Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #418


__ADS_3

Kakak Leon merasa sangat khawatir bahwa nanti adiknya itu akan ditolak secara mentah - mentah oleh keluarga wanita itu, secara wanita itu adalah Rosie yang notabene seorang wanita dari keluarga terpandang. Keluarga mereka hanyalah rakyat kelas menengah dan pastinya derajatnya jauh dibawah keluarga Rosie. Misalnya jika Leon benar - benar bisa menjalani hubungan dengan Rosie, takutnya nanti dia akan diinjak - injak oleh keluarga Rosie karena dia hanya seorang pria biasa.


Apalagi keluarga Rosie terkenal bahwa mereka para pria sangat menjunjung tinggi harga dirinya serta kehormatannya, takutnya Leon akan ditolak dengan alasan yang disebutkan tadi. Mungkin jika si wanita berasal dari keluarga miskin pastinya para pria akan tetap menerimanya, sedangkan jika sebaliknya maka bisa saja dia akan langsung terbuang karena dianggap tidak bisa membahagiakan serta menghidupi putrinya. Dia tahu sendiri bahwa Rosie diperlakukan sebagai seorang putri oleh keluarganya, karena kakak Leon adalah sekretaris pribadi sekaligus tangan kanan Liam.


Bisa saja Liam langsung tidak setuju bahwa adiknya mendapatkan pria yang biasa - biasa saja, dan waktu itu Liam pernah berkata bahwa dia menginginkan bahwa Rosie mendapatkan suami yang baik. Dahulu Liam rela menahan hawa nafsunya agar adiknya itu tidak mendapatkan karma buruk atas apa yang dilakukannya. Leon lalu menepuk bahu Yunna hingga membuyarkan lamunannya, dan setelah itu dia mengajaknya serta ibunya untuk pergi berkeliling melihat beberapa stand dari berbagai jurusan. Tibalah saatnya Leon membawa ke stand milik Rosie sekaligus modus untuk bertemu dengannya.


"Lho Yunna," ucap Liam terkejut.


"Eh Liam, Jane."


"Ternyata kamu disini juga?" tanya Jane.


"Iya, adikku ini yang mengundangku dan mami."


"Hai tante, apa kabar?" tanya Liam menyapa mami Yunna.


"Baik Liam, kamu apa kabar?"


"Baik tante, oh ya ini Lian dan ini Jane."


"Salam kenal tante, saya kembarannya Liam."


"Oh kembar, semuanya tampan - tampan ya rupanya."


"Iya tante," jawab Lian.


"Ini istrinya Liam?"


"Benar tante, saya istrinya Liam dan temannya Yunna."


"Oh begitu, anaknya umur berapa itu?"


"Baru sekitar 2 bulanan."


"Wah tampannya."


"Terima kasih."


"Jadi ini Leon, adikmu?"


"Iya Liam, ini Leon."


"Kakakmu kenal dengan kakaknya Leon, wah tanda - tanda nih."


"Tanda - tanda apa?" tanya Rosie bingung.


"Tanda - tanda akan direstui hahaha."


"Dasar, diamlah! aku sedang tidak ingin membahas hal seperti itu."


"Memangnya kenapa Rosie?" tanya Cheryl penasaran.


"Nanti kakakku dengar bisa repot aku."


"Kak, Leon ini pacarnya Rosie."


"Sssttt Cheryl!!" ucap Leon.


Liam langsung merangkul Leon dan membawanya sedikit menjauh dari mereka semua.

__ADS_1


"Oh jadi kamu pacarnya adikku heum?"


"Mmm bu-bukan bang, saya hanya temannya saja kok hehe."


"Teman apa teman?" tanya Liam menggoda Leon.


"Hanya teman, yang tadi hanya sebuah isu saja kok hehe."


"Oh begitu rupanya."


"Iya bang."


"Sudah jangan pacaran terus lebih baik kuliah yang rajin agar mendapatkan pekerjaan yang baik dengan gaji tinggi, sama seperti kakakmu itu."


"Baik bang."


"Jangan nakal dengan kakakmu, kasihan dia setiap hari bangun pagi pulang sore dan kadang sampai bekerja lembur."


"Kan abang yang memintanya untuk bekerja lembur kan?"


"Eh iya juga sih, haiss pokoknya kamu jangan nakal dengannya awas saja kalau kamu sampai nakal."


"Iya bang, saya janji tidak akan nakal dengan kakak."


"Nah begitu dong."


