Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #159


__ADS_3

Tiba saatnya malam pesta ulang tahun Jane dan dia sudah berada di ruang make up sejak tadi karena dia harus merias dirinya agar terlihat lebih menawan. Gaun bewarna merah favorite nya sudah dipakainya hingga sekarang tinggal merapikan rambutnya. Awalnya wanita menggemaskan itu menginginkan jika rambutnya di gelung dengan gaya half bun karena Liam sangat menyukainya, berhubung Liam tidak dapat hadir jadi dia kemudian memilih menggerai rambutnya saja dengan ditambah jepit rambut berlian. Saat menatap cermin di depannya Jane sedang membayangkan ketika malam itu Liam datang menggunakan setelan jas warna favorite nya dan menghampirinya untuk memuji kecantikannya. Namun tiba - tiba Jane tersadar jika Liam tidak akan mungkin datang apalagi sampai memujinya seperti itu karena Liam lebih suka mengejeknya dan tidak dapat bersikap romantis sama sekali. "Dasar pria kaku dan menyebalkan," begitu gerutu Jane di depan cermin.


Selesai merias diri Jane kemudian pergi ke rooftop hotel mewah bintang 5 untuk menemui semua tamu undangan. Tamu undangan yang menghadiri pesta ulang tahun Jane terdiri dari kerabat dekat maupun sahabat - sahabatnya. Semua mata langsung tertuju kepada seseorang yang menjadi bintang utama di pesta tersebut yang tidak lain dan tidak bukan adalah Jane Kim si wanita menggemaskan itu, tetapi sekarang wanita itu telah berubah menjadi wanita yang sexy dan menawan karena menggunakan gaun bewarna merah terang dengan sedikit menampilkan belahan dadanya. Saat ini Jane sedang menjadi pusat perhatian para tamu undangan apalagi pria - pria yang sebenarnya dari dulu menyukai Jane secara diam - diam termasuk Pak Kang yang tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Jane. Sampai saat ini Pak Kang sebenarnya secara diam - diam masih menyukai Jane apalagi mereka berdua juga sering kemana - mana berdua, tapi Pak Kang tidak bisa menyatakan cintanya karena perbedaan statusnya dengan Jane sehingga dia hanya bisa memendamnya saja. Jane kemudian menghampiri sahabat - sahabatnya dan menyapanya dengan sangat ramah.


Orang tersebut langsung memeluk Jane dengan pelukan hangat "happy birthday my sister," ucap Irene sahabat dekat Jane.


"Thank you."


Irene lalu memberikan sebuah kotak bewarna merah kepada Jane "this is for my birthday girl."


"Wah apa ini?" tanya Jane dengan tersenyum.


"Rahasia! bukanya nanti selesai acara."


"Okay."


"Kamu cantik sekali malam ini dan sangat cetar sampai - sampai semua orang memperhatikan kamu."


"Benarkah?"


"Iya benar, 100% valid."


Jane tertawa "kamu ini."


"Mana prince charming kamu yang katanya sangat manis itu heum?" goda Irene


"Dia tidak bisa datang karena sangat sibuk menangani sebuah proyek besar," ucap Jane dengan tertunduk lesu.


"Wah sayang sekali, padahal aku ingin mengetahui wajahnya karena merasa penasaran pelet apa yang dia gunakan untuk memikatmu hingga berhasil move on dari Kyle dengan sangat mudah."


Jane lalu mengeluarkan handphone miliknya dan memperlihatkan layar kunci handphonenya kepada Irene "ini fotonya jika kamu merasa penasaran kepadanya."


"Wah wah ternyata bukan hanya saja tampan, melainkan sangat tampan sekali."


"Tentu saja."


"Darimana kamu mendapatkan pria seperti itu?"


"Rahasia."


"Ah kamu ini."


"Yah tapi jika misalnya kamu mendapatkan pria seperti dia harus banyak bersabar menghadapi perilakunya."

__ADS_1


"Memangnya kenapa?"


"Dia itu bukan tipe pria yang romantis dan cenderung kaku, oh ya dia juga tipe pria yang workaholic."


"Benarkah? tetapi biasanya pria yang seperti itu jika sudah bucin dan sekali bersikap romantis justru bikin terbang ke angkasa."


"Dasar lebay."


"Aku bersungguh - sungguh dengan ucapanku."


