
Setelah itu Ricko sedikit menjauh dari Liam hingga setengah meter dari Liam berdiri. Melihat hal itu Liam langsung berlari mendekati Ricko dan memeluknya dari samping. Ricko kemudian berusaha melepaskan pelukan Liam dan setelah itu mereka berdua malah bercanda di jembatan tersebut sembari terkadang berbincang santai. Entah mengapa pada malam itu mereka berdua sedang ingin menghabiskan waktu untuk bermain bersama, walaupun hanya sekedar untuk berbincang ringan.
Tadi Ricko sempat datang ke rumah Liam namun saat dia hampir sampai di rumah Liam, dia melihat Liam yang mengendarai motornya dengan sangat cepat keluar dari gerbang rumahnya, Oleh karena itu Ricko memutuskan untuk putar balik dan mengejar kemanapun Liam pergi. Ricko melakukan hal itu karena dia takut jika terjadi hal - hal yang tidak diinginkan menimpa Liam saat melihat Liam mengendarai motornya dengan sangat cepat, dan benar saja tidak lama kemudian Liam terjatuh saat mengendarai motornya karena dia mengerem secara mendadak.
Saat Ricko hendak keluar dari mobilnya tiba - tiba saja Liam sudah ditolong oleh orang lain dan dia hendak pergi mengendarai motornya lagi. Jadi itulah bagaimana awal mula Ricko sedari tadi membuntuti Liam sampai di jembatan. Ricko lalu mengajak Liam untuk pergi ke sebuah cafe yang belum lama ini buka untuk melanjutkan perbincangan mereka berdua. Sesampainya di sebuah cafe yang Ricko maksud, mereka berdua lalu masuk dan memilih menu yang sekiranya terlihat sangat lezat.
Setelah itu mereka berdua memilih untuk duduk di pojok karena kebetulan meja tersebut kosong. Liam lalu terus menatap Ricko yang sedang berkirim pesan dengan Gita, istrinya bahkan Liam selalu mengamati segala aktivitas Ricko pada saat itu juga. Ricko yang menyadari bahwa Liam sedari tadi memperhatikannya, dia langsung menelan ludahnya dan terasa sangat canggung. Tidak lama kemudian waiters datang menyajikan pesanan mereka berdua, dan setelah itu mereka langsung menikmati hidangannya masing - masing. Namun tiba - tiba saja handphone Liam berbunyi karena Jane yang menghubunginya. Liam langsung menjawab panggilan tersebut dan setelah berbicara selama 5 nenit, Liam langsung menutup teleponnya.
"Ck jika aku boleh tahu, mengapa kamu bisa menyukaiku sampai seperti itu?" tanya Ricko sembari meletakkan handphone miliknya.
Liam berfikir sejenak.
"Mmm itu karena kamu orangnya sangat baik serta peduli denganku."
"Itu alasan yang sangat basic sekali, bukankah Jane juga seperti itu? dia baik dan peduli juga denganmu, lalu kenapa kamu bisa - bisanya mengatakan jika kamu mencintaiku?"
Liam menghela nafasnya.
"Alasan lainnya adalah karena kamu selalu ada disaat aku membutuhkanmu serta kamu sangat peduli denganku bahkan melebihi keluargaku sendiri, karena itulah aku jadi menyukaimu."
"Li, kamu tahu kan jika...."
"Iya aku tahu Ric, kita berdua sudah sama - sama menikah dengan orang lain dan bahkan sudah mempunyai seorang anak namun setidaknya aku merasa lega karena sudah mengungkapkan apa yang kurasakan selama ini."
"Sejak kapan kamu menyukaiku?" tanyanya semakin penasaran.
"Sejak kelas 3 SMA."
"Benarkah? itu sangat lama sekali."
"Iya. Aku tahu bahwa mungkin aku ini sangat aneh dimatamu dan bahkan jika kamu menjauhiku setelah kamu mengetahui semuanya aku tidak apa - apa Ric, karena yang terpenting aku sudah mengungkapkannya kepadamu."
Ricko menghela nafasnya kasar.
"Aku tidak akan menjauhimu serta menjudge kamu sebagai orang aneh, karena bagaimanapun aku tetap akan menganggapmu sebagai sahabatku."
__ADS_1
"Apa kamu melakukan semua ini karena kamu merasa kasihan kepadaku seperti saat Jane menerima lamaranku dulu?"
"Eh apa?" tanya Ricko terkejut.
