Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #209


__ADS_3

Rosie dan teman - temannya masih terus berbincang mengenai masa lalu Jane yang diketahui oleh fans - fans beratnya itu, sekalian juga Rosie menggali mengenai bagaimana sifat kakak iparnya tersebut walaupun Rosie juga tidak bisa langsung percaya terhadap informasi yang diberikan oleh teman - temannya itu. Namun menurut Rosie itu juga bisa menjadi pertimbangan apakah pilihan dari orang tuanya salah atau tidak, karena kasihan kakaknya itu yang akan menjadi korban jika orang tuanya salah pilih pasangan. Disisi lain Jane yang sudah sampai di taman belakang rumah suaminya itu langsung mencari keberadaan Mrs Robinson. Ternyata benar saja, Mrs Robinson sedang berada disana untuk memperhatikan bunga - bunga yang ditanamnya dengan sangat hati - hati serta dirawatnya dengan sepenuh hati seperti malika ehe. Jane lalu menghampiri Mrs Robinson yang sedang memotong daun - daun kering serta merapikan tanaman kesayangannya itu.


"Mommy sedang apa?" tanya Jane penasaran.


"Mommy sedang merapikan tanaman ini saja sayang."


"Oh begitu."


"Ada apa mencari mommy?"


"Tidak apa - apa, hanya sedang mencari teman berbincang saja mom."


"Liam dimana?"


"Liam sedang tidur, sedangkan Rosie sedang belajar kelompok bersama teman - temannya."


"Oh. Bagaimana liburan honeymoonnya?"


Jane tersenyum "menyenangkan sekali mom, yah walaupun ada kejadian yang tidak terduga."


"Apa itu?"


"Waktu di salah satu lounge yang berada di Santorini, kami berdua pulang dalam keadaan mabuk karena kelepasan terlalu banyak minum hehe."


"Benarkah? lalu sampai ke hotel?"


"Waktu kami bangun tiba - tiba sudah berada di kamar hotel, dan aku sampai sekarang masih bingung apa yang kami berdua lakukan semalaman saat mabuk."


Mrs Robinson tertawa kecil "sudah tidak apa - apa, nanti kalau kamu menyadarinya apa yang kalian berdua lakukan saat tengah mabuk mungkin akan merasa aneh dan canggung."


"Kenapa mommy berkata seperti itu? seolah - olah mommy pernah mengalami hal tersebut."


Mrs Robinson mencubit pelan pipi Jane "mommy juga pernah muda sayang."


"Mommy!!" teriaknya kesal.


Mrs Robinson hanya tertawa saat melihat menantu kesayangannya itu merasa kesal karena dia terlihat sangat lucu ketika sedang kesal seperti itu. Hari mulai menjelang sore, Mrs Robinson lalu mengajak Jane untuk menemaninya berkebun serta menata ulang beberapa pot bunga di taman tersebut. Jane langsung menyetujuinya karena bisa belajar hal baru, dan dia lalu ikut bersama ibu mertuanya tersebut. Ini pertama kalinya Jane berkebun dan mengurus beberapa tanaman, jadi Jane memperhatikan bagaimana caranya terlebih dahulu baru setelah itu dia mempraktekannya walaupun masih dibimbing oleh Mrs Robinson. Ternyata Jane lebih cepat belajar, jadi Mrs Robinson memintanya untuk mengganti beberapa bunga yang mulai tumbuh besar dan subur dengan pot yang lebih besar. Tidak disangka - sangka ternyata ada sebuah hewan kecil yang tekstur tubuhnya terasa kenyal ingin berkenalan dengan Jane. Sontak Jane langsung berteriak meminta tolong karena merasa geli saat hewan tersebut bergerak mendekatinya. Dengan cepat Mrs Robinson langsung menginjak ulat hijau itu dengan sandal yang dipakainya agar tidak mengganggu menantunya serta memakan tanamannya.


"Mommy, aku takut."


"Sudah tidak apa - apa, kan tadi ulatnya sudah mommy injak jadi dia tidak mengganggumu lagi."


"Terima kasih mommy."


Mrs Robinson tersenyum "sama - sama sayang, sudah lanjutkan lagi."

__ADS_1


"Okay mom."


"Sudah ada berapa pot yang selesai kamu ganti Jane?" tanya Mrs Robinson saat memberikan tanah yang sudah dicampur pupuk kepada Jane.


