Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #241


__ADS_3

Jane kemudian meninggalkan Liam dan memilih untuk pergi ke kamarnya saja. Liam hanya plonga - plongo sembari menggaruk rambutnya saat melihat punggung Jane yang perlahan menjauh dari pandangannya. Liam kemudian duduk sofa sembari menatap layar televisinya yang mati, dan tiba - tiba saja terlintas sebuah ide di otak Liam yaitu membuatkan Jane camilan. Mungkin dengan begitu suasana hati Jane kembali menjadi baik, dan setelah itu dia langsung bergegas ke dapur. Liam langsung menyiapkan peralatan memasak serta bahan - bahan untuk membuat sebuah dessert. Rencananya Liam ingin membuat 'strawberry cinnamon rolls' karena Jane sangat menyukai buah kecil bewarna merah tersebut. Kebetulan ini merupakan resep yang sangat mudah jadi Liam bisa menyelesaikannya sebelum makan malam, dan benar saja Liam bisa menyelesaikannya hanya dalam kurun waktu 1 jam 25 menit. Setelah melakukan platting serta garnish, Liam kemudian meletakannya di dalam kulkas. Setelah itu Liam baru memasak hidangan makan malam untuk mereka berdua. Kali ini Liam sedang ingin memakan steak, jadi dia membuatnya dengan daging yang dibeli oleh Jane tadi pagi. Sekitar 2 jam kemudian semuanya telah siap di atas meja, dan Liam langsung pergi ke kamarnya untuk mandi. Saat dia berada di depan kamar mandi ternyata pintunya masih tertutup, dan tanpa permisi Liam malah langsung memasuki kamar mandi itu hingga membuat Jane berteriak karena merasa terkejut.


"Aaakkk!!!" teriak Jane sembari menutupi area sensitive di tubuhnya.


Begitu juga dengan Liam yang langsung menutup matanya dengan kedua tangannya.


"Wow wow sorry ma'am." (Wow wow maaf ibu/bu).


Saat Liam keluar kamar mandi dengan mata masih tertutup justru secara tidak sengaja dia malah menabrak tembok kamar mandi.


"Are you okay?" tanya Jane. (Apakah kamu baik - baik saja).


"Yess," ucap Liam sembari mengacungkan jari jempolnya.


Begitu sampai diluar Liam lalu duduk di sofa sembari meruntuki dirinya sendiri karena merasa malu kepada Jane sudah berbuat tidak sopan kepadanya. Tidak lama kemudian Jane telah keluar dari kamar mandi dan tidak memperdulikan Liam yang sedang duduk di sofa. Jane justru lebih sibuk memilih pakaian yang nyaman dipakai saat menjelang malam hari, sedangkan Liam hanya memperhatikannya saja tanpa berbicara sepatah kata apapun. Jane ingin mengambil sebuah dress tanpa lengan dan bermotif kotak - kotak merah putih namun tangannya tidak sampai dikarenakan letaknya yang lumayan tinggi, dengan sigap Liam langsung menghampiri Jane untuk mengambilkan dress yang dia inginkan itu. Tinggi Liam hampir 2 meter, jadi dia dengan mudah mengambilnya bahkan mengambil sesuatu di rak paling atas tanpa tangga.


"Ini kan yang kamu inginkan?" tanya Liam sembari memberikan dress tersebut kepada Jane.


Jane lalu mengambilnya dengan kasar.


"Terima kasih," ucapnya ketus.


"Sama - sama sayang."


Liam masih saja senyam - senyum cengengesan tanpa dosa saat menatap Jane, bahkan walaupun dia masih saja dijuteki oleh Jane namun dia masih memperlihatkan raut wajah yang seperti itu. Sebuah raut wajah tanpa dosa hingga membuat Jane merasa kesal sekali kepada Liam. Setelah itu Liam pergi mandi.


"Aduh selalu saja aku tidak bisa meraihnya," gumam Jane sembari meraih resleting dress yang dia apakai.


Tiba - tiba saja Liam sudah berdiri di belakangnya dan menaikkan resleting dress itu.


"Jangan sungkan untuk meminta bantuan dariku."


"Hmmm."


"Kamu masih marah kepadaku heum?"


"Tidak, hanya saja aku merasa kesal setiap melihat wajahmu yang cengengesan tanpa dosa itu."


"Maaf."


"Hmm."


