghemat waktu."


"Oh begitu rupanya."


"Maklum Liam sekarang sangat sibuk apalagi dia sudah naik jabatan menjadi presiden direktur."


"Iya benar juga, aku sudah mendengarnya waktu itu."


"Kamu ikut party yang diadakan oleh Liam waktu itu?"


"Tidak, waktu itu aku sedang ada urusan mendadak jadi aku tidak bisa ikut party."


"Oh begitu, aku fikir kamu ikut."


"Tidak. Mmm kalian berdua jangan terlalu sibuk."


"Kenapa memangnya?"


Jane tertawa "aku tidak ingin terburu - buru dan aku sudah mengatakan kepada Lian jika aku ingin menunda selama setahun."


"Setahun? jangan terlalu lama menunda momongan, nanti lama - kelamaan kalian berdua akan merasa jenuh karena tidak ada yang membuat suasana menjadi ramai dirumah kalian."


"Kita lihat saja nanti."


Josh lalu menepuk bahu Jane "kamu ini, bukannya oppa turut campur namun semakin lama bisa saja Liam menjadi jenuh lalu dia memilih untuk berpaling darimu."


"Oppa jangan menakutiku."


Josh berdecak "aku tidak menakutimu namun aku memperingatkanmu."


"Ya sudah, aku akan memikirkannya ulang."


"Baiklah terserah."


Jane lalu mengajak Josh untuk makan siang, dan tidak lupa Jane juga mengajak Nat untuk makan siang bersama. Beberapa jam kemudian setelah Josh pulang dari rumah Jane, tiba - tiba saja Jane menjadi jenuh dan dia lalu meminta Pak Kang untuk mengantarkannya ke mall membeli beberapa kebutuhan rumah tangganya. Sesampainya di mall Jane lalu pergi ke toko pakaian pria untuk membelikan Liam beberapa pasang baju serta beberapa celana kolor agar Liam tidak selalu menggunakan pakaian yang sama terlalu sering. Dia juga pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan pokok rumah tangganya sampai menjelang sore. Saat sore hari Liam sudah pulang ke rumahnya dengan santai dan mendapati bahwa istrinya sedang tidak ada dirumah.


"Hai Li, mau aku buatkan minuman untukmu?" tawar Nat.

__ADS_1


"Tidak perlu Nat," ucapnya saat duduk di sofa.


"Oh baiklah. Sepertinya kamu sangat lelah, bagaimana kalau aku memijatmu?"


"Tidak, terima kasih."


"Masa suaminya sudah pulang kerja, eh dia malah belum pulang ke rumah."


"Kamu sedang membicarakan Jane?"


"Ya siapa lagi kalau aku tidak membicarakannya?" tanya Nat ketus.


"Jane sedang berbelanja kebutuhan pokok di mall."


"Oh kamu sudah mengetahuinya?"


"Jane selalu mengirimiku pesan untuk meminta izin sebelum dia pergi."


"Oh begitu rupanya. Eh kamu tau tidak jika tadi ada seorang pria lain datang ke rumahmu dan Jane langsung memeluknya saat dia datang?"


"Seorang pria?"


"Iya, wah bisa - bisanya dia mengundang pria lain ke rumah saat suaminya sedang sibuk bekerja mencari nafkah."


Tiba - tiba saja Jane sudah pulang dan langsung menghampiri Liam "eh hubby, ingin aku buatkan minuman apa?" tanya Jane tersenyum.


"Aku ingin bicara denganmu sebentar."


"Oh baiklah, Pak Kang tolong letakkan saja semua tas belanjaan di atas sofa."


"Baik nyonya."


Liam lalu mengajak Jane pergi ke kamarnya dan sesampainya di kamar mereka Jane langsung bertanya "ada apa hubby?"


"Siapa pria yang datang ke rumah saat aku tidak ada?"


"Oh maksudmu oppa?"


"Oppa Josh?"


"Iya, tadi oppa berkunjung sebentar karena katanya dia merindukanku."


"Oh."


"Kenapa? apa Nat bercerita yang tidak - tidak mengenaiku heum? kalau tidak percaya coba cek CCTV."

__ADS_1


Liam lalu memeriksa CCTV rumahnya "oh ya, maaf sudah berprasangka buruk."


"Tidak masalah hubby."


__ADS_2