
Liam kemudian membaringkan tubuhnya dengan kepalanya berada di dada Jane, sedangkan Jane langsung mengusap lembut rambut Liam yang masih belum sepenuhnya kering. Mereka berdua mulai bertukar cerita tentang segala hal hingga Liam mulai mengantuk dan tertidur karena dia juga merasa sangat lelah sekali. Jane lalu melihat wajah Liam yang sedang tertidur pulas, dan kemudian dia melanjutkan mengusap rambut Liam serta memainkannya. Sekitar 10 menit kemudian Liam mulai mendengkur dengan sangat keras hingga mengagetkan Jane. "Mungkin Liam merasa sangat lelah karena terlalu sibuk bekerja di kantor hingga dia tidur dengan mendengkur seperti ini," begitu fikir Jane. Kesayanganku yang sekarang ini ternyata sangat menggemaskan ketika dia sedang tertidur, dan wajahnya juga sangat tampan walaupun dia tertidur pulas bahkan walaupun dia juga mendengkur saat tidur. Dia tertidur dengan sangat pulas seperti anak kecil yang tertidur karena kelelahan sehabis bermain seharian, namun bedanya dia bukan anak kecil sungguhan melainkan seorang pria yang ku anggap seperti anak kecil karena tingkah manjanya itu saat bersamanya.
45 menit kemudian Liam terbangun dari tidurnya saat jari telunjuk Jane menyentuh bibir Liam. Jane lalu mengusap pipi Liam dengan lembut untuk membuatnya tertidur kembali namun tidak berhasil, dan Liam kemudian meregangkan tubuhnya sembari mengucek kedua matanya. Liam kemudian bangkit dari tidurnya dan langsung menyisir rambutnya yang berantakan seperti rambut singa, bahkan sepertinya rambut singa lebih rapi daripada rambut Liam. Jane kemudian berjalan menghampiri Liam untuk membantunya menyisir rambutnya agar kelihatan sangat rapi apalagi sekarang model potongan rambut Liam berbeda, jadi dia masih belajar untuk merapikan rambutnya. Jika dahulu dia selalu potong semi botak, sekarang dia mempunyai potongan model korean style sesuai permintaan Jane. Setelah itu mereka berdua keluar dari kamar Liam untuk makan malam namun Mr Robinson mengajak semua anggota keluarganya untuk mencicipi menu baru di restaurant miliknya. Jane juga diajak oleh Mr Robinson karena menurutnya Jane sudah menjadi bagian dari keluarganya alias sudah dianggap sebagai menantunya sendiri. Beberapa jam berlalu dan mereka sudah selesai menikmati menu baru di restaurant keluarga Robinson.
"Liam, kamu antarkan Jane pulang ke rumahnya dengan selamat!" perintah Mr Robinson.
Liam mengangguk "baik dad."
"Kamu ingin pulang bersama dengan siapa, Rosie?" tanya Mr Robinson sembari mengusap rambut Rosie.
"Aku ingin pulang bersama Liam, dad."
"Baiklah kalau itu kemauanmu, Liam daddy titip mereka berdua kepadamu dan kamu harus menjaganya dengan baik!"
Liam tersenyum "tentu saja dad, aku akan menjaga mereka berdua dengan baik."
"That's my boy," ucap Mr Robinson sembari mengacak - acak rambut Liam.
"Hati - hati ya sayang, jangan mengebut."
"Baik mom."
"Kalau begitu daddy dan mommy pulang terlebih dahulu."
"Okay dad."
Liam kemudian membukakan pintu mobil untuk Mrs Robinson, dan setelah mereka berdua pergi Liam kemudian masuk ke dalam mobilnya. Lalu setelah itu dia memakai seat belt "mari kita pulang," ucap Liam sembari menghidupkan mesin mobilnya.
"Jangan pulang terlebih dahulu karena aku ingin pergi ke pasar malam yang berada di alun - alun kota," ucap Rosie dari bangku belakang.
Liam menghela nafasnya dan kemudian dia melirik Jane "bagaimana?"
"Ya sudah turuti saja permintaan adikmu itu," ucap Jane.
__ADS_1
"Memangnya tidak apa - apa?" tanya Liam memastikan.
Jane mengangguk sembari tersenyum "tidak apa - apa Liam."
"Baiklah, kita pergi ke pasar malam sekarang."