Tiba - tiba Pak Kang menghampiri Jane "selamat ulang tahun nona, anda terlihat sangat cantik sekali malam ini."


"Terima kasih Pak Kang, kamu juga terlihat sangat tampan."


Pak Kang tersipu malu "terima kasih nona, ini kado dari saya untuk anda."


"Sekali lagi terima kasih ya Pak Kang."


"Sama - sama nona, kalau begitu saya permisi."


"Silahkan."


Setelah Pak Kang pergi Irene kemudian berbisik kepada Jane "sepertinya Pak Kang itu diam - diam menyukaimu sejak dulu."


"Ah tidak mungkin."


"Mungkin hanya perasaanmu saja."


"Ya sudah terserah jika tidak mau dengar."


2 jam berlalu dan acara pesta ulang tahun itu telah selesai. Jane kemudian pulang ke rumahnya dan bersiap untuk tidur namun tiba - tiba matanya tertuju kepada kotak perhiasan yang terlihat mungil. Jane kemudian mengambilnya dan membukanya. Betapa terkejutnya dia ketika mendapati sesuatu yang berada di dalam kotak tersebut, yaitu sebuah gelang dengan liontin berbentuk bulan yang seharusnya dipakai oleh Liam. Jane kemudian menghubungi Liam namun tidak dapat tersambung hingga membuat fikiran Jane menjadi tidak karuan. Kemudian Jane memenui Josh karena dia satu - satunya orang yang telah menemui Liam saat dia kembali ke Indonesia.


"Oppa!" teriak Jane.


"Apa Jane?"


"Kamu dan dia sedang mengerjaiku bukan?"


"Apa maksudmu?"


Jane kemudian menunjukkan gelang milik Liam kepada Josh "ini, lalu bagaimana ini bisa berada disini jika Liam tidak sedang berada di Korea?"


"Dia menitipkannya kepadaku."

__ADS_1


"Bohong!"


Jane kemudian berlari keluar dari kamar Josh dan mencari Liam di setiap kamar tamu karena menurutnya Liam sedang mengerjainya "Liam, keluar kamu! ini tidak lucu sama sekali."


Mrs Kim yang mendengar teriakan dari Jane langsung menghampiri Jane.


"Kamu sedang apa, Jane?"


"Josh dan Liam sedang mengerjaiku, eomma."


"Mengerjai bagaimana?"


"Liam sebenarnya sedang berada di Korea namun oppa mengatakan jika Liam tidak berada di sini."


"Bagaimana kamu bisa mengetahui jika Liam berada disini?"


"Gelang ini kan yang selalu dipakai Liam dan tidak mungkin Liam melepaskannya lalu memberikannya kepada oppa, pasti Liam berada di sini."


"Liam tidak ada disini," ucap Josh menghampiri Jane.


"Bohong! Liam pasti membohongiku dan sengaja bersembunyi agar kita berdua tidak jadi bertunangan karena dia memang tidak ingin menikah."


Mrs Kim dan Josh seketika merasa terkejut mendengar ucapan Jane "apa? bertunangan?"


"Iya, sebenarnya aku dan Liam malam ini sudah resmi bertunangan jika saja dia tidak membohongiku."


Josh menarik nafasnya "Jane, aku akan mengatakan yang sejujurnya tetapi kamu harus janji bisa menerima semuanya."


"Apa? jangan bilang jika Liam sedang menjalin hubungan dengan wanita lain."


"Tidak, Liam sebenarnya beberapa bulan terakhir ini sedang terbaring koma di rumah sakit karena kecelakaan."


"Kamu bohong kan?"


"Tidak, aku tidak bohong bahkan appa dan eomma juga sudah mengetahuinya."


"Apa? kenapa kalian jahat sekali kepadaku?" tanya Jane dengan mata yang berkaca - kaca.


"Kami tidak jahat kepadamu, kami hanya tidak ingin merusak hari bahagiamu."


Jane kemudian berlari ke kamarnya dan langsung berbaring di ranjangnya sembari menangis. Mrs Kim menghampiri Jane ke kamarnya "Jane, jangan menangis ya sayang."


Jane kemudian beranjak dari ranjangnya dan mengemasi barang - barangnya ke dalam koper "aku harus pergi menemui Liam."

__ADS_1


"Iya, kita pergi ke Indonesia tetapi besok pagi."


"Aku inginnya sekarang!"


__ADS_2