
Semuanya menjadi penasaran oleh gerak gerik dari Liam dan Rosie yang seperti menyembunyikan sesuatu. Kemudian semuanya juga menatap Jane yang seolah - olah ikut terlibat ke dalam permasalahan Liam dan Rosie yang membuat Jane tesenyum canggung kepada mereka semua. Suasana menjadi hening hingga Liam meminta izin untuk pergi ke lapangan golf belakang villa untuk mengambil drone nya yang terjatuh.
Liam lalu beranjak pergi menuju lapangan golf tersebut untuk menggambil drone nya dengan menaiki buggy car. Liam menyusuri lapangan golf tersebut walaupun lapangan tersebut sedikit gelap. Sesampainya di perbatasan antara lapangan golf dengan hutan, Liam kemudian mencoba menerbangkan drone nya tetapi sepertinya drone nya tersangkut. Liam akhirnya nekat memasuki hutan tersebut dengan menggunakan flash handphonenya agar tidak terlalu gelap saat memasuki hutannya tersebut.
Saat memasuki hutan tersebut dan mencari dimana drone nya, Liam seperti melihat ada api unggun yang sangat besar sekali yang membuat Liam merasa sedikit takut. Akhirnya setelah Liam menyusuri hutan tersebut dengan rasa takut, Liam menemukan drone nya yang tersangkut di atas pohon yang tidak terlalu tinggi. Tanpa basa basi Liam langsung memanjat pohon tersebut dan mengambil drone nya. Tapi saat Liam hendak turun dari pohon tersebut, Liam melihat api unggun itu dengan sangat jelas dan seperti ada kumpulan orang yang mengelilingi api unggun tersebut.
Liam yang merasa ketakutan akhirnya dia buru - buru untuk turun dari pohon tersebut tapi kakinya tergelincir yang menyebabkan dia terjatuh dari pohon tersebut. Liam hanya meringis kesakitan dan berusaha untuk kabur dari hutan tersebut dan langsung berlari dengan kakinya yang pincang karena terjatuh dari pohon tersebut. Liam berlari sekuat tenaga sembari membawa drone milik nya sampai di perbatasan antara lapangan golf dan hutan tempat dia memarkirkan buggy car miliknya. Liam langsung menaiki dan menghidupkan mesin buggy car tersebut.
Liam memacu buggy car nya dengan kecepatan penuh dan saat sampai di depan pintu utama, Liam langsung berlari masuk ke dalam villa yang tentu saja semua orang yang sedang berkumpul dibuat keheranan oleh tingkah laku Liam yang sedang ketakutan tersebut. Liam kemudian berbaring di lantai itu dengan pakaiannya yang kotor terkena lumpur dan debu. Josh dan Rosie kemudian menghampiri Liam dan bertanya dengan Liam apa yang terjadi pada dirinya.
Memegang tangan Liam "kamu kenapa Li, seperti habis dikejar hantu saja."
"Aku takut di hutan ada sesuatu Josh."
"Hah ada apa dihutan? dan kenapa pakaian kamu menjadi kotor begini?"
"Aku tadi mengambil drone ku yang tersangkut di atas pohon, terus aku melihat ada api unggun yang sangat besar sekali dan ada sekumpulan orang yang mengelilingi api unggun tersebut. Waktu aku mau turun dari pohon tersebut, aku tergelincir dan jatuh dari pohon tersebut, dan sepertinya kaki aku terkilir."
Rosie dan Josh merasa keheranan dengan cerita Liam tersebut dan Rosie langsung memberitahukan mommy nya. Mrs Robinson lalu menyuruh Liam untuk mengganti pakaiannya dan beristirahat di dalam kamarnya, Mrs Robinson dan Rosie memapah Liam menaiki tangga dengan kaki pincangnya. Setelah itu Mr Robinson, Mr Kim dan Josh meminta para pengawalnya untuk mengintai tempat yang Liam bicarakan tersebut. Semua para pengawal, baik pengawal keluarga Robinson maupun pengawal keluarga Kim langsung berpencar untuk mengintai dan mengamankan area sekitar villa tersebut. Setelah ditelusuri, mereka ternyata kumpulan para pemburu yang sedang berburu di malam hari.
Pagi harinya Jane pergi ke kamar Liam secara diam - diam dengan masih menggunakan piyama pendek se lutut untuk mengajaknya pergi berkeliling villa tersebut tetapi Liam belum bangun dari tidurnya. Jane kemudian langsung masuk ke kamar Liam tanpa di ketahui oleh siapa pun termasuk Liam, dan Jane langsung mematikan AC dan mengambil selimut Liam saat dia sedang tidur. Liam merasa terkejut karena Jane sudah berada di kamarnya pada pagi hari jam 06.00 bahkan semua orang belum bangun pada jam tersebut.
Masih berbaring di ranjangnya "kenapa kamu pergi ke kamarku se pagi ini?"
"Aku ingin pergi berjalan - jalan di sekitar area villa ini denganmu."
"Aku sedang tidak ingin pergi berjalan - jalan karena kaki aku masih terasa sakit, lebih baik kembali tidur saja."
"Tidak mau. Ayolah sekali ini saja."
"Tidak Kitten, aku sedang tidak ingin."