"Yeeyy," ucap Rosie berteriak kegirangan.
Liam lalu mulai mengendarai mobilnya menuju pasar malam, dan sesampainya di sana mereka bertiga lalu berjalan beriringan bersama. Rosie lalu menggandeng tangan kiri Liam "nanti aku mau jajan yang banyak, bolehkan Liam?" tanya Rosie meminta izin kepada Liam.
"Iya boleh," ucap Liam melihat ke arah Rosie sembari tersenyum.
"Aku nanti ingin membeli arumanis alias permen kapas."
Liam mengangguk "kalau kamu ingin membeli apa Jane?" tanya Liam melihat ke arah Jane.
"Ice cream," ucap Jane yang memeluk pergelangan tangan kanan Liam.
Mereka bertiga lalu berkeliling bersama mencari penjual arumanis atau permen kapas karena kalau tidak dituruti maka Rosie akan marah kepada Liam. Setelah membeli permen kapas mereka lalu duduk untuk memakannya. Liam dengan sabar menunggu mereka berdua menghabiskan permen kapas tersebut, dan Liam merasa bahagia ketika melihat mereka berdua memakan permen kapas itu. Jane kemudian menyuapi Liam agar dia juga dapat merasakannya betapa manisnya permen kapas itu. Malam itu Liam benar - benar menjaga dan menuruti semua keinginan Rosie dan Jane. Setelah itu mereka bertiga kembali berkeliling bersama dan melihat - lihat pernak pernik yang dijual di salah satu toko yang mereka kunjungi. Jane dan Rosie menarik Liam kesana kemari untuk menunjukkan pernak pernik yang ingin mereka beli, Liam sampai dibuat pusing dan geram oleh tingkah mereka berdua karena Liam tidak bisa mengunjungi toko yang dia inginkan.
"Menurutmu ini bagaimana Li?" tanya Jane menunjukkan sebuah bando yang sudah dia pakai.
"Bagus, kamu kelihatan sangat menggemaskan sekali."
"Menurutmu gelang ini sangat cocok aku pakai atau tidak?" tanya Rosie menyela pembicaraan mereka berdua.
Liam lalu mencubit pipi Rosie "iya, itu sangat cocok untukmu Rosie."
Rosie tersenyum lebar "Li, aku ingin membeli ini."
"Boleh, dan kamu ingin membeli apa Jane?"
"Aku ingin membeli bando ini saja."
__ADS_1
"Setelah itu membeli ice cream?" tanya Liam kembali.
Jane mengangguk "iya, boleh."
Liam beralih memandang Rosie "kamu juga ingin ice cream?"
"Iya, aku juga mau."
"Baiklah, mari kita pergi mencari ice cream."
Semakin lama Rosie menjadi semakin iri dengan kedekatan kakaknya dengan Jane tersebut apalagi Liam begitu perhatian kepada Jane padahal Liam menaruh perhatian yang sama antara Jane dan Rosie, lalu Rosie berkata "aku juga ingin diperhatikan juga kepada Liam karena aku kan adiknya."
"Kan aku juga memperhatikan kamu, Rosie."
"Tetapi rasanya berbeda saja," ucap Rosie semakin kesal.
"Maaf," ucap Jane merasa tidak enak kepada Rosie.
"Kamu tidak salah Jane, justru aku yang salah."
Karena tidak ingin semakin panjang akhirnya Liam memutuskan untuk mengajak mereka berdua pulang, dan saat Liam ingin menggandeng tangan Jane tiba - tiba Jane melepaskannya. Itu membuat Liam semakin tidak enak kepada Jane karena tingkah Rosie yang sedikit kekanakan. Saat di dalam mobil pun Jane lebih memilih untuk duduk di kursi belakang karena dia tidak ingin jika kedua kakak beradik tersebut berdebat karena dia. Jane langsung turun dari mobil Liam saat Liam ingin membukakan pintu mobil untuknya.
"Jane maaf," ucap Liam sembari memegang pergelangan tangan Jane.
Jane lalu berbalik sembari tersenyum "tidak apa - apa Liam, aku yang seharusnya meminta maaf."
"Tapi Jane?"
Jane lalu melepas genggaman tangan Liam "maaf, aku lelah dan ingin segera beristirahat."
"Tunggu Jane!"
"Terima kasih untuk malam ini," ucap Jane sembari menunduk hormat lalu dia pergi masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1