Liam yang masih memakai handuk itu lalu membalikkan tubuh Jane dan memegang pinggul Jane. Dia lalu mendekatkannya ke tubuhnya hingga tidak ada jarak sama sekali diantara mereka berdua.

__ADS_1


"Jangan marah seperti itu, aku nanti akan merasa sedih jika kamu terus seperti ini kepadaku."


"Sudah berapa kali aku katakan jika aku ini tidak marah kepadamu, aku hanya kesal kepadamu."


"Itu sama saja."


"Tidak, itu berbeda!!"


"Nanti cantikmu akan luntur jika kamu seperti itu terus sayang."


"Biarin, masa bodoh."


Liam lalu mengecup bibir Jane sekilas.


"Ayo makan malam, aku sudah memasakan kamu sesuatu yang sangat special."


"Sudah berapa kali aku katakan jika aku saja yang memasak serta bersih - bersih rumah karena aku ini seorang istri!!"


"Nah kan pasti kamu masih kepikiran tentang ucapan Lian tadi?"


"Bukan begitu, memang seharusnya ini adalah tugasku."


"Sayang tidak apa - apa sesekali aku membantumu melakukan pekerjaan rumah, lagipula tidak ada perjanjian yang mengharuskan kamu untuk melakukan pekerjaan rumah tangga sedangkan aku bekerja bukan?"


"Iya sih, bahkan dahulu kita juga tidak membuat perjanjian pra-nikah."


"Tetapi kalaupun misalnya ada sesuatu hal yang tidak kita inginkan terjadi bagaimana?"


"Tidak masalah, aku akan pergi dari rumah ini tanpa apapun dan hanya membawa diriku sendiri."


"Itu rasanya tidak adil karena kamu yang bekerja keras membanting tulang untuk membangun rumah ini."


"Ini semua aku lakukan karena aku menyayangimu dan tidak ingin kamu merasa malu saat teman - temanmu berkunjung ke rumah kita, maka dari itu aku membangun rumah ini walaupun tidak terlalu mewah."


"Apa kamu bercanda? menurutku rumah ini sudah sangat mewah hubby."


"Apa iya?"


"Iya sayang."


"Kamu sudah tidak merasa kesal denganku?" tanya Liam ragu.


"Sudah mulai berkurang rasa kesalku kepadamu."

__ADS_1


Liam lalu memeluk Jane dengan sangat erat.


"Aku sangat sayang kepadamu, dan jika ada sesuatu yang mengganjal maka kamu tidak perlu sungkan untuk mengeluarkan semua uneg - uneg itu kepadaku."


"Iya hubby, terima kasih."


"Dengan senang hati. Ayo kita makan malam."


"Kamu ganti baju terlebih dahulu, masa kamu ingin makan malam hanya dengan menggunakan handuk saja?"


"Tidak apa - apa jika kamu yang menginginkannya," ucap Liam menggoda Jane.


"Nanti kalau kamu begitu hidangan makan malamnya tiba - tiba berubah."


"Memangnya kamu mau?"


"Tidak, masih seminggu lagi dan kamu harus bisa menahannya."


"Oh iya ya, huffttt."


Liam lalu berganti pakaian, sedangkan Jane hanya duduk di sofa sembari menunggu Liam selesai ganti baju. Setelah itu mereka berdua pergi ke ruang makan untuk makan malam serta mencicipi hidangan special yang telah dibuat oleh Liam. Saat Liam menyajikannya, Jane merasa terpukau dengan teknik platting serta teknik garnish Liam yang sangat cantik itu sampai Jane tidak merasa tega untuk memakannya. Beberapa menit kemudian mereka telah selesai memakan hidangan makan malam, dan sekarang baru Liam mengeluarkan dessert special untuk Jane.


"Ta da, ini strawberry cinnamon rolls special untukmu."


"Wah kelihatannya sangat lezat sekali, terima kasih."


"Sama - sama sayang."


"Lalu dimana punyamu?" tanya Jane bingung.


"Aku sedang tidak ingin memakannya, oleh sebab itu aku hanya membuatkannya untukmu."


"Oh begitu. Mmm ini suapan pertama untukmu," ucapnya sembari hendak menyuapi Liam.


"Tidak, makan saja dan kalau perlu habiskan saja."


"Ayolah."


"Baiklah," ucap Liam menerima suapan dari Jane.


Jane lalu mencicipinya.


"Wah sangat lezat sekali."

__ADS_1


"Kalau begitu habiskan saja."


"Okay hubby."


__ADS_2