Jane lalu mengangkat pot tersebut "baru selesai dua mom."


"Goodjob," ucap Mrs Robinson mengacungkan jempolnya.


"Apakah mommy sangat suka berkebun?" tanya Jane sembari mengisi pot dengan tanah berpupuk.


"Iya, mommy sangat suka berkebun."


"Kenapa begitu?"


"Karena dengan berkebun, jiwa mommy menjadi terasa damai."


"Apa rasanya seperti saat Liam sedang melukis, mom?"


Mrs Robinson berfikir sejenak "mungkin saja begitu."


"Dahulu waktu aku bertanya kepada Liam mengapa dia sangat suka melukis, jawabannya persis seperti mommy sekarang."


"Benarkah begitu?"


"Iya mom. Oh iya mom, bagaimana awalnya mommy bisa bertemu dengan daddy?"


"Wah ternyata mommy pernah bekerja di toko bunga ya?"


"Iya sayang, dan karena itulah mommy bisa bertemu dengan daddy hehe."


"Apakah daddy orangnya romantis mom?"


"Jonathan itu orangnya sedikit kaku namun karena kegigihannya itu mommy bisa menjadi sangat menyukainya."


Jane tertawa kecil "berarti Liam itu sangat mirip sekali dengan daddy ya mom?"


"Benar sayang."


*Puk puk* Jane memadatkan tanah di dalam pot.


"Lihat, bunganya sangat indah ya mom?"


"Iya sayang."


"Wah - wah, sedang apa kalian berdua," ucap Mr Robinson yang baru saja pulang dari kantor.

__ADS_1


"Lho sudah pulang hon?"


"Sudah hon. Jane, mommy kamu ini jika sudah berkebun pasti selalu lupa waktu."


"Karena berkebun itu ternyata sangat asyik dad."


"Kamu sudah tertular virus berkebun ternyata ya?" tanya Mr Robinson sembari tertawa.


"Hon, berkebun itu bukan virus."


"Hahaha iya hon."


"Ayo Jane kita bereskan ini karena sudah sangat sore."


"Baik mom."


Selesai membereskan semua peralatan berkebunnya bersama Mrs Robinson, Jane lalu pergi ke kamarnya untuk mandi sore. Sesampainya di kamar ternyata suaminya itu masih tertidur lelap bahkan masih mendengkur, dan Jane langsung meninggalkannya untuk mandi. Beberapa menit kemudian saat Liam terbangun, dia melihat istrinya itu yang sedang mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer di depan cermin rias kamarnya. Liam juga memperhatikan istrinya yang sedang berdandan begitu dia selesai mengeringkan rambutnya. Selesai berdandan, dia lalu membuka handphone miliknya yang ternyata ada pesan dari teman dekatnya. Namun tiba - tiba saja saat sedang membaca pesan dari temannya itu, Liam langsung memeluknya dari belakang dan dengan cepat Jane mengunci handphone miliknya itu.


"Ada apa hubby?" tanya Jane mengusap pipi Liam.


"Tidak ada apa - apa." Liam lalu mencium leher serta pipi Jane hingga membuat Jane tertawa kecil karena merasa geli.


"Eh hubby, tadi aku habis berkebun dengan mommy."


"Benarkah? sangat menyenangkan atau tidak?" tanya Liam masih dengan memeluk Jane.


Jane tersenyum gembira "sangat menyenangkan sekali karena aku bisa belajar tentang hal baru."


"Kalau begitu kamu bisa memasukkan berkebun ke dalam list hobi yang dikerjakan di waktu luang." Liam kembali menciumi leher Jane.


"Ayo mandi dulu hubby sayang, kamu belum mandi bukan?"


"Haiss sepertinya kamu mencari cara agar aku tidak menciumimu lagi, apa sebenarnya kamu ini tidak suka jila aku melakukan hal seperti ini ya?" tanya Liam merasa curiga.


"Tidak, aku senang kok saat kamu melakukan hal seperti ini kepadaku hanya saja ini kan sudah menjelang malam dan kamu harus mandi terlebih dahulu karena sebentar lagi jam makan malam."


"Ya sudah," ucap Liam cemberut.


"Nanti setelah mandi dan makan malam kamu bebas melakukan hal apa saja kepadaku."


"Benarkah?"


"Iya sayang."


"Ya sudah nanti saat kita pulang ke rumah saja ya?"

__ADS_1


"Iya," ucap Jane tersenyum.


__ADS_2