Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #37


__ADS_3


Karena Liam malu dilihat banyak orang di lobby, akhirnya dengan berat hati Liam bersedia mengikuti Jane sesuai keinginannya. Lalu mereka berdua berjalan menuju tempat parkir dan berangkat ke barbershop menggunakan mobil Liam.


Liam bertanya sembari fokus menyetir "memangnya mau pergi ke barbershop yang sebelah mana?"


"Itu yang barbershop Y, tempat oppa biasa potong rambut."


"Hmm. Cuma potong rambut aja kan?"


"Tidak. Habis itu pergi ke boutique dan antarkan aku ke salon A, baru setelah itu pergi ke rumah aku."


"Dasar banyak maunya, memangnya aku ini supir pribadi kamu? memangnya kamu sudah mau pulang ke rumah utama kamu?"


"Kamu mau jadi supir pribadi aku menggantikan pak Kang? kalau mau sih juga tidak apa - apa, aku tidak keberatan sama sekali hahaha."


"Oh tentu saja tidak."


Jane kemudian beralih menatap keluar jendela "Liam, sepertinya aku sudah mulai nyaman tinggal di apartement kamu dan aku tidak ingin pulang ke rumah utama jika bukan karena appa dan eomma sudah pulang ke Indonesia."


"Oh begitu. Jika kamu nyaman tinggal di apartement, kamu bisa tinggal di sana kapanpun kamu mau."


"Benarkah?"


Liam tersenyum kepada Jane "tentu saja silahkan."

__ADS_1


Jane beralih menatap Liam dan kemudian dia tersenyum dengan lebar "thank you."


Sesampainya di barber shop Y, Jane langsung menggandeng tangan Liam dan duduk di ruang tunggu. Ketika karyawan hendak memotong rambut Liam, dia bertanya ingin model rambut yang bagaimana namun Jane langsung menghampiri karyawan tersebut dan menunjukkan sebuah foto dari handphonenya. Karyawan tersebut mengangguk paham oleh apa yang Jane maksud dan mulai memotong rambut Liam sedikit demi sedikit sesuai dengan style yang Jane inginkan. Jane memperhatikan Liam yang sedang dipotong rambutnya dari kursi tunggu. 45 menit kemudian, karyawan itu selesai memotong rambut Liam dan membersihkannya.


Melihat dirinya di cermin "apa tidak salah style seperti ini mas? sepertinya ini sangat aneh." Protes Liam.


"Tidak mas, ini sudah sesuai dengan yang pacar anda minta. Ini sangat cocok dengan wajah anda dan ini adalah style yang sekarang sedang menjadi trend."


"Maaf mas dia bukan pacar saya, dia hanya teman saja hehe. Bagus sih mas tapi sepertinya kurang cocok dengan saya."


Jane kemudian menghampiri Liam setelah mengetahui jika Liam protes dengan style rambut barunya dan berusaha meyakinkan Liam.


"Ini sudah bagus kok kamu cocok dengan style ini. Mas sekalian dicat rambutnya warna coklat tua."


"Tidak perlu. Aku lebih suka warna rambutku bewarna hitam, dan baiklah aku akan mencoba beradaptasi dengan gaya rambut baruku."


Jane kumudian pergi meninggalkan Liam dan karyawan tersebut dan karyawan itu mengoleskan pomade ke rambut Liam dan menatanya kembali. Setelah selesai akhirnya Liam dan Jane pergi menuju boutique seperti yang telah direncanakan oleh Jane tadi di mobil. Liam hanya menurut saja oleh apa yang diinginkan oleh Jane walaupun suasana hatinya berubah menjadi badmood karena kejadian di barbershop tadi.


"Kenapa kamu tidak ingin merubah warna rambut kamu? padahal itu akan cocok dengan style rambutmu yang sekarang."


Liam hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari Jane dan mata Liam hanya fokus ke depan. Jane yang mengetahui suasana hati Liam menjadi buruk karena dia, akhirnya Jane berusaha menghibur dan mengajak berbicara Liam. Tidak lama kemudian mereka berdua telah sampai di boutique. Jane ingin menggandeng tangan Liam kembali tetapi dilepas oleh Liam dan kemudian dia berjalan masuk meninggalkan Jane. Liam kemudian hanya duduk di kursi tunggu dan membiarkan Jane memilih baju yang diinginkan olehnya. Jane lalu menghampiri Liam yang sedang duduk di kursi tunggu dengan membawa kemeja dan celana untuk Liam dan Memberikannya kepada Liam.


