Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #382


__ADS_3

Setelah itu Jane bersandar di bahu Liam sembari ikut membaca sebuah novel yang sedang Liam baca. Ternyata benar ucapan Liam bahwa dia selalu membaca memindai, dan buktinya adalah saat Jane baru mendapat separuh halaman namun ternyata Liam sudah membalikkan halaman tersebut ke halaman baru. Akhirnya Jane menyerah dan memilih menatap halaman bukunya saja serta sesekali menatap Liam yang sedang fokus membaca buku. Saat jam 11 malam Liam lalu menutup bukunya dan pergi tidur, akan tetapi sebelum itu dia mencium bibir Jane sekilas terlebih dahulu karena memang itu kebiasaannya setiap malam sebelum tidur.


Setelah itu barulah Jane memeluknya saat tengah tertidur nyenyak. Pada pagi hari saat matahari terbit dari ufuk timur, Jane sedang duduk di meja riasnya dan mengikat rambutnya. Dia sedang bersiap untuk memulai hari sebagai seorang istri sekaligus sebagai seorang ibu. Mungkin dahulu dia masih bisa bermalas - malasan di pagi hari namun sekarang dia sudah harus bangun pagi untuk mempersiapkan perlengkapan suaminya seperti, setelan jas, sepatu yang sudah di bersihkan, dan handuk mandi yang baru untuk suaminya.


Sebelum dia mempersiapkan semuanya Jane pergi mandi terlebih dahulu, barulah dia menyiapkan itu semua setelah selesai mandi. Setiap hari Senin malam biasanya Jane sudah menggantung semua setelah jas yang baru saja diantar oleh laundry, dan dia kemudian memasangkan label di jas tersebut mulai dari hari Senin sampai Jumat untuk mempermudah dia menyiapkannya. Semua label - label itu dia buat sendiri setelah dia membeli beberapa setelah jas baru untuk mengganti milik suaminya yang dia buang karena sudah usang.


Terkadang Jane juga sudah menyemir sepatu - sepatu kerja milik suaminya agar terlihat lebih bersih dan berkilau. Setelah Selesai menyiapkan itu semua, barulah Jane membangunkan suaminya untuk mandi. Saat suaminya sedang mandi biasanya Jane pergi menengok baby Ace di kamarnya, dan setelah dia bangun pasti Jane langsung memberinya susu serta memandikannya. Beberapa menit kemudian setelah suaminya pergi ke kantor, Jane kemudian menjemur baby Ace di bawag sinar matahari agar dia mendapatkan vitamin D serta terhindar dari penyakit kuning.


"Baby Ace sedang dijemur ya nyonya?" tanya bi Ijah.


"Iya bi, agar baby Ace mendapatkan vitamin D."


"Benar itu nyonya, vitamin D memang bagus untuk seorang bayi agar tidak terkena penyakit kuning. Dahulu ada tetangga saya yang harus opname di rumah sakit karena bayinya kuning."


"Oh astaga, lalu bagaimana bi?" tanya Jane penasaran.


"Sekarang ya alhamdulillah sehat - sehat saja anaknya."


"Syukurlah."


"Merawat bayi itu susah - susah gampang sih nyonya, dan yang terpenting selalu mendengarkan apa yang dokter katakan setelah selesai konsultasi."


"Benar bi, kita juga selalu melakukan apa yang diminta oleh dokter agar baby Ace selalu sehat."


"Iya nyonya."


"Bi Melati kemana bi?"


"Oh Melati sedang menyapu halaman belakang sembari membersihkan kolam renang nyonya, kemarin habis hujan deras jadi halamannya kotor karena daun - daun berserakan."


"Iya bi dari kemarin siang sudah hujan terus, dan paginya saja sudah mendung kan?"


"Benar nyonya, maklum sekarang sudah mulai musim penghujan."


"Pantas saja sudah mulai banyak yang menanam padi di sawah sana."


"Sawah mana nyonya?"

__ADS_1


"Itu sawah di desa ini, rumah kita ke selatan terus nanti banyak hamparan sawah yang masih luas."


"Oh iya ya, saya lupa nyonya hehe."


