
Kakak beradik itu kemudian melanjutkan menyantap hidangan makan malam sembari berbincang ringan, sesekali mereka berdua juga bercanda mengejek satu sama lain seperti halnya hubungan kakak beradik pada umumnya. Selesai berbincang dan makan malam bersama, mereka berdua lalu menonton film dari sebuah aplikasi berbayar netflek sampai larut malam. Setelah itu mereka berdua masuk ke dalam kamar masing - masing untuk beristirahat karena mereka merasa lelah setelah seharian sibuk melakukan aktivitas mereka yang super padat. Jane lalu mengganti pakaiannya dan mencuci wajahnya begitu dia masuk ke dalam kamarnya. Setelah itu dia menyalakan lilin aroma terapi dan memutar musik untuk merelaksasi tubuhnya. Jane kemudian berbaring di atas ranjangnya dan mulai membaca pesan dari Liam yang menanyakan tentang kabarnya. Setelah Jane menjawab pesan dari Liam tersebut kemudian dia tertidur.
Di pagi harinya Jane melakukan rutinitas seperti yang biasa dia lakukan setiap harinya, begitu juga dengan Liam yang selama dua minggu ini dia sangat sibuk menangani proyek - proyek besar karena Mr Robinson mempercayakan semuanya kepada putranya tersebut. Liam menjadi semakin dekat kepada Yunna karena mereka berdua harus bekerja bersama untuk menangani proyek tersebut, walaupun begitu perasaan Liam kepada Yunna tidak sama lagi seperti dahulu karena sekarang Liam lebih menginginkan jika hanya menganggap Yunna sebagai partner kerjanya saja. Liam sadar bahwa hatinya sekarang sudah menjadi milik Jane seorang karena baginya Jane seperti rumah untuknya dan juga sebagai obat penghilang rasa lelah setelah dia bekerja. Liam tidak ingin jika hubungannya dengan Yunna akan semakin canggung jika Liam terus mendekati Yunna dengan maksud untuk menjadikannya seorang kekasih atau bahkan sebagai istrinya.
*Drama sebelum Liam terbang ke Korea Selatan.
"Ayo! kita harus bisa menyelesaikan ini semua sebelum hari Minggu agar aku besok bisa berangkat ke Korea Selatan," ucap Liam sembari menepuk - nepuk punggung Yunna.
"Sepertinya tidak mungkin jika kita menyelesaikan ini semua tepat waktu seperti yang anda inginkan, pak."
"Tidak ada yang tidak mungkin," ucap Liam sembari terus mengetik di laptop miliknya.
"Tetapi aku sudah mengantuk."
"Aku akan membelikan kamu sebuah kopi agar tidak mengantuk."
"Sumpah Li, aku sudah sangat mengantuk dan aku butuh tidur."
"Kalau begitu tidurlah sebentar, lalu nanti kita lanjutkan kembali pekerjaan kita."
"Dasar budak cinta, gara - gara bossku yang bucin aku jadi harus repot bekerja lembur bagai kuda."
"Aku ingin sekali ke Korea Selatan bukan Jane saja, tetapi aku juga ingin mencoba mengikuti turnamen skateboard."
Yunna mengangguk paham "oh begitu rupanya."
"Jadi mohon bantuannya," ucap Liam memohon.
"Baiklah tetapi hari ini sudah cukup ya, karena sekarang sudah hampir jam 1 malam."
Liam kemudian melihat jam tangannya "ah baiklah, maaf sudah merepotkanmu."
"Tidak masalah."
"Kamu pulang naik apa?" tanya Liam sembari membereskan peralatannya.
"Aku pulang naik motor."
"Kalau begitu aku akan mengantarmu pulang."
__ADS_1
"Tidak perlu Liam, aku bisa pulang sendiri kok."
"Tidak, terlalu berbahaya seorang wanita pulang jam 1 malam."
Yunna menepuk bahu Liam "tenang saja, aku bisa menjaga diri."
"Aku tidak akan tenang jika kamu benar - benar ingin pulang sendiri mengendarai motormu itu, lagipula kamu bisa menjadi teman mengobrol agar aku tidak mengantuk saat menyetir nanti."
"Benar tidak apa - apa? aku tidak akan merepotkan kamu kan?"
"Tidak Yunna, aku tidak merasa direpotkan sama sekali olehmu."
