Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #118


__ADS_3

Setelah itu Liam berjalan pergi ke kamar Rosie untuk menyapa adik tercintanya, namun saat sesampainya di dalam kamar Rosie terlihat jika dia sedang tertidur pulas dan Liam langsung duduk di samping Rosie tidur. Liam kemudian menekan - nekan pipi Rosie dengan jari telunjuknya (menoel - noel pipi Rosie) hingga membuat Rosie merasa sedikit terganggu. Perbuatan Liam tidak hanya berhenti sampai disitu, dia lalu ikut berbaring di samping Rosie dan memeluknya dengan sangat erat. Rosie yang merasa sesak lalu dia terbangun dari tidurnya dan memukul Liam dengan sangat keras hingga suara pukulannya terdengar sangat nyaring. Liam kemudian melepaskan pelukannya dan tertawa dengan keras yang membuat Rosie menjadi sangat kesal. Rosie lalu memukuli Liam dengan menggunakan guling sembari berteriak mengusir Liam dari kamarnya. Rosie yang masih merasa kesal kepada Liam karena telah mengganggu tidur nyenyaknya, kemudian Rosie duduk di sofa sembari memainkan handphone miliknya dengan wajah yang masam. Liam kemudian menghampiri Rosie untuk membujuknya, namun justru perutnya malah ditendang oleh Rosie hingga membuatnya sedikit terpental.


Liam yang merasa tidak enak kepada Rosie lalu dia kembali menghampiri Rosie dan langsung menggendongnya sembari membujuknya agar tidak marah lagi. Rosie menjadi merasa nyaman digendong oleh Liam dan dia lalu menyandarkan kepalanya di dada Liam. Sudah sangat lama sekali Rosie tidak bisa menghabiskan waktu bersama kakaknya itu karena Liam sangat sibuk bekerja apalagi sepertinya Liam sudah mulai melakukan pendekatan dengan Jane, jadi otomatis Liam tidak bisa menghabiskan banyak waktu bersama dengan Rosie. Sebenarnya Rosie sangat rindu menghabiskan waktu dengan Liam, namun sepertinya sekarang semuanya sudah sibuk dengan kegiatan mereka masing - masing. Tanpa sadar tiba - tiba Rosie menangis di pelukan Liam hingga membuat Liam merasa bingung apa yang sebenarnya terjadi dengan adiknya tersebut. Liam kemudian membawa Rosie jalan - jalan keluar kamarnya dengan masih menggendongnya seperti anak kecil sembari mengusap punggungnya untuk menenangkannya. Saat sesampainya di dapur mereka berdua lalu bertemu dengan Mrs Robinson yanh sedang membuat minuman untuk suaminya.


Melihat jika putrinya sedang menangis di gendongan kakaknya, lalu Mrs Robinson menghentikan aktivitasnya dan bertanya kepada Liam "kenapa Rosie menangis, Liam?"


"Tidak tau mom, sepertinya karena tadi dia terganggu saat tengah tidur."


Mrs Robinson lalu mengusap lembut rambut Rosie untuk menenangkannya "sudah jangan menangis ya sayang, cup cup."


"Jangan menangis, mau dibelikan apa?" tanya Liam sembari menyeka air mata Rosie.


Rosie menggelengkan kepalanya "sedang tidak ingin apa - apa, aku hanya ingin kamu jangan pergi."


"Siapa? aku?" tanya Liam menunjuk dirinya sendiri.


Rosie mengangguk "iya."


"Aku tidak akan pergi kemana - mana, sudah jangan menangis."


Mr Robinson kemudian berteriak dari kejauhan "kamu apakan lagi adikmu itu hingga menangis, Liam?"


Liam terkejut mendengar teriakan Mr Robinson, dan kemudian dia menyangkalnya "tidak kok dad."


Mr Robinson kemudian menghampiri mereka bertiga dan berusaha untuk mengambil Rosie dari gendongan Liam "sudah sini dengan daddy."


Rosie menggelengkan kepalanya dan semakin mengeratkan pelukannya kepada Liam "tidak mau."


Liam kemudian mengejek Mr Robinson "makanya jangan galak seperti itu, dasar pak tua."


Mr Robinson yang mendengar ucapan Liam tersebut lalu menjewer telinga Liam "dasar anak kurangajar."


"Aduh sakit dad, awas nanti Rosie juga ikut jatuh jika daddy bersikap seperti itu."


"Sudah hon tidak apa - apa kok mungkin Rosie hanya sedang ingin bersama dengan kakaknya," ucap Mrs Robinson berusaha untuk menengahi mereka.


"Tumben sekali Rosie ingin bersama kakaknya," ucap Mr Robinson yang merasa tidak percaya dengan pengakuan Rosie.

__ADS_1


Mrs Robinson kemudian membela anaknya "ya tidak apa - apa dong, lagipula dia juga bersama dengan kakaknya sendiri."


"Ya sudah iya."


