
Semakin lama Liam justru semakin asyik berbincang dengan dua mahasiswa itu sembari memakan camilan yang tadi dia beli. Mereka bertiga membicarakan mengenai jurusan itu dan Liam juga mengajari mereka berdua karena memang Liam dahulu juga berada di jurusan yang sama. Tidak lama kemudian Rosie menghampiri Liam di kantin yang tengah berbincang dengan dua mahasiswa dari jurusan lain. Rosie lalu ikut bergabung di meja mereka untuk makan siang serta menyimak apa saja yang sedang mereka bicarakan.
30 menit kemudian Liam langsung kembali ke kantornya karena Yunna sudah menghubunginya sejak tadi untuk memberitahu bahwa dia masih ada meeting bersama klien. Liam mengendarai mobilnya menuju ke kantor, dan tidak lama kemudian dia telah sampai di kantornya. Setelah itu dia pergi meeting bersama Yunna. Tidak lama kemudian saat mereka berdua telah selesai meeting, mereka lalu melanjutkan pekerjaannya masing - masing.
Liam juga telah mengirimkan semua ringkasan tentang pertemuan orang tua tadi kepada Mr Robinson, dan dia juga mengatakan bahwa dia baru membayar separuh uang untuk biaya kuliah Rosie. Tidak lama kemudian Liam mendapatkan sebuah transferan uang dari Mr Robinson untuk mengganti uang tadi, padahal Liam tidak berharap bahwa Mr Robinson akan menggantinya karena dia sangat senang membantu adiknya. Beberapa jam kemudian Liam telah sampai di rumah dan sedang berdandan di depan cermin.
"Wah wah ternyata semakin lama aku semakin terlihat tampan saja, auraku juga terlihat seperti seorang hot daddy haha."
Jane yang mendengar hal tersebut dari balik pintu, dia langsung menertawakan Liam. Setelah itu Liam keluar dari kamarnya namun karena dia menarik gagang pintu terlalu kencang, alhasil Jane menjadi terjatuh.
*Brughhh.*
"Eh maaf aku tidak tahu jika kamu berada di balik pintu."
"Ckckck dasar terlalu over power hingga sampai seperti ini," ucap Jane kesal.
"Maaf sayang, kamu tidak apa - apa kan?" tanya Liam khawatir.
"Iya aku tidak apa - apa."
"Sini aku gendong."
"Iya."
Liam lalu membawa Jane ke atas ranjang.
"Mana yang sakit heum?"
"Tidak ada hubby, aku baik - bail saja."
"Oh syukurlah jika seperti itu."
"Tadi pertemuannya bagaimana?" tanya Jane penasaran.
"Ya seperti itulah, ujung - ujungnya diminta untuk membayar."
"Sudah kamu bayar?"
"Sudah tapi baru dp saja, sisanya nanti daddy yang akan membayarnya."
"Oh begitu."
"Jane, aku sangat lelah dan ingin dipijat olehmu."
"Baiklah hubby, sini aku pijat."
"Hari ini masak apa?"
"Hari ini aku memasak tumis ayam dan nugget, tidak apa - apa kan?"
"Iya tidak apa - apa sayang, aku selalu menyukai masakanmu apapun itu."
"Terima kasih hubby."
"Sama - sama."
__ADS_1
"Daddy dan mommy sedang berada di Australia ya?"
"Iya, daddy sedang mengurus proyek yang berada disana."
"Kalau yang disini?"
"Aku dan Yunna yang mengurusnya hehe."
"Lian tidak?"
"Lian beda departement, jadi dia tidak ikut mengurus proyek."
"Oh begitu."
"Apakah kamu merasa bahagia hari ini?" tanya Liam tiba - tiba.
"Hmm tentu saja, kenapa kamu bertanya seperti itu?"
"Tidak apa - apa, aku hanya ingin memastikan kalau kamu memang benar - benar bahagia hidup bersamaku."
Jane lalu memeluk tubuh Liam.
"Sekarang aku tanya, apa kamu juga merasa bahagia hidup bersamaku heum?"
"Sejujurnya aku merasa bahagia bisa hidup serta menghabiskan waktu bersamamu, akan tetapi tiba - tiba saja dia yang menjadi jahat hingga aku seolah - olah merasa tidak bahagia sama sekali."
