Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #56


__ADS_3


Setelah itu mereka berempat pergi ke mall bersama untuk berjalan - jalan. Mereka lalu mengendarai sepeda motor mereka untuk pergi ke mall yang letaknya tidak terlalu jauh dari restaurant milik keluarga Liam. Sesampainya di mall, Gita langsung menarik tangan Jane untuk pergi ke toko make up. Jane hanya menurut saja ajakan dari Gita lalu Jane mengikutinya pergi ke toko make up tersebut, sedangkan Liam dan Ricko juga mengikuti mereka berdua dari belakang. Sesampainya di toko tersebut, Gita dan Jane langsung melihat - lihat semua make up yang disana tetapi mata Jane tiba - tiba tertuju oleh sebuah cat kuku yang berada di etalase. Jane kemudian mendekati etalase tersebut dan memilih warna cat mana yang akan dia beli. Saat sedang fokus memilih, Liam kemudian berdiri di samping Jane dan ikut melihat cat kuku yang berada di etalase tersebut.


Jane lalu menoleh ke arah Liam "sedang apa kamu disini?"


"Ya aku hanya mengikutimu, sama seperti Ricko yang juga mengikuti Gita."


Jane hanya menganggukkan kepalanya, lalu Jane meminta karyawan tersebut untuk mengambil warna cat kuku yang telah di pilihnya. Jane kemudian menunjukkan cat kuku tersebut kepada Liam "bagaimana dengan warna yang ini?"


"Bagus."


"Kalau yang ini?"


"Itu juga bagus."


Jane lalu mengambil warna cat kuku yang berbeda untuk ketiga kalinya, dan menunjukkan kepada Liam kembali karena Jane merasa bingung "kalau yang ini bagaimana Chicken?"


"Itu bagus juga sih?"


Jane merasa sedikit kesal karena Liam terus saja mengatakan bagus dengan cat kuku yang di tunjukkan kepada Liam lalu memukul kepala Liam "kamu ini selalu bilang bagus, kan aku jadi bingung mau memilih yang mana."


Liam merintih kesakitan, lalu mengusap kepala yang sehabis di pukul oleh Jane "aww sakit Kitten."


"Habisnya kamu membuat aku kesal."


"Ya sudah begini saja, sekarang kamu suka cat kuku yang warna apa?"


Jane terdiam dan berfikir sejenak. Liam yang mengetahui jika Jane sedang bingung, lalu Liam berbicara kepada karyawan toko tersebut "saya akan mengambil 3 botol cat yang ini."


Jane merasa terkejut "jangan! satu saja sudah cukup dan saya akan memilih yang warna ini saja," ucapnya sembari menunjuk ke warna cat yang bewarna merah itu.


Liam lalu berbicara kembali kepada karyawan toko tersebut "saya akan membeli semua cat kuku yang berada di etalase ini, dan saya yang akan membayarnya agar wanita ini tidak perlu lagi berfikir dengan keras."


"Baik tuan."

__ADS_1


Jane lalu menghentikan karyawan itu "jangan dengarkan dia, saya akan mengambil 3 warna cat kuku ini saja sudah cukup."


Karyawan itu kemudian menuruti perintah dari Jane lalu dia mengambil 3 warna cat kuku tersebut dan menaruhnya di kasir. Jane kemudian berbicara kepada Liam "kamu ini, tolong jangan seperti ini lagi aku merasa tidak enak denganmu."


"Aku paling tidak suka jika ada seseorang yang harus berfikir lama untuk menentukan apa yang ingin dia pilih termasuk kamu."


"Iya Chicken, iya. Kali ini aku saja yang akan membayarnya."


"Tidak, biar aku saja yang membayarnya."


"Tapi aku merasa tidak enak kepadamu karena setiap kali kita pergi selalu saja kamu yang membayarnya."


"Tidak apa - apa, kamu cukup diam dan turuti saja perintah dariku."


Jane hanya diam saja, setelah itu Jane pergi berkeliling toko tersebut sedangkan Liam tetap saja mengikuti Jane di belakangnya walaupun Jane sudah berusaha untuk mengusirnya agar tidak mengikutinya. Bukannya Jane tidak suka atau bagimana, tetapi Jane merasa tidak enak kepada Liam karena setiap kali dia melihat atau memegang benda yang dijual di toko tersebut, pasti Liam langsung memanggil karyawan toko untuk mengambil benda yang di pegang oleh Jane dan menaruhnya di kasir. Sedangkan Ricko dan Gita juga masih asik di toko tersebut sembari melihat - lihat barang yang dijual toko itu dengan tenang dan santai bahkan terkadang mereka berdua juga bercanda gurau satu sama lain.


