Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #444


__ADS_3

Disisi lain setelah makan siang Liam sedang berkoordinasi dengan Ricko mengenai langkah selanjutnya. Tidak lupa Liam juga berkoordinasi dengan Shiro untuk membagi tugas yang selanjutnya. Mereka semua sama sekali tidak merasa keberatan saat diperintah oleh Liam ataupun pengurus inti lainnya, karena memang mereka datang ke cafe dengan niatan tulus untuk membantu Liam. Mereka selalu membantu Liam ataupun yang lainnya dengan sangat tulus tanpa pamrih, setelah Liam selalu menceramahi mereka setelah mereka ditaklukan olehnya.


Setelah Liam menaklukan mereka, setiap hari libur Liam selalu menyempatkan untuk pergi ke basecamp karena ingin mengajarkan mereka serta mendidik mereka semua agar tidak berbuat onar. Liam meminta mereka untuk selalu membantu sesama dimanapun mereka berada, alhasil mereka semua bisa berubah menjadi lebih baik dan bukan seorang berandalan sampah masyarakat lagi. Liam melakukan hal tersebut sejak dirinya kelas 2 SMA dan tidak ada seorangpun anggota keluarganya yang mengetahui bahwa Liam selalu memerangi para brandalan untuk merubahnya menjadi lebih baik.


Sejak saat itu mereka semua sudah ada yang berkeluarga dan juga bisa mencari uang dengan cara bekerja yang baik. Namun ada segelintir orang yang memilih mengundurkan diri karena mereka belum mau bertobat dan masih ingin mencari jati dirinya sendiri. Liam tidak pernah ambil pusing mengenai orang - orang tersebut karena dia percaya bahwa suatu hari nanti mereka juga mau berubah menjadi lebih baik, meskipun melalui hal lain.


"Liam kenapa anak dan istrimu tidak kemari?" tanya Shiro.


"Benar, ketua seolah - olah sedang menyembunyikan mereka berdua dari kita semua dan hanya anggota inti yang bisa selalu bertemu dengan mereka."


"Iya benar, sekarang kami semua sudah berubah menjadi orang yang baik namun sepertinya ketua masih belum sepenuhnya mempercayai jika kita sudah benar - benar berubah."


"Aku bukannya tidak percaya namun aku masih belum siap untuk mempertemukan kalian dengan mereka berdua dan untuk sementara kalian bertemu dengan kakak iparku terlebih dahulu hahaha," ucap Liam menjelaskan.


"Yah ketua ini bagaimana? kami semua sangat penasaran dengan wajah putra ketua," ucap protes salah satu anak buahnya.


"Aku akan menspoiler bagaimana wajah anaknya Liam," ucap Dio secara tiba - tiba.


Mereka semua langsung beralih menatap Dio.


"Cepat ceritakan kepada kami!!"


"Iya benar, kami sudah tidak sabar untuk mendengarnya."


"Jadi anaknya Liam itu wajahnya sangat tampan dan mirip sekali dengan Liam, akan tetapi pipi chubby nya itu sangat mirip dengan istrinya."


"Oh begitu, kalau anaknya Ricko bagaimana? kami juga penasaran karena katanya mereka berdua selisih 5 bulan saja."


"Kalau anaknya Ricko juga sama tampannya seperti dia namun ada miripnya juga dengan Gita, setengah mirip Ricko dan setengahnya lagi mirip Gita."


"Oh begitu, jadi anaknya Ricko 50:50 mirip kedua orang tuanya sedangkan anaknya Liam 80:20 mirip Liam dan istrinya?"


"Yupss ibaratnya seperti itu."


"Jadi bagaimana kakak iparnya ketua, apakah benar yang dikatakan oleh Dio?"


"Benar, Ace hanya pipi chubby nya saja yang mirip dengan adikku sedangkan yang lainnya mirip dengan Liam."

__ADS_1


"Oh jadi mungkin ketua kebanyakan memberi adonan gen dirinya hahaha."


"Adonan, adonan memangnya anakku kue apa?" tanya Liam sinis.


Mereka tertawa.


"Hahaha ya ibaratnya seperti itu ketua, nanti kalau terlalu vulgar bisa terkena sensor."


"Iya sih benar juga."