"Tidak apa - apa bi."


"Maklum sudah tua jadi sudah mulai pikun."


"Mmm bibi tidak pulang kampung mengurus sawahnya?"


"Tidak nyonya, sawah bibi sudah ada yang mengurusnya yaitu suami bibi namun setiap panen pasti bibi pulang kampung untuk membantu memanen hasil pertanian."


"Oh begitu, hasilnya banyak bi?"


"Ya lumayan banyak nyonya, kalau padi mungkin bisa sampai 5 karung lebih namun ya terkadang ada saja yang gagal sehingga yang jadi beras hanya 3 atau 4 karung saja, jika hasilnya 5 karung."


"Kenapa begitu bi?"


"Banyak yang tidak ada isinya saat digiling, mungkin sudah dicuri oleh burung pipit namun ada juga yang karena kualitasnya jelek."


"Oh, selain itu bibi menanam apa disawah biasanya?"


"Itu hasilnya dijual lagi ya bi?"


"Iya, biasanya sudah langganan pengepul gitu jadi kita timbang dari rumah dan sesampainya disana langsung dikumpulkan."


"Sistemnya bagaimana bi?"


"Biasanya sih sampai sana tetap ditimbang sendiri dan setelah itu diberi uang."


"Lalu si pengepul itu menjualnya lagi ke pasar ya bi?"


"Benar nyonya."


"Oh begitu, tetapi jenis tumbuhan yang ditanam di dataran rendah dan di dataran tinggi itu berbeda jenisnya ya bi?"


"Iya nyonya. Apa nyonya ingin mencoba untuk menanam di sawah?"

__ADS_1


"Tidak bi, aku takut ada ular hih."


Bibi langsung tertawa mendengar jawaban Jane, dan setelah itu Jane langsung menggendong baby Ace ke dalam rumah untuk dipakaikan baju. Setelah itu Jane juga memberinya susu karena baby Ace tadi menangis ingin minta susu. Saat siang hari Jane lalu pergi membawa baby Ace ke baby spa bersama dengan Pak Kang. Jane sebenarnya juga ingin memotong rambut baby Ace yang menurutnya sudah panjang dan tebal, takutnya nanti baby Ace akan merasa risih jika rambutnya tidak dipotong apalagi terkadang baby Ace juga suka menjambak rambutnya sendiri. Sesampainya di sana baby Ace dipijat terlebih dahulu, baru setelah itu dipotong rambutnya.


"Baby Ace rambutnya sedang dipotong ya nyonya?"


"Iya Pak Kang, dari kemarin aku ingin sekali memotong rambutnya karena terkadang dia menjambak rambutnya sendiri jika tidak dipakaikan sarung tangan."


"Oh begitu, padahal rambut baby Ace terlihat bagus karena tebal sekali."


"Iya Pak Kang sebenarnya sayang, tapi ya mau bagaimana lagi."


"Benar nyonya."


"Daripada nanti tiba - tiba dia menangis sendiri karena menjambak rambutnya hahaha."


Pak Kang langsung ikut tertawa.


"Hahaha ternyata bayi juga bisa bersandiwara ya?"


"Bisa dong Pak Kang."


1 jam kemudian setelah selesai di baby spa, mereka bertiga lalu pergi ke mall untuk membeli bedak, sabun, dan lain sebagainya. Jane juga melihat - lihat baju bayi sembari menggendong baby Ace yang tengah tertidur setelah dipijat.


"Bajunya yang ini lucu sekali, apalagi beannie nya."


"Benar nyonya, sepertinya sangat cocok untuk baby Ace."


"Pak Kang benar sekali, aku akan membeli yang warna cokelat muda ini."


"Tidak ingin yang bewarna biru?" tanya Pak Kang.


"Tidak, biru kan warna kesukaan Liam dan aku akan menjauhkan baby Ace dari warna biru agar tidak seperti daddynya."


"Hahaha nyonya ini ada - ada saja."


"Sejujurnya aku sangat pusing jika terus menerus melihat warna biru, dan rasanya sangat membosankan sekali."

__ADS_1


"Kenapa begitu nyonya?"


"Tidak tahu juga."


__ADS_2