Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #361


__ADS_3

Anak - anak itu lalu kembali menjaring ikan di sungai itu untuk memenuhi toples milik mereka, sedangkan Jane kembali mendorong stroller tersebut dan pulang ke rumah bersama Pak Kang. Sesampainya di rumah Jane lalu menggendong baby Ace dan dia duduk di sofa untuk menonton film yang kemarin belum sempat dia selesaikan. Hari ini Jane sedang tidak berniat pergi kemana - mana karena dia merasa lelah akibat kelakuan suaminya semalam.


Untung saja tidak lama kemudian Mrs Kim datang ke rumahnya, jadi Jane ada teman mengobrol saat dia mulai merasa bosan. Melihat putrinya yang terlihat lelah menjaga cucunya, Mrs Kim lalu mengambil baby Ace dari gendongan Jane dan menggendong baby Ace sembari menepuk - nepuk pelan pantatnya untuk menimangnya. Jane lalu berbincang dengan Mrs Kim mengenai perkembangan baby Ace dan juga mengenai film yang sedang dia tonton.


Tidak lama kemudian bibi datang membawakan camilan serta minuman untuk mereka berdua, dan saat makan siang mereka berdua pergi ke sebuah restaurant langganan mereka karena sudah lama mereka berdua tidak mengunjungi restaurant tersebut. Pada siang itu cuacanya lumayan panas sekali sehingga Jane memakai kaca mata hitam alias sunglasses saat hendak menuju ke reataurant tersebut. Baby Ace sedang tidur di stroller bayinya dan memang sebelum berangkat, Jane juga sudah memberikannya susu.


"Sudah lama eomma tidak kemari."


"Benar eomma, Jane juga sudah lama tidak kemari."


"Kenapa begitu? apa Liam tidak mengizinkanmu pergi?" tanya Mrs Kim bercanda.


"Liam bukan tipe pria yang seperti itu meskipun dia pria yang posesif, karena posesifnya dia masih dalam batas wajar."


"Oh aku fikir begitu."


"Tidak eomma, lagipula dirumah Jane juga sudah mempunyai chef pribadi kok hahaha."


"Siapa?" tanya Mrs Kim penasaran.


"Liam hahaha," jawabnya sembari tertawa.


"Oh iya ya Liam orangnya sangat pintar sekali jika diminta untuk memasak."


"Benar eomma bahkan setiap weekend yang biasanya aku selalu pergi keluar untuk makan diluar, sekarang aku menjadi jarang makan diluar karena masakan suamiku lebih enak hahaha."


"Lebih enak karena masakannya dibuat dengan tambahan bumbu cinta bukan?" tanya Mrs Kim menggoda Jane.


Jane langsung tersipu malu.


"Ya begitulah eomma."


Sudah mendapat hadiah apa dari Liam di hari ulang tahunmu?"


"Oh ya eomma, aku ingin menceritakan sesuatu mengenai kejadian semalam."


Tiba - tiba saja waiters datang membawa pesanan mereka berdua, dan mereka langsung menyantapnya bersama.


"Baiklah ceritakan semuanya kepada eomma."


"Jadi semalam aku fikir Liam tidak akan pulang karena sejak dua hari yang lalu dia pergi dinas ke luar kota, akan tetapi tiba - tiba saja saat tengah malam dia pulang ke rumah sembari membawakan kue dan juga beberapa hadiah untukku."

__ADS_1


"Awww ternyata menantu eomma sangat manis sekali."


"Dan eomma tahu tidak darimana Liam mendapat kue itu?"


"Darimana memangnya?"


"Dia membuat sendiri kue itu serta membungkus semua hadiah yang dia berikan kepadaku, termasuk merangkai balon - balon itu."


"Wah so sweet sekali."


"Benar eomma suamiku memang sangat romantis sekali, tapi romantisnya hanya saat hari ulang tahunku saja."


Mrs Kim tertawa.


"Hahaha biasanya dia sangat cuek dan tidak peka bukan?"


"Iya benar, hingga membuatku merasa sangat kesal sekali. Eh tetapi eomma, akhir - akhir ini dia bersikap sangat romantis sekali kepadaku."


"Baguslah jika seperti itu, berarti dia sudah mulai benar - benar mencintaimu."