"Bang, adiknya boleh untukku tidak?" tanya Leon berbisik.


"Apa?" tanyanya terkejut.


"Mmm sebenarnya aku suka dengan Rosie sudah sangat lama, jadi aku ingin lebih dekat dengannya."


"Baik bang. Memangnya kalau nanti Rosie mau dengan saya, apakah abang tidak apa - apa?"


"Ya tidak apa - apa, memangnya kenapa?"


"Saya kan dari keluarga biasa saja, sedangkan..."


"Hei jangan difikirkan karena kita semua ini sama dimata Tuhan, yang terpenting kamu bisa membuktikan kepadaku bahwa kamu ini merupakan seorang pria yang pantas untuk adikku. Aku tidak masalah kamu dari keluarga yang seperti apa karena yang terpenting kamu adalah seorang pria yang bertanggungjawab dan juga pekerja keras."


"Baik bang, saya akan membuktikan kepada anda bahwa saya memang seorang pria yang pantas untuk Rosie."


"Nah bagus, tetapi kamu jangan buru - buru menikah dulu karena masa depan Rosie masih panjang."


"Baik bang."


"Kapan - kapan kita hangout bareng, mau tidak?"


"Boleh bang."


Liam lalu kembali menghampiri mereka.


"Rosie, kamu mau sama dia? katanya dia sudah lama suka denganmu."


"Cieee Rosie," ucap teman - temannya menyorakinya.


"Katanya aku tidak boleh pacaran dulu, lalu mengapa sekarang kamu begitu?" tanya Rosie keheranan.


"Tidak apa - apa, kalau kamu mau sama dia ya aku tidak masalah."

__ADS_1


"Nanti saja ya, aku belum lama mengenalnya."


"Aduh boyy kenapa kamu kurang sat set kalau sudah menyukainya sejak lama?" tanya Liam berbisik.


"Masalahnya saya malu bang."


"Astaga."


Mereka terus berbincang - bincang, sedangkan Rosie terus menerus diganggu oleh Cheryl karena dugaannya selama ini sudah jelas bahwa ternyata Leon sudah lama menyukai Rosie. Cheryl juga beberapa kali menyuruh Rosie untuk menerima pernyataan cinta dari Leon agar mereka berdua bisa menjalin sebuah hubungan. Leon lalu kembali menjalankan tugasnya untuk mendokumentasikan acara pameran tersebut sampai acara selesai. Meskipun acaranya sudah selesai namun Leon juga harus tetap.membantu teman - temannya untuk membereskan stand itu. Beberapa jam kemudian acaranya sudah selesai dan Leon langsung menemui Rosie yang sedang membereskan stand miliknya.


"Kamu pulang dengan kakakmu?" tanya Leon.


"Tidak, mereka sudah pulang sejak tadi."


"Mau pulang denganku?" tanya Leon ragu.


Cheryl langsung menyenggol lengan Rosie.


"Sudah pulang saja dengan Leon," ucapnya berbisik.


"Ya sudah aku pulang denganmu namun aku harus membantu mereka membreskan ini sebentar."


"Baik."


"Sudah kamu pulang duluan saja Rosie dan terima kasih sudah membantu kami semua," ucap salah satu temannya yang lain.


"Iya sama - sama, tidak apa - apa aku tinggal?"


"Iya tidak apa - apa, lagipula ini hanya tinggal sedikit saja kok."


"Baiklah "


Rosie langsung berjalan bersama Leon untuk pulang ke rumah. Namun saat di tengah - tengah perjalanan Rosie mengajak Leon untuk pergi ke sebuah cafe.


"Kamu sudah lama menyukaiku?" tanya Rosie.


"Iya, aku sudah lama menyukaimu namun aku tidak berani mengatakannya karena derajat kita berbeda. Namun setelah kakakmu berkata seperti itu aku menjadi sangat yakin untuk mendapatkanmu."


"Oh begitu rupanya, akan tetapi aku belum bisa menerimamu karena aku baru saja mengenalmu."


"Iya tidak apa - apa Rosie, karena yang terpenting aku sudah berani mengatakan tentang perasaanku yang sejujurnya kepadamu."


"Iya."


"Tetapi apakah aku mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hatimu?"


"Tentu saja."


"Baiklah aku akan memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik mungkin."


"Semangat."


"Terima kasih. Mmm nanti sore kamu ada acara tidak?"


"Tidak, memangnya kenapa?"


"Ayo nanti nonton bioskop denganku!"


"Baiklah."

__ADS_1


__ADS_2