Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #427


__ADS_3

Mr Robinson langsung menggendong istrinya untuk membawanya ke ranjang, hingga membuat istrinya merasa tidak percaya karena ternyata suaminya masih kuat untuk menggendongnya. Mrs Robinson juga sedikit merasa was - was karena takut jika tulang - tulang suaminya itu akan patah saat menggendongnya, apalagi usianya yang sudah tua. Berulang kali Mrs Robinson meminta suaminya itu untuk menurunkannya, akan tetapi dia malah mengabaikannya dan terus menggendongnya sembari menciumi bibirnya.


Mr Robinson merasa sangat gemas dengan ekspresi wajah istrinya yang sedang khawatie itu, sehingga itu membuatnya terus ingin menciumi wajahnya. Sesampainya di dekat ranjangnya, Mr Robinson langsung menidurkan istrinya dan dia ikut berbaring di sampingnya. Setelah itu mereka berdua menyempatkan untuk berbincang kembali sebelum tidur serta membicarakan mengenai jadwal kegiatan di esok hari.


Mrs Robinson mengusap pipi suaminya yang sudah mulai ditumbuhi jenggot dan langsung melayangkan ciuman di bibirnya sebagai ucapan selamat malam. Mr Robinson menarik pinggul istrinya agar semakin mendekat ke arahnya, sehingga dia bisa memeluknya saat sedang tidur. Barulah setelah itu mereka berdua tidur, dan keesokan harinya Mrs Robinson yang sedang menyiapkan sarapan pagi tiba - tiba dipanggil oleh suaminya.


"Ada apa hon?" tanya Mrs Robinson saat menghampiri suaminya.


"Tolong bantu aku carikan dokumen yang berada di map warna biru, aku lupa dimana meletakannya."


"Baik hon."


Mrs Robinson langsung mencari dokumen yang dimaksud oleh suaminya, dan 5 menit kemidian dia sudah menemukannya.


"Ini dokumen yang kamu cari bukan?" tanyanya sembari memberikan dokumen tersebut.


Mr Robinson lalu membacanya.


"Oh iya benar yang ini, terima kasih hon."


"Iya sama - sama, lain kali kalau dokumen penting jangan diletakkan sembarangan!"


"Iya hon. Oh ya dompetku dimana ya?"


Mrs Robinson lalu mengambilkan dompet suaminya yang dia letakkan di atas meja dekat ranjang.


"Ini hon dompetmu, ada lagi yang kurang?"


"Sepertinya tidak ada hehe."


Karena merasa tidak percaya dengan suaminya, Mrs Robinson lalu memeriksanya sendiri agar nanti tidak ada barang yang tertinggal.


"Benar sudah semua, ya sudah mari kita sarapan bersama."


Mr Robinson mengangguk.


"Baik hon. Sepertinya aku akan selalu membutuhkanmu di dalam sisa hidupku," gumam Mr Robinson.


"Aku sudah menyiapkan kopi dan juga roti isi untuk sarapanmu."


"Terima kasih. Mmm sepertinya nanti aku akan pulang terlambat hon."


"Ada pekerjaan tambahan atau ada pekerjaan kemarin yang tidak selesai?"


"Ada pekerjaan tambahan."


"Oh baiklah, jangan pulang terlalu malam."


"Iya hon."


"Langsung pulang dan jangan mampir kemana - mana!" ucap Mrs Robinson memperingatkan suaminya.


"Aku tidak pernah mempir - mampir kok, dan aku selalu langsung pulang ke rumah."


"Iya aku percaya, tadi aku hanya memperingatkanmu saja."

__ADS_1


"Oh begitu."


"Perusahaan sedang baik - baik saja kan?" tanya Mrs Robinson tiba - tiba.


"Iya, bahkan sahamnya semakin meningkat dari sebelumnya."


"Oh syukurlah jika seperti itu."


Selesai sarapan Mr Robinson langsung mencium bibir istrinya sekilas.


"Aku berangkat kerja dulu dan nanti malam kita jalan - jalan lagi."


"Bukankah nanti kamu pulang terlambat?"


"Haha itu bisa diatur karena aku bossnya," ucap Mr Robinson mengedipkan matanya.


"Oh ya nanti aku akan pergi untuk bertemu teman - teman lamaku."


"Oh pergilah jika begitu, tapi jangan terlalu lama."


"Kenapa begitu?"


"Nanti aku akan bingung mencarimu jika kamu belum pulang saat aku sudah pulang ke rumah."