"Iya eomma, tetapi menurut eomma sangat aneh tidak sih?"


"Sudahlah lebih baik tetaplah berfikir positif saja."


Setelah itu Jane kembali melanjutkan memakan hidangan yang telah dipesannya sampai habis, dan begitupun dengan Mrs Kim. Sebenarnya tujuan awal Mrs Kim mengajak Jane ke restaurant langganan mereka karena untuk merayakan hari ulang tahun putrinya itu. Tadi Mrs Kim sudah memberikan beberapa hadiah istimewa untuk putrinya itu, termasuk se-bouquet bunga mawar biru seperti yang memang setiap tahun dia berikan untuk putrinya. Begitu selesai makan siang mereka berdua lalu berjalan - jalan bersama di mall sebentar.


Jane juga sempat berbelanja beberapa barang kebutuhan pribadinya dan juga untuk suaminya. Beberapa jam kemudian Jane telah sampai di rumah bersama dengan baby Ace. Jane lalu menggendong Ace dan membawanya ke kamar, dan setelah itu Jane meminta Bi Ijah untuk memijatnya sebentar. Namun sebelum itu Jane menutup gorden jendela kamarnya termasuk pintu balconynya agar Liam tidak marah. Saat Jane dipijat biasanya dia hanya menutupi tubuhnya dengan sehelai kain dan oleh sebab itu dia menutup semua gorden kamarnya.


Bi Ijah lalu memijat tubuh Jane hingga membuatnya ketiduran, dan saat sore hari Liam yang baru saja pulang dari kantor langsung menuju ke kamarnya untuk mencari Jane. Sesampainya di kamar Liam mendapati bahwa istrinya itu sedang tertidur dengan posisi tengkurap, oleh karena itu Liam menduga bahwa Jane baru saja dipijat oleh Bi Ijah.


*Cup cup cup.* Liam menciumi punggung Jane begitu dia selesai mandi.


"Hei jagoan daddy, kamu ditinggal tidur oleh eomma ya? sekarang waktunya bermain dengan daddy dan biarkan eomma tidur sejenak karena dia mungkin merasa lelah mengurusmu seharian," ucapnya saat menggendong baby Ace.


"Nggg."


Mendengar suara itu Liam lalu mengusap rambut Jane agar Jane bisa kembali tertidur nyenyak. Setelah itu Liam memandikan baby Ace dan mengajaknya bermain di ruang tengah.


"Tadi Jane habis pergi ya bi?" tanya Liam kepada Bi Ijah.


"Benar tuan, tadi nyonya pergi bersama nyonya Kim dan juga baby Ace."

__ADS_1


"Oh begitu."


"Ini tuan teh nya silahkan diminum."


"Terima kasih bi."


"Sama - sama tuan, saya permisi."


Tidak lama kemudian Dio datang ke rumah Liam.


"Hai Li, wuihh hahaha maaf jika aku mengganggumu saat sedang mengurus anak."


"Iya santai saja."


"Jane kemana?"


"Dia sedang beristirahat di kamar, kasihan seharian pasti lelah mengurus baby Ace."


"Benar, mengurus seorang bayi tidaklah mudah namun mengurus anak yang sudah menginjak usia remaja lebih susah karena harus benar - benar mengawasinya agar tidak terjebak di dalam hubungan pertemanan yang toxic alias salah pergaulan."


"Wuihh tumben sekali ucapanmu sedikit benar, tadi habis makan apa sebelum kemari?" tanya Liam mengejek Dio.


"Sialan kamu Li."


"Ck aku hanya bercanda saja kok."


"Iya Li santai, eh anakmu sangat lucu sekali."


"Iyalah, kan daddy nya Liam hahaha."


"Dih sombong."


"Mau minum apa?"


"Yang seperti biasanya saja."


"Okay sebentar ya," ucapnya lalu berjalan untuk menghampiri Bi Ijah sembari menggendong baby Ace, dan setelah itu dia kembali ke ruang tengah.


"Aku tidak menyangka jika temanku dulu yang suka membolos ke warnet dan juga rental PS sekarang sudah menjadi seorang ayah hahaha."


"Akupun juga tidak menyangka."

__ADS_1


"Besok anakmu jangan kamu ajari untuk membolos saat jam pelajaran."


"Iya."


__ADS_2