Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #116


__ADS_3

Liam kemudian mencubit pipi Jane dan mencubit perut Jane juga. Liam kemudian memainkan perut Jane karena dia memakai baju model crop top sehingga perutnya yang ramping kecil seperti semut itu terlihat dengan jelas. Jane hanya dengan terdiam sembari melihat - lihat isi akun instamili miliknya saat Liam memainkan rambutnya dan perutnya. Liam mengusap lembut rambut Jane sembari menyelesaikan membaca buku komiknya yang lain. Begitu selesai membaca buku komiknya kemudian Liam pergi mengambil novel dan stabilo dengan warna kesukaannya yaitu warna biru, lalu setelah itu dia kembali duduk di samping Jane. Liam mulai membuka dan membaca satu persatu lembaran - lembaran novel tersebut sembari mewarnai setiap kalimat yang menurutnya sangat penting. Liam biasa melakukan tersebut setiap dia membaca novel bergenre romance karena menurutnya itu dapat mengungkapkan apa yang sebenarnya tidak bisa dia ungkapkan secara langsung menggunakan mulutnya. Jane sesekali memperhatikan Liam yang sangat fokus membaca novelnya. Siang yang menjelang sore hari dengan cuaca cerah serta ditemani oleh angin sepoi - sepoi yang berhembus memainkan rambut mereka berdua maupun daun - daun di pohon sekitar apartement membuat mereka berdua semakin betah menghabiskan waktu bersama di balcony unit apartement. Jane kemudian kembali pergi ke dapur untuk membuat minuman yang menyegarkan karena dia kembali merasa haus, dan tidak lupa dia juga kembali membuatkan Liam jus alpukat kesukaannya.


Tidak lama kemudian Jane kembali ke balcony apartement dengan membawa dua gelas minuman segar beserta camilan untuk dinikmati bersama. Liam lalu meminum jus alpukat miliknya dengan matanya yang masih fokus tertuju pada lembaran kalimat di dalam buku novelnya. Berbeda dengan Jane yang meletakkan handphone miliknya terlebih dahulu untuk meminum air dingin dan memakan buah strawberry sebagai camilan. Perhatian Liam untuk novelnya tiba - tiba teralihkan ketika dia tanpa sengaja melihat pipi chubby Jane yang mengembang ketika dia memakan buah strawberry dengan saus mayonaise. Liam merasa gemas seperti ingin mencubit pipi chubby Jane yang seperti bakpao. Semakin lama Liam semakin tidak tahan dengan pipi Jane yang menggemaskan tersebut, lalu dia mendekati Jane dan mulai mencubit pipi chubby Jane tersebut. Sontak Jane langsung memukul tangan Liam dengan sangat kencang hingga membuat Liam sedikit kesakitan dan tangannya merasa panas. Jane hanya tertawa kecil saat melihat Liam merasa kesakitan sembari mengibas - ngibaskan tangannya. Liam kemudian berdiri dan kembali mencubit pipi Jane, lalu setelah itu dia berlari untuk menghindari kemarahan Jane namun tiba - tiba saja kemeja flanel miliknya tersangkut di pegangan pintu balcony yang otomatis membuatnya terjatuh. Jane yang melihat Liam terjatuh kemudian dia langsung duduk dia atas perut Liam agar Liam tidak kabur darinya. Tanpa sengaja pandangan mereka saling bertemu dan seketika pandangan Liam berubah menjadi tertuju pada bibir ranum milik Jane, hingga tanpa sadar Liam langsung membalikkan tubuh Jane hingga berada dibawahnya.


Liam terus memperhatikan bibir ranum milik Jane "kamu memiliki bibir yang sangat indah."


"Apa kamu sudah menyadarinya sekarang? kamu akan menyesal jika tidak mencicipinya."


"Apakah aku boleh mencicipinya untuk yang pertama kalinya?"


"Tentu saja, aku bisa menjaminnya jika kamu pasti tidak akan menyesal."


Liam kemudian mengusap lembut bibir Jane dengan menggunakan ibu jarinya "mari kita buktikan apakah ucapanmu itu benar atau tidak."


"Silahkan, bahkan aku berani bertaruh untuk itu."


Liam mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Jane secara perlahan, namun kemudian dia tersadar akan suatu hal "tu-tunggu! i-ini tidak benar," ucapnya merasa gugup.


"Ayolah sekali saja tidak apa - apa," ucap Jane sembari mengedipkan salah satu matanya.


Liam kemudian mencubit hidung Jane "dasar anak nakal."


