Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #420


__ADS_3

Rosie dan Leon lalu berjalan menuju ke sebuah restaurant yang menjual burger, dan setelah itu mereka berdua memesan burger dengan cola. Mereka berdua masih berbincang - bincang mengenai banyak hal, dan begitu selesai mereka langsung pergi ke timezone untuk bermain game. Leon mencoba mendapatkan sebuah boneka dari permainan claw machine agar dia bisa memberikannya untuk Rosie. Terhitung sudah 3 kali Leon mencoba mendapatkan boneka dari mesin tersebut namun dirinya belum berhasil mendapatkan apapun, sedangkan Rosie pergi ke permainan dance yang merupakan permainan kesukaannya.


Leon terus mencoba dan tidak menyerah sama sekali sebelum dia mendapatkan boneka itu, dan saat dia mencoba lagi akhrinya dia berhasil mendapatkan boneka berbentuk beruang. Leon kemudian menghampiri Rosie dengan niatan memberikan boneka hasil tangkapannya, akan tetapi sesampainya disana dia justru merasa terpana dengan kecantikan Rosie. Dia terlihat sangat menawan meskipun dia sedang melakukan sebuah dance disana, dan begitu dia selesai Leon langsung memberikan boneka tersebut kepada Rosie.


"Ta-da, aku mendapatkan boneka ini untukmu."


"Wah terima kasih banyak Leon," ucapnya dengan tersenyum.


"Sama - sama hehe."


"Mau pergi ke photoboth?" tanya Rosie.


"Boleh, mari kita mencobanya."


Mereka berdua lalu memasuki sebuah ruangan kotak kecil dan mulai bergaya untuk berfoto. Mereka sudah terlihat sangat akrab sekali dan hasilnya foto itu sangatlah menggemaskan. Mereka menampilkan gaya yang menggemaskan dengan memakai atribut yang telah disediakan di ruangan itu. Setelah itu barulah mereka berdua kembali melanjutkan berkeliling mall. Secara tidak sengaja mereka memasuki sebuah toko perhiasan untuk sekedar melihat - lihat saja, karena Rosie ingin mengganti cincin yang dia pakai namun ternyata dia masih bingung.


"Mari silahkan, ada yang bisa saya bantu?" tanya karyawan itu.


"Saya hanya melihat - lihat saja karena sedang berniat ingin mengganti cincin saya," ucap Rosie.


"Baik nona silahkan dilihat - lihat barangkali ada yang cocok, dan ini ada design cincin yang bagus untuk tunangan jika anda menginginkannya."


"Eh tidak, saya hanya melihat - lihat cincin yang biasa saja kok hehe."


"Baiklah nona, ini ada model terbaru cincin berlia yang sangat cocok untuk anda."


"Wah benar, ini sangat indah."


Sedangkan Leon pergi ke sisi lain untuk melihat - lihat yang lainnya.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?"


"Saya ingin melihat cincin yang ini karena terlihat sangat bagus."


"Wah benar tuan, cincin ini memang diciptakan sepasang khusus untuk para pasangan."


"Oh begitu."


"Anda ingin mengambilnya?"


"Wah cincin ini sangat bagus dan pasti sangat mahal harganya," gumam Leon di dalam hati.


Tidak lama kemudian Rosie datang menghampiri Leon.


"Sedang melihat apa?" tanya Rosie penasaran.


"Aku sedang melihat cincin ini karena terlihat sangat bagus dan elegan."


"Oh benar aku juga setuju dengan ucapanmu, akan tetapi cincin ini sangat bagus untuk sebuah pasangan."


"Benar."


"Mari kita pulang," ucapnya mengajak Leon.


"Baiklah."

__ADS_1


Mereka berdua keluar dari toko tersebut dan mereka berjalan - jalan sembari berbincang.


"Kamu jadi membeli cincin tadi?" tanya Leon.


"Jadi dong, ini sangat bagus jadi aku langsung membelinya."


"Oh begitu, andaikan aku punya uang yang banyak sepertimu pasti aku juga akan membeli cincin yang tadi untuk kita berdua."


Seketika Rosie langsung tersipu malu.


"Mmm untuk kita berdua?"


"Iya untuk kita berdua, aku ingin segera melamarmu jika aku mempunyai pekerjaan yang mapan dan bergelimang harta."


"Kamu kan masih kuliah, dan akupun juga sama sepertimu."


