Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #51


__ADS_3


Pak Kang lalu datang menghampiri Jane dengan mobilnya, Jane segera masuk ke dalam mobilnya dan pak Kang langsung mengendarai mobilnya ke rumah Liam seperti yang Jane minta. Di dalam mobil Jane terus menelepon Liam tetapi teleponnya tidak bisa dihubungi, sedangkan di rumahnya Liam sedang berbaring di lantai teras rumahnya dan barang - barangnya pun masih berada di sampingnya. Liam terlihat sangat lelah setelah mendaki gunung tersebut karena sudah bertahun - tahun dia tidak pernah mendaki gunung.


Tiba - tiba Rosie membuka pintu dan menghampiri Liam yang sedang berbaring "maaf mas, pemulung dan pengemis dilarang masuk."


"Durhaka sekali sih kamu sama kakaknya, terkena azab baru tau rasa kamu."


"Hahaha habisnya kenapa kamu tidak langsung masuk saja dan malah tidur di sini."


"Aku itu lelah sekali. Sebagai adik yang baik harusnya kamu memijat badan aku atau ambilkan minuman yang dingin, yah dibuatkan jus alpukat kesukaanku sih juga tidak apa - apa."


"Ihh baru merasakan kedamaian, eh kamu malah pulang ke rumah."


"Hahaha, eh besok aku mau pergi ke New York."


"Ikut dong."


"Tidak mau, kamu kan harus kuliah."


"Menyebalkan sekali."


"Please buatkan jus alpukat dong, Rosie yang cantik."


"Tidak mau, kamu saja tidak mau mengajakku pergi ke New York."


"Kan kamu harus kuliah Rosie sayang, nanti kalau kamu bolos kuliah aku yang di marahi oleh daddy."


Tidak lama kemudian, ada sebuah mobil yang berhenti di depan rumah Liam. Rosie dan Liam lalu hanya diam dan melihat siapakah yang datang bertamu ke rumahnya. Ternyata yang keluar dari mobil tersebut adalah Jane, dan langsung berjalan menghampiri mereka berdua. Liam berusaha untuk bangkit dan menghindar dari Jane, namun ternyata niat Liam tersebut sudah terbaca oleh Rosie dan dia langsung menahan Liam untuk masuk ke rumah.


Rosie langsung masuk dan tidak lupa untuk mengunci pintu rumahnya agar Liam tidak bisa masuk. Jane memperlihatkan ekspresi yang mengerikan saat sedang berjalan menghampiri Liam hingga membuat Liam bergidik ngeri. Liam langsung berdiri dan mengetuk - ngetuk pintu rumahnya namun tetap saja Rosie tidak mau membukakan pintu untuknya. Usahanya sangatlah sia - sia karena Jane langsung menarik baju Liam.


Liam langsung menoleh ke arah Jane "hai nona, ada yang bisa saya bantu? hehe"


Jane memperlihatkan senyuman iblis nya "saya sedang mencari pria yang bernama Liam Gerard Robinson."


"Wah sepertinya pria yang anda cari sedang pergi menemui kekasihnya, jadi anda bisa datang lain hari."


Jane lalu menarik telinga Liam "oh jadi benar, kamu pergi mendaki gunung hanya karena ingin mencari jodoh iya?"


Liam merasa kesakitan "aduh sakit, lepaskan! aku hanya bercanda, aku tidak punya seorang kekasih."


"Bohong, kamu punya kekasih bahkan melamarnya sewaktu kamu pergi mendaki gunung kan?"


"Tidak, aku tidak melamar siapa - siapa sumpah."


Jane lalu melepaskan tangannya di telinga Liam "lalu yang di katakan oleh Josh jika kamu melamar seorang wanita itu?"

__ADS_1


"Hah apa? aku tidak pernah melamar siapa - siapa."


"Oh aku tau sekarang. Dasar Josh kurang ajar, awas saja kamu."


"Hei sebenarnya ini ada apa?"


"Oppa berkata jika kamu melamar seorang wanita di puncak gunung."


"Mana mungkin, aku tidak melamar siapa pun di puncak gunung. Eh kok kamu semarah ini mendengar gosip itu."


"Sudah lupakan, sorry."


Liam lalu tersenyum "ah aku tau, kamu pasti cemburu kan?"


"Tidak, mana mungkin aku cemburu denganmu."


Liam lalu mencubit pipi chubby Jane "ihh masa? cemburu nih yee hahaha."