Liam bertanya dengan ekspresi yang dingin "apa?"


"Cepat kamu pakai, sepertinya sudah sesuai dengan ukuran kamu."

__ADS_1


"Tidak perlu aku masih punya, lebih baik kamu belanja pakaian untuk diri kamu sendiri."


"Cepat pakai apa susahnya sih? kamu kalau badmood menyebalkan sekali."


Liam kemudian berbisik kepada Jane "aku tidak suka warna yang ini, aku lebih suka warna biru atau cyan."


Setelah mendengar hal tersebut, kemudian Jane menarik nafasnya dan pergi mencari model yang sama dengan warna yang diinginkan oleh Liam yaitu biru dan cyan. Sedangkan Liam kembali duduk dan memainkan game di nitendonya. Beberapa menit kemudian Jane kembali menghampiri Liam dengan membawa warna baju sesuai dengan keinginan Liam dan memberikan kepadanya. Liam kemudian berjalan menuju fitting room untuk mencoba pakaiannya.


Selesai memakai pakaiannya, Liam keluar dari fitting room untuk menunjukkannya kepada Jane. Melihat Liam yang keluar dari fitting room dengan style yang berbeda, Jane merasa terkesima oleh penampilan baru Liam. Jane kemudian menghampiri Liam dan memutar - mutar badannya agar Jane bisa dapat melihatnya secara saksama.


"Kenapa sih? aku jadi pusing."


Tersenyum kepada Liam "nah ini baru cocok, kamu kelihatan berbeda dan sedikit tampan."


"Cuma sedikit?"


"Tidak, tapi sangat tampan hehe. Ini sekalian dengan sepatunya, muat tidak? coba kamu pakai."


"Muat kok sepatunya. Aku akan mengganti baju aku."


"Baiklah."


Jane memilih dress untuk dirinya sendiri sembari menunggu Liam selesai mengganti bajunya. Liam kemudian keluar dari fitting room dan kembali melanjutkan bermain game di nitendonya. Selesai mencoba dress yang dipilihnya, kemudian Jane menghampiri Liam yang sedang asik bermain game sembari membawa dress yang akan dia beli. Jane kemudian mengambil pakaian dan sepatu yang tadi Liam coba pakai ke kasir. Memang dari awal Jane berniat untuk merubah gaya berpakaian Liam dan membelikannya beberapa pakaian, celana dan sepatu untuk Liam. Pokoknya siang sampai sore mereka berdua berdua menghabiskan waktu bersama sesuai dengan rencana yang Jane susun tadi.


Jam menunjukkan pukul 18.00 dan mereka berdua telah sampai di unit apartement mereka dan disambut oleh gonggongan anjing mereka si Kiko. Liam langsung meletakkan paperbag - paperbag tersebut di atas meja dan dia pergi ke kamarnya untuk membersihkan badannya. Sedangkan Jane pergi untuk memberi makan Kiko si anjing kesayangannya. Jane juga pergi ke kamarnya untuk membersihkan badannya setelah selesai memberi makan Kiko. Liam yang telah selesai mandi langsung pergi ke ruang tengah untuk bermain dengan Kiko sembari merebahkan tubuhnya di atas sofa. Beberapa menit kemudian Liam sudah tertidur pulas di sofa tersebut karena dia merasa sangat lelah sekali. Jane yang keluar dari kamarnya sembari berbicara di panggilan teleponnya merasa terkejut melihat Liam tertidur pulas dengan Kiko yang juga tertidur berada di atas perut Liam.

__ADS_1


Jane memperhatikan Liam yang tertidur sembari bergumam "ayah dan anak ini ternyata ketiduran di sini. Liam bisa demam kalau tidur disini, apalagi suhu ruangan ini sangat dingin."


Kemudian Jane mengakhiri perbincangannya di telepon dan berjalan menuju kamar nya mengambil selimut untuk Liam. Jane menghampiri Liam lalu memindahkan Kiko yang sedang tertidur di atas perut Liam ke tempat tidurnya, lalu Jane menyelimuti tubuh Liam dengan selimutnya agar Liam tidak demam. Setelah itu Jane mengambil semua paperbag yang berada di atas meja untuk dibawa ke tempat laundry dan langsung menghubungi pak Kang agar membawanya ke tempat laundry. Selesai mengurus semua paperbag tersebut, Jane pergi ke dapur karena dia ingin meminum teh favorite nya sembari mengecek instamili nya.


__ADS_2