Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #380


__ADS_3

Liam kemudian meminum teh hangat Jane sembari mendengar suara rintikan hujan yang masih saja terus terdengar di telinganya, dan sepertinya suara rintikan itu semakim keras saja bunyinya. Jane lalu pergi ke dapur untuk melakukan perintah suaminya tadi, dan beberapa menit kemudian Jane duduk di sebelah suaminya. Jane mengambil sebuah tablet pintar alias ipad miliknya untuk melihat - lihat pekerjaannya kembali, sembari sesekali dia mengibaskan rambut hitam panjangnya. Pandangan Liam menjadi teralihkan dan sekarang sedang memandangi Jane yang sedang sibuk dengan ipadnya.


Liam merasa bahwa semakin lama jika diperhatikan ternyata Jane cantik juga dan bahkan lebih cantik dari wanita manapun. Mungkin memang benar ucapan Yunna bahwa selama ini dia hanya kurang bersyukur saja bahwa dia telah mendapatkan Jane yang merupakan wanita idaman setiap pria dari belahan bumi ini. Saat ini Jane terlihat semakin cantik karena dia mengenakan dress panjang bermotif bunga serta rambutnya yang digerai, meskipun dia sudah mempunyai seorang anak namun rasanya kecantikannya masih tetap sama seperti seorang Jane yang pertama kali dia temui dibandara waktu itu.


Mungkin bisa saja sekarang dia lebih cantik dari pada waktu itu, apalagi aura keibuannya juga sudah muncul. Hal itu semakin membuat Liam merasa semakin tergoda olehnya. Liam terus memandangi Jane hingga tidak tersadar bahwa dirinya sedang melamun. Jane yang merasa jika dirinya sedang diperhatikan, dia langsung menoleh ke arah Liam yang sedang melamun sembari memperhatikan dirinya. Jane merasa terheran mengapa suaminya itu memperhatikannya sampai segitunya, dan Jane merasa bahwa mungkin saja ada hal aneh yang menyangkut dirinya sehingga suaminya memperhatikannya begitu.


"Hubby?" panggil Jane hingga membuyarkan lamunan Liam.


"Ah iya, kenapa sayang?" tanya Liam.


"Kenapa memperhatikanku seperti itu, apa ada yang aneh denganku?" tanya Jane memastikan.


"Tidak ada yang aneh sama sekali, dan justru kamu terlihat semakin cantik saat berdandan seperti ini hehe."


Pipi chubby Jane seketika memerah seperti kepiting rebus setelah mendengar ucapan Liam.


"Mmm benarkah?"


"Benar sayang, aku mengatakannya tulus dari hatiku."


"Hehe terima kasih atas pujiannya."


"Kemarilah sayang," ucap Liam tersenyum.


Jane lalu semakin mendekat ke arah Liam.


"Iya hubby."


"Bisa minta tolong pijat punggungku sebentar? sepertinya punggungku merasa sangat pegal sekali."


"Oh baik hubby."


Liam langsung tengkurap di atas sofa dan membiarkan Jane memijat punggungnya.


"Bagaimana pekerjaanmu tadi di kantor?"


"Semuanya lancar seperti biasanya."


"Syukurlah jika begitu."


"Mmm itu anu."


"Anu apa?" tanya Jane bingung.


"Tidak jadi, aku lupa ingin mengatakannya."


"Oh begitu."


"Hujan - hujan begini enaknya melakukan apa ya?"


"Melakukan apa memangnya hubby?"


"Tidak tahu juga, bingung aku."


"Kamu ini sangat aneh sekali hari ini."


"Aneh kenapa?"


"Tingkah lakumu sangat aneh tidak seperti biasanya, apa ada yang kamu sembunyikan dariku?"


"Tidak ada."

__ADS_1


"Benarkah?"


"Iya sayang, eh baby Ace kemana?"


"Baby Ace sedang tidur, tadi sehabis mandi langsung aku beri susu dan tidak lama kemudian dia tertidur."


"Oh begitu rupanya."


"Iya hubby."


Liam lalu kembali duduk dan langsung berbisik di telinga Jane.


"Mmm sebenarnya aku sedang ingin, apa kamu mau melakukannya?"


"Harus sekarang?"


Liam mengangguk.


"Iya, tetapi kalau kamu tidak mau ya tidak apa - apa."


"Memangnya kamu tidak merasa lelah heum?"


"Tidak."


"Oh baiklah, tapi mandi dulu ya syaratnya."


"Eh kenapa begitu? nanti juga akan kotor lagi."