"Baiklah kalau begitu ini teh yang kamu inginkan hon," ucap Mrs Robinson sembari memberikan secangkir teh kepada suaminya itu.


Mr Robinson kemudian tersenyum kepada istrinya itu "iya, terima kasih hon."


"Sama - sama. Liam, Rosie kalian ingin mommy buatkan minuman juga?" tanya Mrs Robinson sembari mengusap punggung Rosie.


"Tidak mom, aku ingin membeli es boba tea bersama dengan Liam."


"Ya sudah kalau begitu."


"Ayo Li."


"Tadi kamu berkata jika sedang tidak ingin apa - apa, lalu kenapa sekarang ingin es boba tea?"


"Ya terserah aku, memangnya kamu tidak ingin membelikan apa yang aku inginkan?"


"Yes."


"Kamu turun dong dari gendonganku."


"Tidak mau."


"Ya sudah kalau tidak mau, tetapi cium aku terlebih dahulu."


"Iya."


Rosie kemudian mencium pipi Liam dan setelah itu Liam menggendong Rosie menuju basement rumahnya untuk mengambil mobil. Mereka berdua lalu pergi untuk membeli es boba tea di outlet langganan mereka karena menurutnya disana es boba tea nya lebih enak. Sesampainya di tempat itu ternyata cukup ramai dan mereka berdua harus mengantri lumayan lama, namun menurut Liam tidak apa - apa daripada nanti Rosie menangis lagi. Sekitar 45 menit kemudian akhirnya pesanan mereka telah selesai dan bergegas pulang karena Liam juga ingin pergi ke tempat kostnya Chicko untuk bermain game. Liam kemudian mengantar pulang Rosie terlebih dahulu lalu setelah itu dia langsung bergegas menuju ke tempat kostnya Chicko. Saat sampai di tempat kost, ternyata kamar Chicko berada di lantai dua paling pojok dan koridornya sedikit sepi seperti tidak ada penghuni lainnya. Liam lalu langsung berjalan cepat menuju kamar Chicko dan langsung mengetuk pintu kamarnya begitu dia sampai di depan kamarnya karena merasa sedikit takut.


"Ternyata kamu jadi datang Li," ucap Chicko sembari mempersilahkan Liam masuk ke dalam kamarnya.


"Iya, untung saja Rosie tidak terlalu rewel jadi aku bisa datang kemari."


"Memangnya adikmu kenapa Li?" tanya Ricko sembari memainkan game miliknya.

__ADS_1


Liam lalu duduk dan mengambil handphone miliknya di dalam saku jacket "tidak tau, dia sedang sangat manja sekali denganku bahkan tadi minta digendong."


"Lagipula kamu juga selalu sibuk pacaran jadi pasti Rosie sedikit iri dan ingin diperhatikan juga denganmu," ucap Dio menanggapi ucapan Liam.


"Mungkin juga sih, untung saja aku dapat menyuapnya dengan es boba tea agar aku bisa pergi kemari."


Ricko tertawa "untung saja adikmu itu sangat mudah disuap menggunakan makanan atau minuman."


"Kamu benar. Eh ngomong - ngomong kenapa kost ini sangat sepi?"


"Memangnya kenapa Li? kamu takut?" tanya Dio mengejek.


"Aku tidak takut, hanya saja merasa sedikit aneh."


Tiba - tiba ada yang membuka pintu kamar Chicko dan membuat mereka terkejut sekaligus berteriak karena merasa takut, hingga Liam memeluk tubuh Ricko dari samping apalagi di tambah suasana koridor yang sedikit gelap. Ternyata yang masuk ke kamar Chicko adalah Josh karena sehabis pergi ke kamar mandi luar dan Josh juga ikut berteriak karena sama - sama terkejut "aaa, wa-waee (apa)?"


"Aku kira kamu hantu," ucap Dio kepada Josh.


"Bukan bodoh, lalu kenapa kalian berteriak saat melihatku?"


"Lagipula kamu juga kenapa tidak mengetuk pintu sebelum masuk?" tanya Liam yang masih memeluk Ricko.


"Bukannya sudah biasa begitu? lalu sampai kapan kamu akan memeluk Ricko seperti itu?" tanya Josh mengejek Liam.


Dio dan Chicko langsung mengarahkan pandangan ke arah mereka berdua. "Dasar Liam pengecut," ucap Chicko mengejek.


Liam lalu melepaskan pelukan Ricko "tadi hanya spontan saja karena kebetulan dia berada di sampingku."


Josh tertawa "tadi aku seharusnya memotretnya lalu aku kirimkan kepada dia agar dia menertawakanmu jika pacarnya sangat pengecut."


"Jangan dong, nanti dia akan terus ikut mengejekku."


"Siapa sih?" tanya Dio penasaran.


"Pacarnya Liam."


Liam langsung menutup mulut Josh "sstt diam."

__ADS_1


__ADS_2