"Iya benar, tetapi aku dari dulu mempunyai pekerjaan sampingan untuk membantu perekonomian keluargaku."


"Apa itu?"


"Menjadi photografer dan terkadang bekerja parttime di sebuah cafe."


"Oh begitu, kamu keren sekali."


"Iya dong, jadi lelaki itu harus pekerja keras hehe."


"Benar."


"Mmm apa tidak masalah jika kamu jalan denganku?" tanya Leon secara tiba - tiba.


"Kamu kan tahu bahwa aku ini hanyalah seorang lelaki dari keluarga yang biasa saja, dan tidak seperti keluargamu yang kaya raya itu."


"Menurutku tidak masalah jika aku jalan berdua denganmu meskipun kamu dari keluarga yang biasa saja, karena yang terpenting kamu orangnya baik hati dan menyenangkan."


"Kita sekarang berteman?" tanya Leon tersenyum.


"Baiklah, mari kita berteman."


"Terima kasih sudah bersedia berteman denganku yang dari kalangan menengah kebawah."


"Iya sama - sama, aku juga terima kasih kepadamu karena telah memberikan boneka yang lucu ini."


"Sama - sama."


"Jadi kenapa kamu masuk ke jurusan photographer?"


"Karena aku suka, entah mengapa tiba - tiba aku suka dengan hal tersebut dan jadilah aku masuk ke jurusan itu."


"Oh begitu, menarik."


Setelah itu mereka berdua pulang karena hari sudah malam, dan Leon sekarang sedang mengantarkan Rosie pulang ke rumahnya dengan selamat sampai tujuan. Leon merasa sangat senang karena akhirnya dia bisa hangout berdua atau ngedate dengan Rosie, karena selama ini dia selalu berharap bahwa suatu saat dia bisa hangout dengannya. Ternyata Rosie orangnya sangat ramah dan baik hati meskipun dia berasal dari keluarga yang kaya raya. Pantas saja dia menjadi primadona kampus, karena selain wajahnya tang cantik dia juga memiliki hati yang baik.


Disisi lain Liam saat ini sedang mencuci piring di dapur setelah makan malam. Tiba - tiba Jane menghampiri Liam dan menepuk pantatnya, dan setelah itu dia memeluknya dari belakang. Liam hanya tersenyum sembari terus melanjutkan kegiatannya agar cepat selesai, dan setelah itu dia bisa tidur.


"Kenapa sayang, heum?" tanya Liam.

__ADS_1


"Hari kebalikan, memangnya enak diperlakukan seperti itu?"


"Ya kalau aku yang melakukannya kepadamu ya enak - enak saja hehe."


"Haisss hubby ini sangat menyebalkan sekali," ucap Jane cemberut.


"Hahhaha kamu semakin menggemaskan jika seperti itu, sini cium dulu."


"Tidak mau!!"


"Kenapa?"


"Malas, hubby menyebalkan."


"Dih. Ahh akhirnya sudah selesai juga, mari saatnya kita tidur."


"Hmmm."


Liam langsung menggendong Jane hingga membuatnya berteriak, dan setelah itu Liam meletakkan Jane di atas ranjangnya.


"Kamu terlihat sangat menggemaskan sekali."


"Aku memang sudah begitu sejak dulu."


"Benar sih, apalagi saat zaman dulu pipimu yang chubby itu saat sedang memakan starwberry.


"Iya sih hahaha."


"Kenapa kamu sangat menyukai strawberry?"


"Karena sangat lezat, lalu kenapa kamu menyukai alpukat?"


"Karena manis apalagi jika membuat jusnya 3 sendok makan, mmm sangat lezat."


"Hati - hati jangan kebanyakan gula, nanti kamu terkena diabetes."


"Iya sih benar, akan tetapi aku menjadi tidak nafsu makan jika rasanya tidak manis."


"Oh begitu, besok akan ku kurangi komsumsi gula untukmu."


"Tidak mau, nanti jadi tidak enak hufftt."


"Kita lihat saja besok."


"Terserah."


"Oh ya Rosie sudah pulang?"


"Sudah, tadi sudah diantarkan Leon ke rumah. Tadi aku juga berkata kepadanya jangan pulang melebihi jam 8 malam."


"Eh kenapa pendek sekali jamnya?"


"Tidak apa - apa, itu baru awalan saja nanti akan ku naikkan jam batasnya."


"Hmm baiklah."

__ADS_1


__ADS_2