"Aku kurang merasa nyaman."


"Oh baiklah, sebentar ya."


Setelah Jane mengangguk, Liam langsung bergegas ke kamarnya untuk mandi sore karena dia ingin memenuhi syarat dari Jane. 5 menit kemudian Liam langsung kembali ke ruang tengah untuk menjemput Jane namun tiba - tiba saja Jane menghilang. Liam kemudian berkeliling di dalam rumah untuk menemukan keberadaan Jane. Namun tiba - tiba saja Liam mendapati bahwa pintu kamar pribadinya sedikit terbuka, dan setelah itu Liam langsung masuk ke dalam kamar tersebut. Ternyata Jane sedang berada di dalam sana untuk melihat sesuatu.


Seketika Jane merasa terkejut.


"Eh hubby, aku sedang melihat - lihat isi dari kamar pribadimu."


"Oh begitu, mau melakukannya disini juga tidak?"


"Boleh."


Liam langsung menggandeng tangan Jane dan membawamya ke sebuah kamar tersembunyi yang berada di kamar pribadi Liam. Jane dibuat tercengang karena ternyata ada sebuah kamar rahasia di kamar pribadi suaminya. Liam langsung menanggalkan pakaiannya satu persatu dan mencium bibir Jane sembari menanggalkan pakaian Jane satu persatu juga.


"Strawberry ini sangat lezat sekali melebihi strawberry yang asli."


"Mungkin karena ini lebih manis daripada yang asli."


"Kamu juga sangat manis sayang."


"Terima kasih."


"Mmm dan kamu juga terlihat sangat sexy."


"Kamu ini bisa saja."


Ciuman Liam semakin turun hingga mentok ke palung mariana. Beberapa menit kemudian Liam langsung berbaring di samping Jane begitu dia menyelesaikan urusannya, dan tidak lupa dia juga mencium kening Jane sebagai ritual terakhir.


"Disini terasa sangat hangat sekali hubby," ucap Jane menatap Liam.


"Tentu saja karena ini ruangan tertutup, jadi pasti akan terasa sangat hangat meski diluar terasa dingin."

__ADS_1


"Oh begitu."


"Dipakai dulu selimutnya agar semakin hangat," ucap Liam menari selimut dan menyelimuti tubuh mereka.


"Rasanya aku jadi ingin sekali tidur disini malam ini hubby."


"Jika kamu menginginkannya tidak masalah sayang, nanti baby Ace kita tidurkan di ranjang sebelah agar dekat dengan kita."


"Okay hubby. Lalu mengapa kamu bisa membeli sprei bulu - bulu lembut untuk kasur di kamar ini?" tanya Jane penasaran.


"Aku hanya menginginkannya saja agar terasa semakin hangat."


"Oh begitu."


Liam lalu memeluk Jane dan menatap wajahnya dengan sangat dalam.


"Aku sudah sangat menyayangimu, jadi tolong jangan pernah kecewakan aku meskipun hanya sekali saja."


Jane mengangguk.


"Iya hubby, aku berjanji bahwa tidak akan pernah sama sekali membuatmu kecewa kepadaku."


"Baguslah."


"Aku penasaran mengapa hubby bisa sangat menyayangiku seperti ini?"


Liam berfikir sejenak.


"Banyak hal yang sudah aku pertimbangkan dan hasilnya sama saja, tetap memilih kamu."


"Oh ya bagaimana dengan cafe yang kamu bangun?"


"Semuanya lancar mungkin 2-3 bulan lagi sudah jadi."


"Syukurlah, mudah - mudahan saja selalu lancar."


"Aminn, terima kasih sayang."


"Sama - sama hubby."


"Sekarang aku tanya, apa kamu juga mencintaiku seperti aku mencintaimu?"


"Tentu saja," ucap Jane merasa percaya diri.


"Apa alasannya?"


"Alasannya adalah karena kamu adalah pria yang hebat, yang merupakan suami sekaligus ayah yang sangat hebat untuk kita berdua."


"Oh seperti itu."


"Jadi sekali lagi kumohon jangan tinggalkan kami berdua."


"Iya sayang," ucap Liam mengusap rambut Jane.


"Kapan - kapan kita jalan - jalan lagi bersama baby Ace."


"Kemana tujuannya?"


"Terserah kamu saja hubby, kemana saja boleh asalkan bersamamu."


Liam langsung mencubit hidung Jane.

__ADS_1


"Ckckck siapa yang mengajari gombal seperti itu?"


"Kamu."


__ADS_2