Karena merasa geram terhadap Liam, Jane langsung mengalungkan kedua tangannya ke leher Liam dan mencium bibirnya dengan cepat "kelamaan!"


Seketika Liam langsung mengusap bibirnya yang habis dicium oleh Jane "ihh bibirku yang suci ini sudah ternodai oleh seorang kucing betina, Ya Tuhan maafkan hambamu ini."


"Dasar anak ayam," ucap Jane sembari memutar bola matanya.


Liam kemudian menunjuk Jane "kamu sudah membuatku menjadi tidak polos lagi, kalau begitu kamu harus mau menikah denganku."


"Terserah apa katamu," ucap Jane sembari berusaha berdiri."

__ADS_1


Liam kemudian menahan Jane untuk berdiri dengan memegang perutnya "pokoknya harus!"


"Tidak!"


Liam kemudian kembali mengulangi adegan seperti semalam dengan memegang perut Jane "karena sudah terlanjur, mari kita selesaikan saja ini semua."


"A-apa maksud kamu?" tanya Jane sedikit merasa gugup.


Liam mulai menyentuh paha Jane dan perutnya sembari tersenyum nakal "karena kamu yang memulai terlebih dahulu, maka biarkan aku yang mengakhirinya."


Jane langsung menampar pipi Liam dengan sangat kencang "dasar kurangajar, pria mesum."


Liam lalu memegang pipinya dengan kedua tangannya "aduh sakit sekali," ucapnya merintih kesakitan.


"Siapa yang menyuruhmu untuk menyentuh tubuhku ini?"


"Bukankah kamu yang memulainya terlebih dahulu?"


"Kamu gila apa? kita tidak mungkin melakukan hal tersebut di depan pintu balcony," ucap Jane berteriak.


"Bawa aku ke kamarmu!"


"Baiklah nona," ucapnya menurut lalu dia menggendong Jane untuk pergi ke dalam kamarnya dan membaringkannya di atas ranjangnya.


"Lalu sekarang apa?" tanya Liam sedikit bingung.


"Terserah apa yang ingin kamu lakukan."


Jane kemudian menarik pergelangan tangan Liam hingga terjatuh di samping dia merebahkan tubuhnya. Jane kemudian memeluk erat tubuh Liam hingga membuat Liam merasa sedikit takut jika itu mulai melewati batas. Kemudian terpikirkan sebuah ide dari otak Liam bahwa dia akan berpura - pura tertidur agar Jane tidak bisa melakukan hal apapun lagi, dan dia mulai memejamkan matanya. Liam juga mulai mendengkur agar terlihat lebih nyata jika dia benar tertidur, sedangkan Jane yang mengetahui jika Liam tertidur kemudian dia membawa Liam ke dalam pelukannya sembari mengusap lembut pipinya. Semakin lama tangan Jane masuk ke dalam kaos Liam dan menyentuh perut sixpack milik Liam. Lalu setelah itu Jane mencium pipi Liam saat dia sedang berpura - pura tidur karena sepertinya Jane mulai benar - benar sesayang itu terhadap Liam.


Liam kemudian membuka kedua matanya "apa yang kamu lakukan terhadap tubuhku?"

__ADS_1


"Aku tidak melakukan apapun," ucap Jane menyangkal pertanyaan Liam.


"Tidak perlu berbohong karena aku mengetahuinya."


"Aku hanya mencoba menuangkan rasa sayangku terhadapmu."


"Apakah benar jika kamu sudah menyayangiku?"


Jane mengangguk "iya."


"Tetapi kamu tidak ingin menikah denganku."


"Aku ingin menikah denganmu namun kita tunggu waktu yang tepat," ucap Jane sembari mengusap pipi Liam.


"Tetapi kapan?"


"Setelah aku menyelesaikan beberapa urusanku di Korea Selatan."


"Baiklah, aku akan menunggumu sampai urusanmu selesai."


Jane lalu kembali memeluk Liam dengan sangat erat "nanti malam ingin makan apa sayang?"


Liam merasa terkejut dengan ucapan Jane "kamu baru saja memanggilku dengan panggilan sayang?"


"Iya, karena aku menyayangimu."


Liam kemudian memeluk Jane dengan erat "aku juga. Tubuhmu sangat harum walaupun kamu belum mandi."


Jane tertawa "terima kasih."


"Aku mengantuk."

__ADS_1


"Kalau begitu tidurlah di pelukanku, nanti aku akan membangunkanmu."


"Baiklah," ucap Liam sembari langsung memeluk tubuh Jane.


__ADS_2