"Hem dia? dia siapa?" tanya Jane penasaran.
"Dia itu adalah otakku, fikirankulah yang sangat jahat kepadaku dan juga kepada dirimu. Setiap kali aku berusaha untuk bahagia, pasti selalu saja dia menghancurkannya."
"Benar, dia sangat jahat sekali kepadaku, oleh sebab itu aku selalu seperti itu."
"Sudah lupakan sejenak mengenai hal itu, mari kita makan malam."
"Okay Jane."
Mereka berdua lalu turun ke ruang makan untuk makan malam bersama, dan setelah itu mereka berdua pergi ke ruang tengah untuk menonton film. Kali ini Liam sedang senggang, jadi mereka berdua bisa menonton film bersama. Kali ini mereka berdua menonton film yang bertemakan sebuah mafia dari Italia yang menculik seorang wanita untuk dijadikan sebagai kekasihnya. Wanita tersebut diberi waktu selama setahun untuk memutuskan apakah dia ingin menerima pernyataan cinta mafia itu ataukah tidak. Namun selama setahun itu mereka berdua memgalami berbagai hal - hal yang tidak terduga dan membuat wanita tersebut menjadi mencintai mafia itu.
"Andaikan aku menculikmu seperti itu apakah kamu akan seperti wanita itu?" tanya Liam bercanda.
"Mungkin begitu, dan mungkin saja tidak."
"Kenapa begitu?"
"Semua itu tergantung bagaimana kamu memperlakukanku selama ini, dan jika kamu berbuat seperti ketua mafia itu maka aku akan langsung membunuhmu saat itu juga."
"Apa kamu tidak berminat untuk mencobanya seperti wanita itu?"
"Maaf tetap saja aku tidak minat."
"Hmm baiklah."
"Namun jika difikir - fikir lagi sepertinya pria itu sangatlah tampan dan gagah sekali, mmm mungkin lebih tepatnya sangat macho sekali hehe."
"Aku juga akan seperti itu jika aku memanjangkan kumis dan juga jenggotku."
__ADS_1
"Tidak, kamu terlihat seperti gembel jika memanjangkan kumis dan juga jenggotmu."
"Dih dasar menyebalkan sekali."
"Aku hanya bercanda hubby sayang, kamu juga terlihat sangat macho jika seperti itu namun aku tidak suka jika nanti tiba - tiba kamu dikejar - kejar oleh banyak wanita."
"Bukankah itu bagus? artinya memang aku sangat tampan dan macho sekali bukan?"
"Tidak hubby, justru nanti aku malah menjadi sangat khawatir jika seperti itu. Sekarang saja aku masih sangat khawatir jika kamu mulai berpaling dariku, apalagi kamu merubah penampilanmu dan menjadi sangat digilai oleh para wanita."
"Tenang saja sayang, aku janji bahwa aku tidak akan berpaling darimu."
"Hmm baiklah, terserah kamu saja."
"Kok kamu begitu sih?" tanya Liam protes.
"Memangnya aku harus menjawab apa?"
"Hufftt sudah lupakan saja."
"Ya ampun," ucap Jane memeluk Liam.
"Jane, ayo makan mie instan lagi."
"Sudah lapar di jam segini heum?"
"Ini sudah pukul 10 malam dan aku menjadi lapar ketika menonton film."
"Oh begitu, ternyata bayi besarku ini juga sering lapar malam - malam."
"Aku bayi besarmu?" tanya Liam bingung.
"Iya hubby, karena kamu lebih rewel dari baby Ace."
"Tidak juga, aku rewel saat kamu tidak peka dengan apa yang aku minta."
"Dih memangnya kamu meminta apa?"
"Hmm ehem dan juga mie instan."
"Mie instan saja ya? tadi aku sudah mengatakan kalau aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu yang satunya."
"Memangnya masih lama?"
"Tunggu saja sekitar semingguan, okay?"
"Hmm baiklah."
"Aku akan membuatkan mie instan untukmu sebentar."
"Dengan itu yang waktu itu juga."
"Itu apa hubby?"
"Yang rasanya enak dan kenyal - kenyal."
__ADS_1
"Oh itu, okay."