"Sudah hentikan! lagipula lebih baik kamu mandi saja sana, kamu bau sekali."


"Buatkan aku jus alpukat dulu dong."


"Iya, cepatlah mandi nanti aku buatkan jus alpukat."


"Yang manis ya?"


"Ya terus kenapa?"


Jane memutar bola matanya "ya kan aku malu, apalagi ada daddy dan mommy kamu."


"Ya tidak apa - apa lah, mereka juga sudah menganggapmu seperti anaknya sendiri."


"Tidak mau aku malu."


Liam lalu mengambil barang - barangnya dan menarik tangan Jane. Mrs Robinson kaget saat keluar dari rumahnya karena di depan rumahnya sudah ada Liam dan Jane, tanpa basa basi Liam langsung mengatakan kepada Mrs Robinson jika Jane akan membuatkan jus alpukat untuk dirinya jadi Liam meminta kepada mommy nya untuk mengajarkan Jane membuat jus alpukat manis yang sangat di sukainya. Mrs Robinson lalu bersedia mengajari Jane membuat jus alpukat favorite Liam dan langsung mengajak Jane pergi ke dapurnya, sedangkan Liam pergi ke kamarnya untuk mandi.


Sesampainya di dapur Jane bertanya "memangnya jus alpukat yang diinginkan Liam itu seperti apa tante? sampai Liam meminta anda untuk mengajarkan caranya kepada saya."


Mrs Robinson tersenyum kepada Jane "jus alpukat yang sangat di sukai Liam itu adalah jus yang sangat manis."


"Bukankah itu tidak baik jika terlalu manis?"


"Iya sih, tapi jika makanan dan minuman yang diinginkan oleh Liam itu tidak manis seperti yang di inginkan, maka dia pasti akan muntah."


"Oh begitu, jadi jika pahit dia akan langsung memuntahkannya juga?"


"Benar sekali, ayo langsung tante ajarkan caranya."

__ADS_1


Lalu mereka berdua mulai membuat jus alpukat istimewa favorite Liam. Nampaknya Jane dan Mrs Robinson sudah mulai akrab satu sama lain, karena sangat terlihat seperti tidak ada rasa canggung diantara mereka berdua bahkan mereka juga berbincang banyak hal selama membuat jus tersebut. Selesai membuat jus alpukat, Mrs Robinson kemudian mengajak Jane untuk membuat kue bersama. Jane yang mendengar ajakan tersebut lalu dia menyetujuinya dan terlihat sangat antusias. Tiba - tiba Liam menghampiri mereka berdua yang sedang sibuk membuat kue dan langsung meminta jus alpukatnya.


"Hei nona, mana jus alpukat yang tadi aku pesan?"


Jane langsung menoleh ke arah Liam "oh itu ada di kulkas, sebentar aku ambilkan."


Liam hanya mengangguk saja, lalu dia memperhatikan Mrs Robinson yang sedang mengaduk adonan kue tersebut dan bertanya "mommy membuat kue apa?"


"Mommy akan membuat bolu chocolate."


"Wah kelihatannya enak sekali, aku jadi tidak sabar untuk mencicipinya."


Jane lalu menghampiri Liam dan memberikan jus alpukat yang diminta olehnya "ini yang kamu minta, sesuai yang diajarkan oleh mommy kamu."


"Thank you."


"Your welcome. Bagaimana?"


Liam lalu mencicipi jus alpukat buatan Jane "mmm menyegarkan sekali dan persis dengan yang aku suka."


"Baiklah kalau begitu, aku akan kembali membantu tante membuat kue."


"Oke."


Lalu Jane kembali membantu Mrs Robinson, sedangkan Liam kembali ke kamarnya untuk bermain game.


"Kamu sudah sering ya membuat kue?"


"Yah kadang sih tante, memangnya ada apa?"


"Tidak apa - apa kok. Eh tadi Liam kemana?"


"Sepertinya tadi kembali ke kamarnya."


"Pasti anak itu sedang bermain game."


"Memangnya kenapa tan, kalau Liam bermain game?"


"Liam itu kalau sudah bermain game pasti jadi lupa waktu dan lupa untuk beristirahat, tante terkadang jadi merasa khawatir dengannya."


"Kenapa tidak tante larang saja Liam bermain game?"


"Dia itu keras kepala seperti daddy nya, susah dibilangin orangnya."


"Oh begitu. Om kemana tan? sepertinya daritadi tidak kelihatan."


"Dia sedang pergi sebentar."

__ADS_1


__ADS_2