
Setelah selesai memeriksa dan memastikan bahwa tidak ada barang yang tertinggal, lalu Liam meletakkan tasnya di sofa kamar dan duduk di atas ranjangnya sembari bermain game di handphonenya. Mrs Robinson kembali masuk ke dalam kamar Liam dengan membawa segelas susu hangat untuk Liam dan kemudian duduk di samping Liam. Pandangan Mrs Robinson terus tertuju kepada gelang yang digunakan oleh Liam.
Memegang tangan Liam lalu melihat gelang yang dipakai oleh Liam "kamu baru saja membelinya?"
"Iya mom, aku membelinya sewaktu di pantai tadi, dan jujur saja aku tidak terlalu menyukainya."
"Kenapa memangnya? ini gelang yang indah kok."
"Karena gelang ini sama persis dengan milik Jane mom, mommy tau sendiri kan jika aku tidak terlalu menyukai memakai barang couple."
"Terus kenapa tidak menolaknya saja jika kamu tidak menyukainya?"
"I don't know. Entah kenapa aku tidak ingin dia sedih, itu saja."
Tersenyum "itu artinya kamu mulai menyukai Jane."
"Benarkah begitu?"
"Iya Liam. Jika kamu ingin tau jawabannya dan memastikannya, maka kamu harus bertanya sendiri kepada hati kamu."
"Mom?"
"Yes?"
"Apa daddy masih marah kepadaku, karena dulu aku lebih memilih berkuliah di jurusan DKV dan berusaha menghukumku dengan perjodohan ini?"
"Daddy tidak marah kepadamu Liam karena keputusanmu dulu, dan untuk perjodohan itu karena kami menginginkan yang terbaik untuk kamu."
"Benarkah? aku masih tidak mengerti semua ini."
"Suatu saat kamu pasti akan mengerti semua ini. Baiklah ini sudah larut malam dan kamu harus tidur agar tubuhmu fit waktu mendaki gunung."
"Baik mom, good night."
"Good night and sweet dream my dear."
"You too."
Pagi harinya Mrs Robinson membangunkan Liam yang sedang tertidur pulas. Tidak lama kemudian Rosie juga masuk ke kamar Liam dan mengganggunya dengan bernyanyi di dekat Liam lalu Liam menutup telinganya dan menutup wajahnya dengan selimutnya. Mrs Robinson yang melihat kelakuan putrinya tersebut hanya bisa tersenyum sembari menggelengkan kepalanya. Mrs Robinson kemudian membuka jendela kamar lalu membangunkan Liam kembali di saat Liam mulai tertidur di balik selimutnya, sedangkan Rosie terus bernyanyi di samping Liam.
Liam membungkam mulut Rosie yang sedang menyanyi tersebut dengan tangannya "bisa diam tidak sih? kamu berisik sekali di pagi hari mirip seperti ayam yang sedang berkokok."
Rosie lalu melepas tangan Liam yang sedang membungkam mulutnya tersebut "ihh lepaskan, aku tidak bisa bernafas ini."
Liam kembali berbaring di ranjangnya "lebay."
"Sudah, sudah kalian berdua ini selalu saja bertengkar. Liam cepat mandi!! nanti kamu ditinggalkan oleh teman - temanmu."
"Berangkatnya siang kok mom, tenang saja."
__ADS_1
"Oh begitu, ya sudah."
Rosie lalu memegang tangan Liam dan mengangkat tangan Liam "ihh tumben sekali memakai gelang yang seperti ini, beli dimana?"
"Beli di pantai, memangnya kenapa?"
"Gelangnya bagus, buat aku saja ya Li?"
"Tidak boleh, beli saja sendiri."
Rosie mendekati Mrs Robinson yang sedang duduk di tepi ranjang Liam "mom sekarang Liam pelit sekali denganku, biasanya dia selalu memberikan apapun yang aku minta."
Mrs Robinson lalu memeluk Rosie dari samping "haha gelang itu sudah menjadi barang kesayangan kakak kamu sekarang, maka dari itu dia tidak memberikannya kepadamu saat kamu memintanya."
"Memangnya kenapa mom?"
Mrs Robinson langsung tersenyum sembari melirik Liam yang sedang asik tiduran di ranjangnya "itu gelangnya sama dengan orang yang sangat special untuk Liam, jadi kamu tidak bisa memilikinya. Kalau kamu menginginkan gelang yang lain, mommy akan mengantarkanmu ke toko perhiasan langganan mommy di Jogja."
"Memangnya siapa orang special yang mommy maksud?"
"Mom jangan beritahu Rosie, please."
"Ihh Liam sekarang begitu, main rahasia - rahasiaan denganku menyebalkan sekali."
"Biarin wlee." (menjulurkan lidahnya)
"Siapa sih mom?"
Rosie lalu menghampiri Liam dan berbaring di samping Liam "ayolah Li, ceritakan kepadaku please."
"Tidak mau."
"Ayolah Liam, nanti akan aku nyanyikan sebuah lagu untukmu."
"Tidak mau, suaramu jelek tidak merdu."
Rosie terus memeluk dan membujuk Liam untuk menceritakannya, sedangkan Mrs Robinson hanya tertawa melihat tingkah laku kedua anaknya tersebut. Hingga tidak lama kemudian Mr Robinson menghampiri mereka bertiga di kamar Liam dan langsung menyapa mereka bertiga. "good morning."
"Good morning dad," ucap mereka berdua secara serempak.
