
Jane kemudian menyuruh Liam untuk mandi agar tubuhnya lebih segar, sedangkan Jane menunggunya sembari duduk di tepi ranjang milik Liam. Selesai mandi Liam langsung menghampiri Jane yang sedang duduk termenung di tepi ranjang, dengan masih memakai bathrobe alias piyama mandi serta rambutnya yang masih basah Liam naik ke pangkuan Jane. Sungguh harum wangi tubuh Liam sehabis mandi hingga membuat Jane menciumi leher Liam karena dia menyukai aroma tubuh Liam yang wangi itu. Jane kemudian menepuk - nepuk punggung Liam agar dia bisa tertidur, Jane merasa sangat kasihan kepada Liam karena mungkin Liam tidak bisa tertidur semalaman karena disekap oleh Kyle mantannya itu. Benar saja, Liam langsung tertidur di pangkuan Jane saat Jane menepuk - nepuk punggungnya.
Liam tertidur sembari memeluk Jane dan sekarang dia menjadi sangat manja kepada Jane karena Liam sudah merasa nyaman dengannya, apalagi perlakuan Jane juga sepertinya sangat keibuan sekali. Yah begitulah namanya anak tengah, karena kurangnya kasih sayang jadi sekalinya dia mendapat wanita yang memiliki aura keibuan langsung merasa nyaman. Kata grandma Liam itu hanya ingin didengar walaupun hanya sekali saja dan dia juga ingin mendapatkan kasih sayang yang lebih dari wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya. 2 bulan kemudian Liam dan Jane baru saja menyelesaikan foto prewedding mereka berdua. Mereka berdua memilih foto prewedding di alam terbuka karena awalnya Liam yang menginginkannya, karena menurut Jane bagus akhirnya mereka berdua sepakat untuk mengambil konsep di alam terbuka.
Salah satunya mereka memakai pakaian tradisional Korea Selatan yaitu hanbok, dan mereka berdua tampak serasi sekali saat pemotretan itu. Selesai melakukan prewedding mereka berdua menyempatkan berjalan - jalan sebentar di lokasi tersebut karena udaranya yang sejuk dan anginnya yang bertiup pelan. Saat melihat Jane sedang asyik bermain dengan bunga, Liam dengan cepat langsung memotretnya secara diam - diam dengan menggunakan kamera handphone miliknya. Setelah puas berjalan - jalan mereka berdua lalu pulang ke villa milik keluarga Robinson untuk beristirahat sebentar sebelum mereka pergi melihat cincin pernikahan mereka. Sesampainya di villa Liam langsung membaringkan tubuhnya di sofa dan memperhatikan apa yang dilakukan oleh adiknya itu.
"Sudah pulang Li?" tanya Rosie sembari fokus ke layar laptop miliknya.
"Sudah."
"Eonni kemana?"
"Dia sedang mencari mommy dan grandma."
"Oh begitu."
"Sedang apa? kelihatannya sangat sibuk sekali."
"Ini, mengerjakan tugas kuliahku."
"Semangat."
"Li, bisa minta tolong tidak?" tanya Rosie menatap Liam.
"Ini, kok tidak bisa web nya saat aku ingin membukanya?"
Liam kemudian beranjak dan pergi mendekati Rosie, dia memeriksa web yang ingin dibuka oleh Rosie "oh ini karena ada pemberitahuan jika web ini tidak aman untuk dibuka."
"Jadi bagaimana dong?"
"Ya sudah buka web yang lain saja kalau tidak mau laptop kamu terkena virus."
"Lalu aku mengerjakannya bagaimana? karena kata temanku di web ini jawabannya sangat lengkap."
"Memangnya pertanyaan tugasmu apa?"
Rosie kemudian menunjukkannya kepada Liam "ini pertanyaannya dan aku diminta untuk membuat seperti yang berada di contoh menggunakan pertanyaan itu."
"Oh itu saja?"
"Iya."
"Ah ini terlalu mudah, bahkan aku bisa mengerjakannya dengan mata tertutup."
"Sombong sekali, kalau begitu cepat kerjakan!"
__ADS_1
"Tenang saja." Liam kemudian mengerjakan tugas milik Rosie dengan sangat santai karena Liam sering mengerjakan hal seperti itu, sedangkan Rosie pergi ke dapur untuk mencari makanan karena dia merasa sangat lapar sekali.
"Tumben sekali kamu membawa laptop Li," ucap grandma.
