Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #412


__ADS_3

Liam kembali tertidur dan kemudian Jane memeluknya sembari sesekali dia mengusap rambut serta menciumi pipi Liam. Jane selalu saja menyukai bau harum di tubuh Liam yang sangat khas itu, dan karena hal itulah dia sangat ingin dekat terus dengan suaminya itu. Setiap di rumah Liam jarang memakai parfume dan bahkan tidak pernah memakai parfume namun tetap saja tubuhnya sangat harum sekali. Karena merasa sangat penasaran dengan hal itu, Jane dahulu sempat memeriksa seluruh laci di kamar mandi tempat penyimpanan perlengkapan mandinya juga untuk mengetahui jenis sabun yang dipakai olehnya.


Namun tetap saja Jane tidak menemukan hal apapun disana dan dia hanya menemukan sabun biasa yang harganya murah. Jika dibandingkan dengan harga sabun miliknya, uang yang untuk membeli sabun miliknya bisa untuk membeli sekardus sabun milik Liam. Meskipun harga sabunnya sangat murah dan mungkin hanya sekitar 3-5 ribuan saja namun bisa membuat tubuh Liam menjadi sangat wangi sekali, berbeda dengan dirinya yang selalu memakai sabun mahal namun tidak sewangi suaminya saat tidak mengenakan parfume. Setelah itu Jane kembali memeriksa baby monitornya dan ternyata baby Ace masih saja tertidur pulas.


Jane lalu memainkan handphone miliknya untuk melihat sosial media, dan dia tiba - tiba dibuat terkejut oleh suara Liam saat sedang mendengkur. Jane tertawa kecil saat mendengar suaminya yang sedang mendengkur dan terus memperhatikannya. Jane sangat maklum jika Liam sering seperti itu karena dia merasa lelah setelah bekerja seharian, dan terkadang saat sore ataupun malam dia juga membantu Jane mengurus baby Ace. Meskipun begitu Liam tidak pernah merasa keberatan sekalipun karena dia sudah sangat paham jika hal tersebut bukan hanya tugas Jane saja, melainkan dirinya juga. Buatnya saja berdua, masa disuruh mengurus ogah - ogahan. Tidak lama setelah itu Jane pun juga ikut tertidur kembali bersama Liam.


"Jane, jadi beli mie ayam tidak?" tanya Liam membangunkan Jane.


"Nggg, ini masih pagi hubby nanti siang saja ya?"


Liam lalu melihat jam tangannya yang berada di atas meja.


"Okay sayang, aku ke kamar baby Ace saja ya?"


"Mau apa?" tanya Jane masih mengantuk.


"Mau menjemur baby Ace."


"Ini jam berapa?"


"Jam 7 pagi."


"Ya sudah terserah kamu, nanti kalau baby Ace lalar kasih saja susu yang di tempat biasanya karena semalam aku sudah memompanya."


"Siap nyonya Jane."


Setelah itu Liam beranjak dari ranjangnya dan pergi ke ke kamar baby Ace untuk menjemurnya di luar. Liam menggendong baby Ace ke luar sembari membawa sebotol susu.


"Pagi tuan," sapa pak satpam.


"Pagi pak, semalam aman terkendali kan?" tanya Liam memastikan.


"Aman tuan, dan sangat aman sekali."


"Baguslah, terima kasih."


"Sama - sama tuan. Oh ya tuan, sekarang anda harus sedikit berhati - hati."


"Memangnya ada apa pak?" tanya Liam penasaran.


"Katanya di desa sebelah sudah rawan maling, jadi anda harus berhati - hati juga jika misalnya tiba - tiba sudah sampai di desa ini malingnya."

__ADS_1


"Iya pak sekarang sudah lumayan mengerikan, karena belum lama ini aku melihat di sosial media bahwa ada maling yang sudah berani mencuri di siang hari."


"Iya tuan sekarang semakin ngeri, rata - rata mereka juga bisa menyamar sebagai apa saja dan kebanyakan mereka menyamar sebagai tukang rosok atau pemulung."


"Oh begitu ternyata modusnya, aku baru mengetahuinya."


"Benar tuan, ya sudah kalau begitu saya permisi pulang."


"Oh iya pak hati - hati."