"Ya sudah kalian lanjutkan saja jika sudah ingin mulai melanjutkan tugasnya, sedangkan aku dan Josh akan ke rumah orang tuaku untuk mengambil beberapa barang."


"Siap ketua."


"Nanti kalau lapar atau haus, bilang saja."


"baik."


Liam lalu pergi berboncengan dengan Liam untuk pulang ke kediaman Mr Robinson karena hanya Josh yang satu - satunya membawa mobil. Beberapa menit kemudian mereka berdua telah sampai di rumah, dan langsung mengambil beberapa lukisan yang sudah dipilih oleh Liam beberapa hari sebelumnya. Saat ditinggal oleh Liam, suasana cafe masih sangat kondusif karena ada Ricko dan kedua pengurus inti yang berjaga disana untuk mengawasi mereka semua. Takutnya jika semua anggota pengurus inti pergi, suasana menjadi sangat tidak kondusif karena ada yang bertengkar.


Setelah itu Liam kembali ke cafe bersama Josh, dan meminta beberapa orang untuk menempelkan beberapa lukisan di tempat yang sudah dirancang oleh Liam. 1 setengah jam kemudian tiba - tiba saja ada bapak pedangan es cincau keliling, dan Liam langsung memanggilnya karena anak buahnya sudah kelihatan sangat lapar dan haus kembali. Liam lalu meminta mereka untuk beristirahat sebentar sembari meminum es cincau. Saat sore hari semuanya sudah beres dan tinggal menunggu waktu grand opening saja, jadi Liam langsung meminta mereka untuk pulang ke rumah masing - masing. Tidak lupa Liam mengucapkan rasa terima kasihnya kepada mereka semua yang sudah dengan tulus membantunya.


"Oh selamat datang, aku sudah membuatkan kamu minuman green tea untuk menghilangkan rasa lelahmu hubby."


"Terima kasih sayang."


"Sama - sama, diminum dulu."


"Iya," ucapnya yang langsung meminum teh tersebut.


Jane langsung memijat bahu Liam dengan menggunakan kedua tangannya.


"Pasti rasanya lelah sekali karena banyak yang harus dikerjakan ya hubby?"


"Iya sayang namun tidak terlalu kok, karena banyak teman - temanku yang membantu untuk mempersiapkan semuanya."


"Oh begitu, apakah semuanya sudah selesai?"

__ADS_1


"Tentu saja sudah, dan tinggal menentukan hari untuk grand openingnya saja yang belum."


"Oh syukurlah jika seperti itu."


"Baby Ace kemana?"


"Oh baby Ace sedang tidur hubby, mungkin sebentar lagi juga bangun."


"Oh."


Jane lalu memeluk Liam.


"Mulai sekarang hubby pasti akan lebih sibuk dari biasanya ya?" tanya Jane lesu.


"Tidak juga, memangnya kenapa sayang?"


"Aku takut jika hubby tidak mempunyai waktu untuk aku dan baby Ace."


Liam lalu membalas pelukan Jane dan mencium pipinya.


"Sesibuk apapun diriku, aku akan selalu berusaha meluangkan lebih banyak waktu untuk kalian berdua jadi jangan khawatir mengenai hal tersebut sayang."


"Hubby janji akan seperti itu nanti?"


"Aku janji."


Setelah itu Liam pergi mandi, dan 1 jam kemudian mereka berdua makan malam bersama namun tiba - tiba saja Liam lupa bahwa dia tadi sudah berjanji untuk membuatkan steak seperti kemarin.


"Sayang maaf ya, aku lupa belum pergi ke supermarket untuk membeli bahan memasak steak jadi aku beluk bisa membuatkan steak itu sekarang."


"Tidak apa - apa sayang, lagipula sekarang aku sudah memasak hidangan makan malam jadi kita makan ini saja tidak apa - apa."


"Baiklah, nanti aku akan pergi ke supermarket membeli bahan yang aku butuhkan."


"Eh besok kapan - kapan saja hubby, kasihan kamu pasti sekarang sedang merasa lelah jadi beristirahat sajalah."


"Benar tidak apa - apa? aku takut jika kamu nanti akan marah."

__ADS_1


"Tidak hubby sayang, aku memakluminya karena memang kamu sedang sangat lelah."


"Hmm baiklah sayang."


__ADS_2