"Ah ini grandma, Liam sedang mencari Rosie dan dimana dia sekarang?"
Grandma lalu menunjuk meja makan "itu adikmu berada di sana."
Liam kemudian menghampiri Rosie "oh malah keenakan makan ya kamu?"
Rosie hanya meringis saja saat Liam mengetahui dia sedang makan di meja makan "katanya kamu yang akan mengerjakannya sendirian, dan tadi kamu juga berkata bahwa itu sangat mudah bukan?"
"Iya sih tetapi bukan berarti kamu pergi meninggalkanku untuk makan, Rosie."
"Aku lapar."
"Kalau begini caranya bagaimana kamu akan memahami tugasnya?"
"Ya nanti aku akan memahaminya."
Liam kemudian meletakkan laptop milik Rosie dan menjelaskan tentang tugas kuliahnya beserta bagaimana cara mengerjakan kuis soal yang diberikan oleh dosen.
"Bukankah tadi kamu ingin tidur siang?" tanya Rosie sembari mengunyah makanannya.
"Aku paham kok."
"Bohong!!! dad, Rosie tidak mau belajar bagusnya dihukum apa?" tanya Liam sembari berteriak.
"Kenapa Li?" tanya Mr Robinson.
"Rosie tidak mau aku ajari."
"Kamu belajar yang rajin sayang, kan kakakmu udah menyempatkan untuk mengajarimu."
"Iya dad."
"Nah gitu dong, nanti kalau kamu tidak lulus kan kita juga yang repot dan aku pasti akan dimarahi oleh daddy juga."
"Iyaa abang Liam."
"Geli sekali kamu memanggilku dengan sebutan abang."
Rosie tertawa "sekali - sekali kan tidak apa - apa."
Liam lalu mengajari Rosie dengan serius, sedangkan Mr Robinson hanya duduk di samping Liam memantau kedua anaknya tersebut. Awalnya Liam memang ngantuk dan lelah namun itu semuanya hilang saat memilih menghabiskan waktu untuk mengajari adik kesayangannya itu. Liam sangat menyayangi adiknya tersebut sehingga dia meluangkan waktunya di tengah - tengah kesibukannya mempersiapkan acara pernikahannya. Liam pria yang pintar bahkan memiliki IQ yang tinggi, sehingga tidak heran jika dia mampu mempelajari sesuatu hal dengan mudah. Maka dari itu Mr Robinson serta grandpa sangat percaya kepada Liam untuk mengelola bisnis keluarganya yang telah susah payah dia bangun dari 0, buktinya sekarang perusahaannya keluarganya meningkat pesat semenjak Liam bergabung di perusahaannya. Setelah kurang lebih menghabiskan waktu sekitar 2 jam, Liam lalu menyudahinya dan sekarang dia bergegas mencari calon istrinya yang sedang berbincang dengan ibu mertua.
__ADS_1
Liam kemudian memeluk Jane dari belakang "aku kangen."
"Sudah belajarnya?" tanya Jane sembari mengusap pipi Liam.
"Sudah sayang," ucap Liam mencium pipi Jane.
"Heh Liam!" Mrs Robinson memperingatkan putranya itu.
Liam cengengesan "hehe hanya sedikit kok mom."
"Ckck kamu ini."
"Lapar tidak?" tanya Jane kepada Liam.
"Tidak, tetapi aku mengantuk."
"Ya sudah tidur sana."
"Tetapi nanti sore tolong bangunkan aku."
"Iya."
Saat sore hari Jane lalu melangkahkan kakinya ke dalam kamar Liam untuk membangunkannya. Jane naik ke atas ranjang dan menepuk pelan pipi Liam "sayang, bangun sudah sore."
"Hoammm iya," ucap Liam sembari menguap.
"Memangnya ingin pergi kemana kok minta dibangunkan sore hari?"
Liam lalu membawa Jane kepelukannya "ingin ketemu kamu."
"Kan sudah bertemu dari tadi pagi," ucap Jane sembari menekan - nekan hidung Liam.
"Masih kurang."
Jane mencium pipi Liam "nanti jalan - jalan sembari membeli jajanan bersama Rosie, mau tidak?"
"Iya mau, sana mandi!!" Liam kemudian menciumi leher Jane.
"Kalau kamu seperti ini kapan mandinya aku?"
"Sebentar, aku masih belum puas."
"Iya, aku akan menunggunya sampai kamu puas."
Liam tersenyum "hehe."
__ADS_1