Mr Robinson menghampiri Mrs Robinson yang sedang duduk di tepi ranjang Liam lalu memeluknya "good morning honey."
Mrs Robinson membalas pelukan dari suaminya tersebut "good morning hon, do you need help?"
Liam protes karena merasa iri dengan tingkah laku daddy dan mommy nya "kalian berdua pagi - pagi sudah pamer dan mengumbar kemesraan di depan anak - anaknya."
Mr Robinson tertawa mendengar hal tersebut lalu mengejek Liam "maka dari itu terima saja perjodohannya, atau kalau tidak kamu cepat - cepat mencari calon istri sendiri hahaha."
"Rosie juga ingin cepat mencari pacar dan akan menikah saja."
"Tidak boleh," ucap mereka bertiga secara serempak yang membuat Rosie terkejut.
__ADS_1
"Kenapa aku tidak boleh dad? aku tidak ingin menjadi jomblo berkarat seperti Liam."
"Aku bukan jomblo berkarat. Come on, aku baru berusia 25 tahun jadi itu masih tergolong muda untuk menikah."
"Begini, Rosie harus melanjutkan kuliah Rosie dulu ya? Rosie masih terlalu muda dan polos untuk menikah."
"Baik dad, mom."
Mrs Robinson lalu berdiri dan berkata kepada mereka bertiga "baiklah semuanya, mari kita sarapan ini sudah waktunya."
Semua orang langsung bergegas turun kebawah menuju meja makan untuk sarapan. Mereka menikmati sarapan dengan nikmatnya sembari berbincang kecil, sungguh seperti keluarga yang bahagia dan rukun walaupun kenyataannya tidak seperti itu hahaha. Selesai sarapan, Liam bermain piano yang berada di ruang keluarga dan Rosie menyanyi dengan memainkan gitar di samping Liam. Mereka berdua berduet menyanyikan judul lagu favorite mereka dengan disaksikan oleh Mr dan Mrs Robinson yang duduk di sofa.
Sedangkan di kediaman keluarga Kim tampak semua anggota keluarga Kim berbincang di gazebo tepi kolam renang rumah mereka. Semuanya tampak senang berbincang sembari memakan kue buatan dari Mrs Kim dan Jane. Memang sengaja Mrs Kim membuat kue untuk anggota keluarganya karena sudah lama Mrs Kim tidak membuat kue karena sibuk sewaktu di Korea. Jane yang juga suka memasak, terutama membuat kue akhirnya sepakat untuk membuat kue bersama Mrs Kim.
Josh yang sedang memakan kue tersebut dan melihat adiknya asik bermain dengan anjingnya lalu berbicara kepada Jane "kok tumben sekali hari ini kamu diam di rumah, biasanya kan kamu suka pergi keluyuran."
Mr Kim kaget mendengar ucapan dari Josh lalu menanyakan kepada Jane untuk memastikan "benar kamu sering keluyuran Jane?"
"Aku tidak pernah keluyuran kok, oppa suka mengada - ngada saja hehe."
"Jane, Jane jangan bohong dengan appa dan eomma."
"Oppa, bisa diam tidak sih?"
Josh tertawa "oh ya appa eomma, sebenarnya Jane suka dengan Liam tetapi dia gengsi dan menolak perjodohannya hahaha."
"Tidak kok, aku tidak suka dengan Liam."
"Oh ya satu lagi, Jane sering pergi dengan Liam dan selalu saja Liam dipaksa oleh Jane agar menemani Jane kemanapun yang Jane inginkan."
Kedua orang tua Jane seperti merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan Josh, lalu Mrs Kim mulai menanyakannya secara langsung tentang yang dikatakan oleh Josh tersebut. "apa benar kamu suka dengan Liam?"
Jane hanya bisa pasrah dan berterus terang kepada Mrs Kim "mulai sedikit suka sih eomma, ya siapa sih yang tidak menyukai Liam terutama para wanita? wanita mana yang tidak menyukai pria yang perhatian kepadanya, di manja dan selalu memberikan apa yang di inginkannya?"
"Terus kenapa kamu menolak dijodohkan oleh dia?"
"Ya aku hanya merasa pria baik seperti Liam pantas mendapatkan wanita yang lebih baik daripada Jane. Lagipula kita berdua selalu memiliki pemikiran yang berbeda jauh dan pasti akan selalu ribut eomma."
(menghela nafas) "baiklah jika itu yang kamu inginkan, tetapi jika kamu benar - benar menyukainya dan memilih untuk menyerah maka kamu harus siap - siap merelakan dia bersama orang lain suatu saat nanti."
"Aku tau konsekuensinya eomma, jadi pasti aku akan siap menerima konsekuensinya dengan menghadiri pesta pernikahan Liam hanya sebagai tamu undangannya saja haha."
"Tapi saran dari oppa lebih baik kamu menerima perjodohannya saja karena oppa lihat Liam mulai menyukaimu juga."
"Oppa tau darimana jika Liam menyukaiku juga?"
"Aku melihatnya dari tatapan matanya ketika dia menatapmu, seperti seluruh dunianya terletak di diri kamu."
"Oppa mengada - ngada saja, mana mungkin Liam menatapku sampai begitu."
"Ya sudah kalau tidak percaya, oppa mau siap - siap berangkat camping. Appa, eomma, Josh berangkat dulu ya?"
__ADS_1
"Take care," ucap Mr dan Mrs Kim secara serempak.