"sampai jumpa tuan muda tampan," ucap pak satpam saat melihat wajah Ace.


"Iya pak," jawab Liam.


Tidak lama kemudian Pak Kang menghampiri Liam setelah pak satpam itu pergi keluar dari gerbang rumahnya.


"Apakah kita perlu memasang CCTV tambahan tuan?" tanya Pak Kang.


"Sepertinya tidak pak, karena CCTV rumah kita yang diluar juga sudah dapat melihat secara keseluruhan dengan sangat jelas."


"Baik tuan."


"Apakah mereka masih berada di tempatnya?"


"Baguslah jika seperti itu. Oh ya waktu itu daddy rencananya akan semakin memperketat keamanan untuk menjaga Rosie."


"Apakah nona Rosie sedang berada dalam bahaya tuan?" tanya Pak Kang penasaran.


"Bukan sedang berada dalam bahaya namun daddy khawatir jika ada yang mengambil Rosie dari keluarga ini. Mommy merasa sangat khawatir jika misalnya suatu saat Rosie diambil oleh orang tua kandungnya."


"Bukankah mereka tetap tidak akan bisa mengambil nona Rosie karena sudah ada surat adopsi yang diurus di pengadilan ya tuan?"


"Benar pak namun mommy merasa sangat khawatir sekali akan hal itu, jadi daddy akan mengurangi jumlah bodyguardnya untuk dipindah tugaskan menjaga Rosie."


"Oh begitu, apa saya juga perlu ikut turun tangan?"


"Tidak perlu Pak Kang, aku ingin jika kamu fokus untuk menjaga Jane dan juga baby Ace saja."


"Baik tuan."


"Tolong titip mereka berdua jika aku sedang tidak berada di rumah."

__ADS_1


"Baik tuan."


"Oh ya aky ingin kamu menjaga para wanita di rumah ini termasuk bibi juga ketika aku sedang pergi."


"Baik tuan, saya akan berusaha melaksanakan perintah anda dengan sebaik mungkin."


"Terima kasih."


"Sama - sama tuan."


"Oh ya pak, apa selama di studio ada yang macam - macam dengan Jane?"


"Tidak ada tuan, memangnya kenapa?"


"Siapa tahu ada yang genit dengan Jane, pokoknya nanti kalau ada yang genit dengannya maka marahi saja dia."


"Siap tuan," ucap Pak Kang tersenyum.


"Aku tidak suka jika ada yang genit dengan istriku."


"Iya tuan."


Setelah itu Liam membalikkan tubuh baby Ace dan memberinya susu karena baby Ace terlihat sangay lapar. Liam kemudian melepas kaosnya hingga memperlihatkan tubuhnya yang kekar, dan kemudian dia berolahraga ringan di dekat baby Ace sembari menjaganya. Setelah sekiranya cukup mendapatkan sinar matahari, Liam lalu membawa baby Ace masuk ke dalam dan menidurkannya di stroller bayi. Liam sengaja melakukan hal itu karena dia ingin membuat sarapan untuknya dan juga untuk istrinya, jadi dia meletakkan baby Ace disana agar tidak jatuh.m saat ditinggal masak. Beberapa jam kemudian saat siang hari mereka bertiga pergi membeli mie ayam sesuai perjanjian tadi.


"Wah mie ayam baksonya kelihatan sangat menggoda sekali," ucap Liam sembari memperhatikannya.


"Makanlah! nanti kalau kurang nambah lagi."


"Iya sayang," ucap Liam yang kemudian mulai menyantap mie ayam bakso itu.


"Oh ya tadi aku perhatikan dari kamar, kamu terlihat sangat serius sekali saat sedang berbincang dengan Pak Kang."


"Oh kelihatan dari atas ya?"


"Iya hubby, memangnya kalian berdua sedang membicarakan hal apa?"


"Oh itu kami berdua sedang membicarakan mengenai keamanan rumah, karena katanya di desa sebelah sudah rawan maling."


"Oh begitu, lalu?"


"Pak Kang bertanya apakah akan memasang CCTV tambahan atau tidak namun berkata tidak, karena CCTV di luar sudah sangat jelas."

__ADS_1


"Oh begitu."


__ADS_2