
Liam lalu membeli ikat kepala khas Bali yang dominan bewarna biru, yang merupakan warna kesukaannya dan Pak Kang membeli yang bewarna hitam putih saja. