Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #202


__ADS_3

Keesokan harinya Mrs Robinson yang sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya tiba - tiba dikejutkan oleh pelukan mesra dari suaminya. Kali ini Mr Robinson bertekad untuk berubah lebih baik lagi agar tidak kehilangan istri tercintanya serta keluarganya yang sangat berharga. Mr Robinson sekarang lebih suka meluangkan waktu untuk quality time bersama keluarganya daripada bekerja lembur mengejar harta. Mr Robinson sudah merenungkan semua perbuatannya yang menjadi penyebab keluarganya menjadi terpecah belah, jika saja dia tidak bersikap bodoh waktu itu mungkin saja sekarang keluarganya akan jauh lebih bahagia. Memang benar yang dikatakan oleh istrinya jika dia selalu saja bersikap kekanakan apalagi terkadang sampai membuat masalah kecil menjadi besar.


Selama ini Mr Robinson tidak pernah mendengarkan perkataan mommy atau daddy nya yang memintanya untuk menuruti serta mendengarkan saran dari istrinya itu karena bagaimanapun waktu itu fikiran Mrs Robinson sudah lebih matang dalam hubungan rumah tangga apalagi dia juga sudah pernah menikah, walaupun pernikahan pertamanya gagal tetapi selama ini Mrs Robinson berjuang agar pernikahannya tidak mengalami kegagalan lagi untuk yang kedua kalinya. Karena melihat kesabaran dari menantunya itu saat menghadapi sikap putranya tersebut yang kekanakan, oleh karena itu grandma alias mommy nya Mr Robinson selalu meminta putra tunggalnya itu untuk selalu menuruti perkataan serta saran dari menantu kesayangannya itu.


Mrs Robinson adalah wanita sederhana dan yatim piatu sehingga yang dia punya saat setelah menikah hanyalah keluarga dari suaminya itu. Untung saja daddy dan mommy suaminya itu sudah menganggap Mrs Robinson seperti putrinya sendiri, sehingga dia sangat disayangi oleh keluarga suaminya itu lebih dari suaminya sendiri. Mr Robinson kemudian mencium pipi istrinya itu, lalu dia duduk di kursi sembari memperhatikan istrinya yang sangat dicintainya itu. Sering kali Mr Robinson mendapatkan godaan dari wanita lain yang lebih muda dan lebih cantik dari istrinya namun Mr Robinson tetap lebih memilih istrinya itu, karena bagaimanapun dia yang sedari dulu menemaninya saat sedang terpuruk maupun bahagia hingga ekonominya sudah sangat baik.


"Ini kopi dan sandwichnya hon," ucap Mrs Robinson saat menyajikan sarapannya di meja makan.


"Thank you hon," ucapnya sembari mencubit pantat istrinya itu.


Mrs Robinson sedikit kaget dengan apa yanh dilakukan oleh suaminya itu "eh hon, apa - apaan sih? jangan nakal ah."


Mr Robinson tersenyum nakal "hehe aku sangat menyukainya dari dulu."


"Ssttt lepaskan."


"Kenapa hon?"


"Rosie datang," ucap Mrs Robinson berbisik.


"Tidak apa - apa, lagipula dia juga sudah dewasa."


"Tetapi aku tidak mau hon."


"Ya sudah, tapi nanti malam kamu harus mau."


"Iya hon."


Rosie lalu duduk di samping Mr Robinson "pagi dad, pagi mom."


"Pagi sayang," ucap mereka serentak.


"Daddy dan mommy sedang apa tadi?" tanya Rosie merasa curiga.


"Ka-kami tidak melakukan apapun kok sayang, momny tadi sedang membuatkan sarapan untuk daddy."


"Oh, aku kira kalian berdua...."


"Ti-tidak kok Rosie my princess hehe."


"Kenapa gugup? pasti ada sesuatu diantara daddy dan mommy bukan?"


Mrs Robinson mengalihkan pembicaraan "Rosie ini makan dulu sarapannya, nanti kamu bisa terlambat masuk ke kampus lho kalau tidak gerak cepat."

__ADS_1


"Baik mom."


"Ini susu hangatnya juga jangan lupa diminum!"


"Okay mom, terima kasih."


"Sama - sama sayang."


Beberapa jam kemudian saat jam istirahat kantor Mr Robinson langsung menemui putra sulungnya itu di sebuah restaurant tempatnya bekerja.


"Saya ingin bertemu dengan karyawan anda yang bernama Lian Gerald," ucap Mr Robinson kepada manager cafe tersebut.


