Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #190


__ADS_3

Jane berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman Liam namun ternyata cengkraman Liam lebih kuat sehingga Jane tidak mempunyai tenaga untuk melepaskan diri. Liam mulai mengendus - ngendus leher Jane yang mempunyai bau harum itu sembari menciumi leher jenjangnya itu. Liam lalu melihat bahwa Jane mengenakan sebuah kalung berliontin bulan sabit yang merupakan pemberiannya saat menjadi seserahan pernikahan mereka berdua waktu itu. Ternyata waktu itu Liam tidak salah pilih karena kalung itu menjadi sangat indah ketika Jane yang mengenakannya, apalagi malam itu Jane terlihat sangat sexy mengenakan piyama yang berbahan satin dengan rambutnya yang terurai. Liam kemudian melepaskan cengkramannya dan pergi ke kamar mandi, sedangkan Jane lalu duduk di atas ranjangnya sembari bersandar di headboard ranjang sembari berfikir apa yang membuat Liam melepas cengkramannya tadi.


Selesai dari kamar mandi Liam langsung bersiap tidur dengan tubuhnya yang membelakangi Jane, sehingga membuat Jane mengurungkan niatnya untuk berbicara dengan Liam setelah dia dari kamar mandi. Jane lalu ikut tidur dan keesokan harinya saat Jane terbangun dari tidurnya, dia mendapati Liam sudah tidak berada tepat di sebelahnya. Dengan masih mengenakan piyamanya itu Jane turun ke bawah untuk mencari Liam, karena siapa tau Liam sedang berada di area lantai satu. Kondisi rumahnya masih sangat sepi karena bibi belum bekerja di rumah itu dan masih berada di rumah utamanya, karena Liam meminta bibi untuk ikut dengannya mulai bulan depan saja setelah mereka berdua selesai honeymoon dan Liam sudah mulai bekerja.


Jane lalu pergi ke dapur dan dia menemukan sepiring sandwich daging di atas meja dengan secarik kertas catatan yang tertulis bahwa dia harus pergi sampai nanti siang karena ada sebuah tugas untuknya. Seketika raut wajah Jane menunjukkan ekspresi sedih karena seharusnya dia pergi berjalan - jalan dengan suaminya itu, eh malah ditinggal di rumah yang lumayan besar itu sendirian. Jane lalu memakan sandwich daging buatan Liam dan meminum segelas susu sebagai menu sarapannya pagi itu. Setelah itu Jane kembali ke kamarnya untuk mandi, dan selesai mandi Jane memeriksa handphone miliknya yang ternyata ada pemberitahuan bahwa Liam sudah mentransfer sejumlah uang yang cukup besar di rekeningnya agar Jane bisa berbelanja di mall sehingga dia tidak merasa bosan.


"Rasanya aku seperti telah mengalami cinta satu malam, karena dia tiba - tiba menghilang saat aku bangun dari tidurku dan saat itu juga aku mendapat transferan sejumlah uang darinya."


Benar saja saat Jane pulang dari mall di siang hari, Liam sudah berada di rumah memasak makan siang.


"Wah kebetulan sekali kamu pulang saat aku baru saja selesai memasak makan siang," ucap Liam mematikan kompor.


"Kamu darimana saja?" tanya Jane menghampiri Liam.


"Oh aku tiba - tiba mendapat tugas untuk ikut meeting penting, maaf aku meninggalkan kamu saat pagi hari."


"Tidak apa - apa."


Pak Kang masuk ke dalam rumah sembari membawa beberapa paperbag berisi barang belanjaan Jane "ini diletakkan dimana nona?"


"Diletakkan di atas sofa saja pak."


"Baik nona," ucap Pak Kang menata paperbag itu di atas sofa.


"Terima kasih Pak."


"Sama - sama nona, kalau begitu saya permisi."


"Okay."


"Wah kamu belanja apa saja sampai sebanyak itu?" tanya Liam penasaran.


"Belanja bumi seisinya," jawab Jane ketus.


"Keren dong."


Jane lalu memperhatikan pakaian yang dikenakan oleh suaminya itu "aku sudah membelikan kamu beberapa pasang baju termasuk jas untuk pergi ke kantor."


"Oh, kenapa?"


"Semua pakaianmu sudah jelek, termasuk yang sedang kamu pakai ini."


Liam lalu melihat baju yang sedang dia pakai "perasaan tidak jelek."