"Tidak akan hon, mungkin aku akan pulang sebelum kamu pulang kerja seperti biasanya."


"Oh begitu, baiklah."


Setelah suaminya pergi bekerja, Mr Robinson memikih untuk mengurus tanamannya terlebih dahulu sebelum dia pergi hangout bersama teman lama. Tidak di Indonesia dan tidak di Australia pasti Mrs Robinson selalu menyibukkan diri untuk mengurus tanamannya. Beberapa hari kemudian saat ini Jane tengah melakukan persiapan untuk pergi liburan bersama keluarga kecilnya di Bali. Jane mempersiapkan kebutuhan baby Ace terlebih dahulu karena mungkin kebutuhannya sangat mendetail. Tidak lama kemudian Liam sudah pulang dari kantornya dan langsung menghampiri istrinya di kamar.


"Iya hubby," ucap Jane menghampiri Liam.


"Sedang apa? sepertinya sedang sibuk sekali."


"Iya hubby, aku sedang mempersipkan kebutuhan kita saat liburan di Bali."


"Oh begitu, ingin aku bantu untuk mempersipakannya?"


"Tidak perlu hubby, sekarang kamu isirahat saja karena pasti kamu sangat lelah setelah seharian bekerja."


"Baiklah."


"Aku buatkan teh hangat untukmu sebentar."


"Okay, aku juga akan langsung mandi saja."


"Iya."


30 menit kemudian Liam sudah duduk di sofa kamarnya sembari menggendong baby Ace untuk beristirahat. Menurut Liam, baby Ace itu merupakan obat dari rasa lelahnya setelah bekerja.


"Jangan sampai besok ada yang tertinggal ya sayang?"


"Iya hubby, aku akan memastikan bahwa besok tidak akan ada yang tertinggal."


"Iya, nanti setelah ini aku akan membantumu untuk berkemas."

__ADS_1


"Baiklah."


Tidak lama kemudian Liam menidurkan baby Ace di atas ranjangnya, dan setelah itu dia memeluk Jane dari belakang.


"Mari ku bantu sayangku."


"Terima kasih hubby."


"Ini dimasukkan dimana? di koper kita atau koper baby Ace?"


"Di koper baby Ace saja hubby, karena ini bagian kebutuhan baby Ace."


"Oh baiklah."


Selesai berkemas, mereka berdua lalu pergi untuk beristirahat.


"Aku merasa senang karena akhirnya kita bisa pergi liburan lagi setelah sekian lama," ucap Jane.


"Benar sayang, sepertinya semua kejadian akhir - akhir ini yang menimpa kita karena kita kurang refreshing."


"Eh memang apa hubungannya?" tanya Jane bingung.


"Otak kita kurang refreshing, jadi membuat otak kita menjadi panas dan membuat kita selalu berselisih paham hingga membuat kita berdua bertengkar hebat."


"Sepertinya begitu hubby, belum lagi ada hal - hal internal lainnya yang membuat kita terus berfikiran buruk."


"Iya sepertinya memang begitu."


"Aku ingin jika kita selalu bertukar fikiran dan mencari solusi bersama di setiap permasalahan kita, karena ku fikir jika tidak seperti ini kita akan selalu berselisih paham."


"Aku setuju denganmu."


"Jadi janganlah selalu merasa sendiri sehingga memilih untuk memendamnya, karena sekarang sudah ada aku sebagai istrimu yang akan selalu menemanimu dalam keadaan apapun."


Liam langsung memggenggam erat kedua tangan Jane.


"Iya sayang, maafkan aku yang selalu bersikap seperti itu sehingga membuatmu merasa bahwa kamu tidak dianggap istri olehku "


"Iya tidak apa - apa."


"Hal ini rasanya masih sangat baru sekali bagiku meski kita sudah dua tahun bersama karena dahulu aku seringkali melakukan apapun sendirian, dan selalu memendam masalahku sendirian."


"Iya hubby aku paham, jadi mulai sekarang kamu bisa menjadikan aku sebagai tempat curhatmu untuk berbagi keluh kesahmu karena aku akan selalu mendengarkan semua ceritamu."


"Iya sayang, aku akan menuruti saranmu itu."


"Daddy dan mommy masih di Australia?"


"Masih, dan bahkan mereka berdua sepertinya sedang mengalami masa puber kedua."


"Kenapa begitu?" tanya Jane tertawa.


"Karena selama disana mereka berdua selalu saja pergi berkencan saat malam hari layaknya sepasang muda mudi yang sedang kasmaran."


"Oh begitu."

__ADS_1


__ADS_2