"Baik tuan, saya akan memanggilnya."


Tidak lama kemudian Lian menemui Mr Robinson "kenapa kamu kemari?" tanyanya ketus.


"Ayo pulang ke rumah, mommy mu sudah sangat merindukanmu."


"Ringan sekali kamu berbicara seperti itu setelah dahulu kamu mengusirku dari rumah, dan mencoret namaku dari daftar keluargamu."


"Maafkan daddy, aku janji tidak akan mengulangi perbuatan seperti itu lagi dan sekarang aku sungguh - sungguh berniat untuk berubah demi istriku yang aku cintai."


Dia menghela nafasnya kasar "sudahlah Jonathan, aku tidak akan kembali ke rumah itu lagi."


"Aku bilang, aku tidak mau kembali ke rumah itu lagi!!!"


Mr Robinson bahkan sampai berlutut kepadanya "kumohon turuti apa kemauan mommy kamu."


"Kenapa kamu sampai seperti ini?"


"Daddy sangat mencintai mommy kamu, oleh karena itu daddy rela menurunkan ego demi untuk menyenangkan hati mommy lagi."


"Sudah dad bangunlah, aku tidak mau daddy sampai harus berlutut lagi kepadaku karena bagaimanapun juga kamu itu tetap daddy aku."


Mr Robinson lalu duduk di depannya "daddy sudah menyesal melakukan hal itu kepadamu, tolong maafkan daddy."


"Daddy sudah aku maafkan, tetapi untuk soal pulang ke rumah akan aku fikirkan lagi."


"Okay, kalau begitu daddy akan kembali ke kantor."


"Okay."


"Jadi ternyata kamu ini putra sulung seorang kolongmerat ya?" tanya temannya saat dia kembali ke kitchen.

__ADS_1


"Sssttt jangan keras - keras, nanti ada orang lain yang mendengarnya."


"Kenapa memangnya?"


"Aku hanya tidak ingin berita ini sampai kemana - mana sebelum permasalahanku selesai, itu saja."


"Hmmm baiklah. Aku kira wajahmu memang kebetulan hampir mirip dengan Liam, ternyata kamu ini justru kembarannya dan bahkan kakak sulungnya?" tanyanya sembari berbisik.


"Iya."


Dua hari kemudian Liam dan Jane sudah sampai di Yunani. Mereka berdua saat ini sedang berjalan - jalan di Castle of Oia sembari berbincang ringan serta bercanda ria. Jane yang menggunakan dress panjang dan berlengan pendek motif bunga - bunga itu sukses membuat Liam merasa terpesona oleh kecantikan istrinya itu, sedangkan Liam hanya tampil casual dengan memakai kemeja salur warna favorite nya serta celana pendek. Beberapa kali pandangan mata Liam tidak bisa lepas dari paras cantik dari istrinya itu. Mereka berdua lalu duduk untuk beristirahat sejenak sembari menikmati pemandangan pantai yang berada di depannya. Baru beristirahat sejenak, Jane langsung menarik tangan Liam untuk pergi ke pantai serta bermain dengan air pantai.


"Hei mau ngapain?" tanya Liam saat melihat Jane sedang grasak grusuk.


"Mau ganti bikini."


"Ya sudah silahkan saja," ucap Liam pasrah.


Jane tersenyum "okay."


"Tetapi tidak disini juga ganti bajunya, ganti di toilet!!"


Jane cemberut "kenapa sih memangnya? kan aku sudah memakai bikini, jadi aku bisa langsung melepasnya."


"Apa tidak malu dilihat oleh orang lain?"


"Dasar alasan saja. Padahal kamu saja yang tidak bisa menahannya, sampai harus membawa - bawa alibi orang lain segala," ucap Jane mengejek suaminya itu.


"Ti-tidak, aku tidak seperti yang kamu fikirkan," ucap Liam mengelak.


Jane lalu melepas dressnya di tempat itu juga dan sekarang dia hanya memakai bikini saja "nah begini kan enak. Eh kenapa kamu melihatku sampai seperti itu?"


Pipi Liam seketika memerah karena melihat paras istrinya yang semakin terlihat sexy saat memakai bikini "a-aku hanya..."


"Hahaha aneh sekali sampai tidak berkedip."


"Habisnya kamu terlalu sexy, pantas saja menjadi brand ambassador merk underwear," gumam Liam dalam hati.


"Hubby kenapa?"


"Tidak apa - apa, sudah lupakan saja."


"Hmmm."

__ADS_1


__ADS_2