Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #440


__ADS_3

Jane kembali memasak hidangan makan siang, sedangkan Josh duduk di kursi mini bar sembari melihat Jane memasak. Josh merasa bahwa penempatan meja mini bar di bagian dapur sangatlah cocok karena itu bisa menjadi tempat untuk bersantai sembari makan, dan tidak selalu monoton di ruang makan. Apalagi sepertinya sangat mendukung untuk bekerja dari rumah juga. Memang sepertinya Liam sangatlah pandai mendesign rumah dan dekorasinya juga.


Josh tahu bahwa rumah itu murni hasil design dari Liam sendiri karena Liam pernah memberitahunya, dan katanya itu disesuaikan oleh jiwa mager Liam yang lebih betah dirumah daripada pergi keluar. Liam memang ingin membuat rumah yang nyaman dan yang membuatnya betah berlama - lama di rumah. Liam kemudian datang menghampiri mereka berdua dan langsung memeluk Jane dari belakang. Sepertinya Liam sekarang sudah mulai lebih terbuka untuk memamerkan kemesraan di depan keluarga serta teman - temannya.


Liam lalu membantu Jane untuk menyajikan hidangan makan siang, dan setelah itu mereka bertiga memakannya bersama di meja mini bar. Liam juga menceritakan bahwa sebentar lagi cafe miliknya akan segera dibuka, mendengar hal itu Jane dan Josh mengucapkan selamat karena itulah cafe yang diimpikan oleh Liam selama ini.


Setelah makan siang Liam langsung membantu Jane untuk merapikan barang belanjaannya tadi dan memasukkan.beberapa bahan makanan ke dalam kulkas. Josh merasa bahwa mereka berdua sangat kompak sekali dalam hal seperti ini, terlepas dari mereka berdua terkadang bertengkar satu sama lain. Setelah semuanya selesai, mereka bertiga memilih untuk berbincang santai di ruang tengah dan tidak lama kemudian Rosie datang dengan mengajak Leon.


"Liam aku pulang!" teriak Rosie menghampiri mereka bertiga.


"Iya, baguslah kamu pulang jam segini karena aku kira kamu pulang malam hari."


"Dih pulang malam memangnya seharian ngapain saja? kita berdua kan hanya bermain ke pantai dan dari pagi sampai siang sepertinya sudah cukup, iya lan Leon?"


"Iya Rosie."


"Ya iya sih benar memangnya mau ngapain saja seharian di pantai dari pagi sampai malam, memangnya kakakmu?" tanya Josh mengejek Liam.


"Dih apaan sih, aku kan waktu itu main hanya sebentar dengan Jane."


"Hilih sebentarnya sampai malam, ingat tidak waktu di villa? mereka berdua dari pagi sampai siang pergi menghilang entah kemana dan setelah itu dari sore sampai malam juga menghilang."


"Benar Josh, Liam dan eonni sangat mencurigakan sekali waktu itu."


"Haiss aku dan Jane hanya sedang membicarakan suatu hal, iya kan sayang?" tanya Liam mencari pembelaan.


"Iya hubby benar, lagipula oppa juga kenapasih curigaan terus."


"Ya masalahnya kalian berdua juga gerak - geriknya sangat mencurigakan."


"Eh kalian berdua sudah makan?" tanya Liam.


"Sudah bang, tadi pagi sudah sarapan disana terus pulangnya juga sempat mampir untuk makan siang."


"Oh ku kira belum, kalau belum sana ambil saja makanan dikulkas tapi masak sendiri hahaha."


"Kamu ini sebenarnya niat menawarkan makan atau tidak sih?" tanya Josh merasa bingung.


"Aku niat menawarkan tapi aku belum sempat masak, jadi makanya aku minta mereka untuk memasak sendiri."


"Hadehh kelakuan."


"Rosie, Leon diambilkan minum di kulkas!"


"Eh tidak perlu repot - repot kak hehe," jawab Leon.


"Tidak apa - apa Leon santai saja dan kalau perlu habiskan saja stock makanan mereka lagipula Jane baru saja dari supermarket hahaha," ucap Josh.


"Oh eonni habis dari supermarket?" tanya Rosie.

__ADS_1


"Iya Rosie."


"Yess," ucap Rosie yang langsung melenggang pergi ke dapur.