"Mana kaki kamu yang terasa sakit?"
Liam kemudian menunjuk pada kakinya yang masih terasa sakit, lalu Jane menghampiri Liam di atas ranjangnya dan langsung memijit kaki Liam dan menariknya dengan sangat kencang yang membuat Liam berteriak dengan sangat keras dan membuat Mrs Robinson datang ke kamar Liam dan mengetuk pintunya. Liam dan Jane yang mengetahui jika Mrs Robinson berada di depan pintu kamar Liam membuat mereka panik dan kemudian Jane bersembunyi dibawah ranjang Liam. Lalu berjalan membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
"Good morning, ada apa mom?"
"Kamu ini yang ada apa, kenapa berteriak di pagi hari?"
"Ah anu mom itu tadi ada raja kecoa hehe."
"Kamu ini seperti ada yang kamu sembunyikan dari mommy."
"Tidak ada kok mom hehe, lebih baik mommy kembali tidur dan Liam meminta maaf kepada mommy karena sudah berteriak membangunkan mommy."
"Tidak apa - apa, lain kali mommy tidak akan mengizinkan kamu untuk membaca buku komik bergenre fantasi lagi kalau seperti ini."
"Iya mom sorry."
"Ya sudah kalau begitu, jangan melewatkan breakfast seperti kamu melewatkan dinner tadi malam, mommy tidak ingin kamu sakit jika tidak makan."
"Baik mom, aku hanya tidak suka jika ada batu kecil di nasi aku karena itu membuatku tidak berselera untuk makan."
Mrs Robinson mengusap lembut rambut Liam "baiklah nanti mommy akan mengawasi chef yang memasak makananmu."
Tersenyum kepada mommy nya "thank you mom."
Mrs Robinson berjalan meninggalkan Liam dan kemudian Liam menutup pintu kamarnya, lalu berjalan menghampiri Jane yang berada dibawah ranjangnya. Jane yang mengetahui jika situasi sudah aman, lalu dia keluar dari persembunyiannya dan berbaring di atas ranjang. Liam lalu juga ikut berbaring sebentar di samping Jane sembari memainkan handphone nya.
Mengintip layar handphone milik Liam "chattingan dengan siapa sih?"
Liam menjawabnya dengan ketus "kepo."
"Ih siapa sih, aku ingin tau."
"Mau tau urusan orang saja kamu, lagipula apa kamu tidak merasa risih dengan piyama yang kamu pakai?"
"Memangnya kenapa, apa ada yang salah?"
"Kamu masuk ke kamarku jam 6 pagi dengan menggunakan piyama pendek seperti itu dan berbaring di ranjang aku, kamu ini lupa atau bagaimana jika aku ini seorang pria."
"Iya aku tau jika kamu pria, terus kenapa?"
__ADS_1
"Kalau tiba - tiba aku ngapa - ngapain kamu bagaimana?"
"Ya kamu harus bertanggung jawab lah dengan menikahi aku."
"Oh ringan sekali omongan kamu ini, apa kamu selalu begini terhadap teman pria kamu seperti wanita murahan?"
Plak!! Jane lalu menampar wajah Liam dengan sangat keras setelah dia mendengar omongan dari Liam. Kemudian dia mengusap pipinya yang sakit karena sehabis ditampar oleh Jane.
"Hei kenapa kamu menamparku?"
"Jaga omongan kamu ya Chicken, aku bukan wanita yang seperti itu."
"Aku cuma mengingatkanmu tapi kamu malah menamparku, jika kamu tidak ingin ada orang lain yang mengejekmu seperti itu maka jangan bersikap seperti itu."
"Ih baiklah jika kamu berkata seperti itu, maka aku akan mewujudkan ucapan mu." (smirk)
"Maksud kamu?"
Jane kemudian mulai menatap Liam dan mulai menggoda Liam dengan mulai mengusap pipinya yang habis dia tampar tadi. Liam yang mulai tergoda akhirnya dia menggelengkan kepalanya dan menjauhi Jane. Pikiran Jane merasa tertantang untuk lebih menggoda Liam dan dengan cepat Liam dapat mengehentikan aksi Jane tersebut.
Memegang kedua tangan Jane "hentikan atau kamu akan ku lempar dari jendela kamar ini?"
"Hahaha iya iya aku berhenti, lepaskan tanganku."
Liam lalu melepas kedua tangan Jane dan beralih duduk di tepi ranjang miliknya, dan Jane kemudian duduk di samping Liam.
Tertawa terbahak - bahak "ternyata kamu ini pria normal ya."
"Memangnya selama ini aku tidak normal apa?"
"Ya aku kira begitu karena dulu kamu tidak ingin menikah dan seperti tidak tertarik dengan seorang wanita."
"Pikiranmu aja yang sembarangan, aku sebenarnya tertarik tapi malas karena selalu saja bertemu dengan wanita yang tidak cocok dengan kriteria ku."
Menatap Liam "memangnya seperti apa kriteria wanita idaman kamu?"
Liam lalu mencolek hidung Jane "kepo."
__ADS_1
Jane kemudian cemberut yang membuat Liam merasa gemas ingin menggigit pipi chubby nya itu. Kemudian Jane berjalan pergi menuju kamarnya untuk mandi.