__ADS_1


Jane lalu mengambil sebuah paperbag "ini, ganti bajumu sekarang!"


"Tidak mau, aku tidak terbiasa memakai baju yang belum dicuci setelah dibeli."


"Okay."


"Ayo kita makan siang, nanti makannya keburu dingin."


"Ya sudah," ucap Jane meletakkan paperbag tersebut di atas sofa.


"Ini makan yang banyak," ucap Liam tersenyum.


"Lalu kamu?"


"Bukankah ini terbalik? mengapa kamu bekerja dan memasak juga?"


"Tidak apa - apa, aku sangat suka memasak."


"Lalu kalau kamu yang bekerja serta mengerjakan pekerjaan rumah, lalu tugasku sebagai istrimu apa?" tanya Jane bingung.


"Tugasmu hanyalah menghabiskan uangku, itu saja yang aku inginkan."


"Kenapa begitu?"


Beberapa menit kemudian Liam telah menyelesaikan makan siangnya saat dia hendak berdiri tiba - tiba Jane menahannya "sudah, aku saja yang mencuci piringnya."


"Tidak apa - apa, hanya sedikit kok."


"Tidak, kamu duduk diam sembari menonton televisi saja."


"Oh okay."


Jane lalu membereskan semua piring dan mencuci semua peralatan makan yang kotor setelah digunakan, sedangkan Liam hanya duduk di sofa sembari menonton kartun spongebob. Melihat paperbag milik Jane yang masih berada di atas sofa, Liam kemudian memindahkannya ke kamar pribadi namun Jane lalu meminta satu paperbag berisi pakaian untuk Liam karena akan langsung dicuci olehnya. Kebetulan cuaca pada hari itu sedang panas jadi mungkin pada saat sore hari pakaiannya sudah kering dan Liam bisa langsung menggunakannya. Melihat Jane yang keluar sembari membawa kerangjang pakaian basah, Liam lalu menghampirinya dan membantu Jane membawakan keranjang tersebut sampai ke rooftop. Jane sangat tercengang ketika melihat penampakan rooftop di rumah barunya karena terdapat kolam renang dan juga kursi santai di tepi kolam renang kecil. Tidak hanya itu, di sana juga terdapat sofa serta minibar dengan atap yang bisa dibuka tutup secara otomatis.


"Ini rooftop rumah kita?"


"Ya iyalah, memangnya tadi kita menyebrang ke dimensi lain non?"


"Ihh."


"Mau aku bantuin?"


"Tidak perlu, lebih baik kamu temani aku saja menjemur pakaian disini."

__ADS_1


"Ya sudah kalau itu keinginanmu."


Liam lalu duduk di sofa sembari memperhatikan Jane yang sedang menjemur pakaian, dan begitu selesai menjemur pakaian Jane langsung melepas pakaiannya lalu menceburkan dirinya ke dalam kolam renang. Liam terus memperhatikan istrinya itu berenang dengan hanya menggunakan pakaian bikini sehingga semakin memperlihatkan tubuhnya yang sexy.


"Hubby kemari, temani aku berenang."


"Tidak mau."


"Kenapa?"


"Aku sedang tidak ingin berenang."


Jane lalu mendekati Liam "ayolah hubby."


"Tidak sayang, apa kamu tidak takut gosong karena berenang saat cuaca sedang panas?"


"Tidak. Mmmm hubby, pengen dipeluk."


"Ya sudah sini," ucap Liam sembari menggendong Jane dan membawa kepangkuannya.


"Kenapa hubby tidak berpamitan kepadaku tadi pagi?"


"Aku tidak ingin membangunkan kamu saat tengah tertidur nyenyak."


"Oh, lalu kapan kita akan pergi honeymoon?"


"Kalau besok lusa bagaimana?"


"Okay hubby, kita jadi pergi kemana?"


"Katanya ke Paris?"


Jane lalu menyandarkan kepalanya di dada Liam "Kalau ke Santorini aku akan membawa bikini untuk ke pantai."


"Kenapa harus pakai bikini?"


"Ya tidak apa - apa."


Liam lalu mencium kening Jane "terserah kamu saja."


"Hubby aku tiba - tiba mengantuk."


"Ya sudah tidurlah," ucap Liam mengambil pool towel dan menyelimutkannya ke tubuh Jane.

__ADS_1


"heem."


__ADS_2