"Kamu kalau sama Rosie pasti hanya jajan terus kerjaannya, makanya aku berkata seperti ini supaya kamu tidak heran jika misalnya dia sedang pergi bersamamu pasti selalu minta jajan."


"Iya bang saya juga sudah tahu kok."


"Baguslah jika begitu."


"Kamu ini pacarnya Rosie ya?" tanya Josh penasaran.


"Kita berdua hanya teman saja kok hehe."


"Oh aku kira begitu, masalahnya baru sekarang Rosie berani membawa pulang anak laki - laki untuk menemui Liam."


"Memang sebelumnya belum pernah ya bang Josh?"


"Belum pernah, tau sendirikan abangnya seperti singa liar begitu ya langsung mundur semuanya hahaha."


"Tidak aku itu hanya ingin Rosie fokus untuk kuliah dengan benar, selama ini aku tidak masalah dia ingin pacaran atau tidak seperti teman - temannya asalkan dia tidak meninggalkan tanggungjawabnya sebagai seorang mahasiswa."


"Oh begitu, baguslah kalau kamu sudah berfikiran seperti itu."


"Iya Josh."


"Tenang saja Leon, sekarang Liam sudah mulai jinak jadi pepet terus Rosie sampai dapat hahaha."


"Iya deh iya boleh, tapi awas jika kaku sampai menyakiti Rosie maka akan ku cari kamu sampai ke lubang semut."


"Iya bang."


Tidak lama kemudian Rosie kembali sembari membawa beberapa camilan dan minuman juga. Setelah itu mereka memakannya sembari berbincang bersama. Tiba - tiba saja orangtua Liam dan Rosie datang hingga membuat mereka terkejut, masalahnya waktu itu Mr Robinson berkata bahwa dia dan istrinya akan berangkat ke Belanda untuk melihat bunga tulip bermekaran namun ternyata mereka sudah disini.


"Lho dad, katanya ingin ke Belanda?" tanya Liam bingung.


"Oh iya benar, tapikan sudah waktu itu dan sekarang kami pulang untuk bertemu baby Ace."


"Aku kira akan lama pulangnya."


"Ya awalnya daddy berfikir seperti itu setelah mommy mengatakan bahwa dia sangat betah di Belanda namum tiba - tiba saja mommy langsung mau diajak pulang."


"Mommy sudah merasa rindu dengan anak - anak dan juga cucu mommy."


"Tidak rindu kepadaku juga tan?" tanya Josh.


Mrs Robinson tertawa.


"Iya dengan kamu juga Josh, kan kamu sudah tante anggap seperti anak sendiri oh ya Anne kemana?"

__ADS_1


"Eomma lagi berada di Korea sebentar. ada urusan katanya."


"Oh begitu."


"Eh ini siapa? kok mommy baru melihatnya?" tanya Mrs Robinson menatap Leon.


"Jadi mom selama kalian berdua di Australia, Rosie itu sudah berani mempunyai pacar hahaha."


"Bu-bukan ini hanya temanku saja kok mom," ucapnya panik.


"Hmm ternyata putriku sudah besar rupanya," ucap Mrs Robinson tersenyum.


"Benar, ternyata my princess sudah besar."


"Hih kalian berdua itu salah paham."


"Kita bertiga saksinya, iya kan Josh?" tanya Liam.


"Benar Rosie sekarang sudah mempunyai pacar tante."


Jane hanya tertawa kecil melihat drama yang mereka buat.


"Oh ya Leon, kamu orang mana?" tany Mr Robinson.


"Rumah saya ada di jalan X om."


"Leon ini adiknya Yunna, dad."


"Oh kamu ini adiknya Yunna?"


"Benar om."


"Kuliah juga?"


"Iya om, saya satu kampus dengan Rosie namun beda jurusan."


"Jurusan apa?"


"Photografer om."


"Oh bagus itu."


"Hasil jepretannya Leon semuanya bagus dad, dan Leon juga sering mengambil job diluar bekerja sampingan menjadi seorang photografer."


"Wah keren."


"Hehe tidak juga om, saya masih amatir."


"Sepertinya hasil jepretan daddy kamu dan Leon masih bagus punya Leon, kemarin disuruh foto hasilnya blur semua."

__ADS_1


Mereka semua langsung tertawa.


__ADS_2