"Kalau begitu baiklah, mari kita pulang!" ajak Yunna sembari menenteng tas miliknya.
Liam lalu mengambil tas Yunna "tas milikmu biar aku saja yang membawanya, kasihan kamu sudah lelah dan mengantuk seperti ini."
"Terima kasih ajudan," ucap Yunna bercanda.
"Ajudan?"
"Postur tubuhmu seperti seorang ajudan hahaha."
"Benarkah?"
"Iya."
Yunna tertawa "kamu ini sangat lucu sekali, aku kira dulu kamu itu orang yang sangat serius dan galak sekali."
"Tidak, aku terkadang bisa sangat serius namun terkadang aku juga bisa santai dan bercanda seperti kebanyakan anak muda lainnya."
"Oh begitu."
Liam kemudian mengantarkan Yunna sampai ke depan pintu rumahnya untuk memastikan bahwa dia selamat sampai tujuan. Setelah mengantarkan Yunna, Liam langsung pulang ke rumahnya untuk tidur karena matanya terasa berat sekali. Beberapa hari kemudian Jane mulai menjalani syuting setiap harinya membintangi sebuah film dan dia menjadi tokoh utama wanita di film tersebut. Genre film yang Jane bintangi adalah genre romansa komedi berlatar kekaisaran Korea Selatan. Film tersebut bercerita tentang jiwa seorang CEO wanita muda yang terjebak di dalam tubuh seorang putri bangsawan pada masa kekaisaran Korea Selatan, dan putri bangsawan tersebut menginginkan agar CEO muda tersebut yang menyelesaikan urusan pribadi putri bangsawan tersebut. Jane saat ini sedang berada di gedung agensi milik Mr Kim untuk menemui appa nya yang kebetulan sedang mengurus anak didiknya. Saat dirinya sedang berjalan menuju ke ruangan milik Mr Kim samar - samar terlihat dari kejauhan ada seseorang yang baru saja keluar dari ruangan milik Mr Kim, dan sekarang orang itu sedang berbincang dengan Mr Kim di depan pintu.
"Tinggallah di rumahku selama kamu di Korea karena daddy kamu sudah menitipkan kamu kepadaku," ucap Mr Kim sembari menepuk bahu lawan bicaranya.
"Apa saya tidak merepotkan om?"
"Tidak sama sekali, atau kamu mau tinggal di rumah pribadi milik Jane?"
__ADS_1
Jane kemudian menghampiri mereka berdua "Liam, kapan kamu sampai?"
"Liam baru saja sampai dan langsung menemui appa di kantor karena masih bingung dengan kota ini."
"Oh begitu."
"Biar Liam tinggal sementara di rumahmu saja jika Liam tidak ingin tinggal di rumah appa."
"Baiklah ayo," ucap Jane langsung menarik tangan Liam untuk pulang dengannya dan Pak Kang berjalan mengikuti mereka berdua dari belakang dengan membawa koper milik Liam.
"Wah rumahmu sangat bagus seperti rumah yang aku inginkan dari dulu," ucap Liam begitu dia masuk ke dalam rumah Jane.
Jane tersenyum "terima kasih."
"Itu lukisan yang aku lukis waktu itu?" tanya Liam sembari menatap lukisan tersebut.
"Benar, sangat indah di pasang di ruangan ini."
"Syukurlah jika kamu menyukainya."
"Ini kamar yang akan kamu tempati, dan tinggallah disini untuk sementara waktu karena aku tidak ingin kamu tersesat seperti anak ayam yang kehilangan induknya."
"Terima kasih."
"Kamu bisa pindah ke kamarku pada malam hari untuk menemaniku tidur seperti biasanya," ucap Jane berbisik di telinga Liam sembari tersenyum.
Liam terkejut sekaligus tersipu malu setelah mendengar bisikan dari Jane "ka-kamu ini sangat nakal sekali."
"Ya sudah kalau begitu mandilah dan beristirahatlah, aku akan berangkat untuk syuting sekarang."
"Kamu jadi lolos casting film itu?"
"Iya."
"Wah selamat."
"Terima kasih sayang," ucap Jane mengusap punggung Liam.
"Sama - sama."
__ADS_1
"Aku harus pergi sekarang, jadi sampai jumpa nanti malam."
"Okay."