"Aku tahu bahwa Jane menerima lamaranku karena dia merasa kasihan kepadaku apalagi aku sudah datang jauh - jauh dari Indonesia ke Korea Selatan setelah pulih dari lumpuh. Ini terdengar konyol namun Jane benar - benar seperti itu."
"Darimana kamu mengetahuinya?"
"Aku yang merasa begitu apalagi selama ini aku lihat bahwa Jane diam - diam main dibelakangku."
"Tidak mungkin Jane melakukan hal seperti itu kepadamu karena aku lihat Jane sangat tulus mencintaimu."
"Aku awalnya berfikir begitu namun setelah aku secara tidak sengaja membaca pesan di handphone Jane, aku jadi berfikir bahwa itu benar terjadi."
"Apa kamu tidak coba membicarakannya dengan Jane? siapa tahu itu hanya temannya saja."
"Entahlah rasanya malas sekali karena aku ingin mencoba mengabaikannya selama ini dan lebih fokus untuk membesarkan anakku, apalagi aku tidak ingin membuat kedua orang tua kita merasa sedih ataupun bagaimana jika mereka mengetahui semuanya."
"Jika kamu paksakan seperti ini terus serta berusaha menutupinya, pasti lambat laun semuanya akan terbongkar."
"Iya sudah jika keinginanmu seperti itu namun sejak kapan kamu mengetahuinya?"
"Sejak kita berdua honeymoon di Swiss, saat disana dia selalu bertingkah aneh."
"Oh begitu."
"Dia bisa berpura - pura mencintaiku, dan akupun juga bisa berpura - pura seperti itu juga."
"Iya Li, aku paham namun kamu harusnya juga merasa sedikit lega karena Jane telah menjadi milikmu sepenuhnya."
"Iya Ric, kamu benar. Ah sialan kenapa aku selalu seperti ini saat aku sudah benar - benar mencintainya."
Ricko mengusap bahu Liam.
"Sabar, pasti akan ada jalan keluarnya."
__ADS_1
Mereka berdua terus berbincang sampai larut malam, dan setelah itu mereka berdua memutuskan untuk pulang. Namun karena Ricko masih merasa khawatir dengan Liam, akhirnya dia memutuskan untuk mengantar Liam sampai ke depan rumahnya. Ricko takut jika Liam akan melakukan sesuatu hal yang aneh - aneh lagi dan bahkan membahayakan keselamatannya karena kondisinya tidak terlalu stabil. Setelah sesampainya dirumah Liam dan Liam sudah masuk ke basement rumahnya, Ricko langsung pulang ke rumahnya. Liam lalu memarkirkan motornya di dekat mobilnya, dan setelah itu dia masuk ke dalam rumahnya dengan menaiki lift pribadinya. Saat sesampainya di kamar ternyata Jane sudah duduk di sofa kamarnya untuk menunggunya.
"Kamu darimana saja hubby?" tanya Jane cemas.
"Aku tadi habis dari jalan - jalan dan berbincang dengan Ricko di cafe."
"Oh begitu, mari kita tidur karena aku sudah menunggumu dari tadi."
"Kenapa menungguku dan bukannya malah tidur lebih dahulu?"
"Aku merasa khawatir jika kamu belum pulang saat sudah larut malam."
"Kenapa begitu?" tanya Liam melepas bajunya dan hanya menyisakan celana kolornya saja.
"Karena aku sangat menyayangimu apalagi kamu ini kan suamiku serta ayah dari anakku."
"Cih bullshit."
"Kenapa kamu ini? apa kamu mendapat pengaruh dari temanmu lagi?"
"Hei diam!! jangan berani - beraninya menyalahkan Ricko atas semua ini karena dia adalah orang yang selalu ada untukku!!"
"Memang kenyataannya begitu kan? kamu selalu terpengaruh oleh orang lain."
"Kalau aku terpengaruh oleh mereka mungkin aku akan memintamu untuk menjelaskan siapa si A yang membuatmu menjadi berubah ha?"
"Maksudmu?"
"Aku sudah tahu semuanya bahwa kamu diam - diam bermain di belakangku!" teriaknya menahan tangis.
"I-itu tidak seperti yang kamu fikirkan hubby."
"Kenapa Jane? kenapa kamu berbuat seperti ini kepadaku saat aku sudah mulai sangat mencintaimu?"
"Hubby," panggilnya lirih.
__ADS_1