Berbeda dengan Liam dan Jane yang selalu saja ribut dan berdebat karena tingkah berlebihan Liam yang membuat Jane kurang nyaman berbelanja dengan Liam hingga membuat Jane sedikit frustasi lalu mendorong tubuh Liam untuk pergi darinya. Selesai berkeliling toko tersebut, Mereka berempat lalu memutuskan untuk membayar semua belanjaan mereka di kasir. Sesampainya di kasir Ricko dan Gita merasa terkejut karena baru beberapa menit di toko tersebut, Jane sudah terlihat seperti memborong semua barang yang ada di toko tersebut karena kelakuan Liam. Karena Gita dan Ricko telah selesai duluan, akhirnya mereka berdua menunggu di depan toko diikuti oleh Jane yang juga berada di samping mereka berdua karena diusir oleh Liam.


Jane menghela nafasnya, lalu Gita bertanya "kamu kalau belanja memang banyak seperti itu ya?"


Jane kemudian menatap Ricko dengan kesal "ini semua karena tingkah laku dari sahabat kesayanganmu itu, ah aku jadi malas jika bersama Chicken satu itu."


"Huh, untung saja aku bisa membatalkan beberapa barang itu sebelum dibeli olehnya. Padahal aku hanya melihat barang - barang itu tetapi dia langsung mengambil dan meletakannya di kasir."


"Hahaha tidak apa - apa Jane, dia artinya sayang sama kamu."


Jane lalu memutar bola matanya "tidak apa - apa bagaimana? aku yang merasa tidak enak dengannya Gita."


Ricko dan Gita kemudian tertawa bersama mendengar keluh kesah dari Jane. Beberapa menit kemudian Liam datang menghampiri mereka bertiga dengan membawa paper bag yang berisi semua barang yang Jane inginkan walau sebenarnya bukan keinginan dari Jane. Setelah itu mereka berempat melanjutkan berjalan - jalan di area mall tersebut sembari berbincang dan bercanda ria. Mereka mengunjungi beberapa toko demi toko untuk melihat dan membeli barang yang mereka inginkan. Liam dan Ricko juga mengunjungi toko game untuk membeli vidio game yang mereka inginkan, sedangkan Jane dan Gita hanya menunggu mereka berdua sembari duduk di sebuah kursi yang telah di sediakan.


Liam kemudian mengambil sebuah DVD vidio game dan menunjukkannya kepada Ricko "sepertinya game ini sangat seru, mau membelinya?"


Ricko lalu mengambil DVD tersebut "sepertinya begitu, tapi bagaimana jika kita melihat - lihat yang lain terlebih dahulu?"


"Baiklah."

__ADS_1


Lalu mereka berdua melihat - lihat semua DVD vidio game yang lain, tiba - tiba Ricko menepuk punggung Liam "hei."


"Ada apa Ric?"


"Aku ingin berbicara kepadamu sebentar saja."


"Baiklah, apa yang ingin kamu bicarakan kepadaku?"


"Jangan bersikap berlebihan seperti itu kepada Jane!"


"Memangnya kenapa?"


"Jane merasa tidak nyaman jika kamu memperlakukannya seperti tadi, dasar bodoh."


"Bukankah wanita menyukai seperti itu?"


"Jika wanita matre pasti akan menyukai perlakuanmu seperti tadi, tapi Jane itu berbeda dan dia merasa sangat tidak nyaman jika kamu bersikap seperti tadi."


"Tapi bukankah setiap barang yang di pegang atau dilihat oleh orang terutama wanita berarti tandanya mereka menyukainya ya?"


"Tidak seperti itu bodoh, kamu salah pemahaman. Mungkin mereka hanya ingin melihatnya saja atau mengecek barang tersebut."


"Terus aku harus bagaimana dong?"


"Berhenti bersikap seperti tadi dan buatlah Jane merasa nyaman denganmu tanpa perlakuan yang berlebihan."


"Tapi aku merasa kurang keren jika tidak membayar semua belanjaan dia."


Ricko kemudian menepuk dahinya "kamu ini sebenarnya polos atau bagaimana sih? maksud aku ya bukan itu dasar bodoh, maksud aku itu kamu boleh membayari belanjaan dia tetapi jangan berniat memborong satu mall atau jangan langsung membayar barang yang hanya ingin dia lihat saja."


"Maksudnya?"


"Maksud aku itu jangan buru - buru membayar suatu barang yang baru dilihatnya sebelum dia menginginkannya untuk membeli barang tersebut. Paham tidak?"


"Iya iya aku paham."

__ADS_1


"Baguslah."


Note: Jangan lupa like episode ini ya, untuk keberlangsungan cerita ini.


__ADS_2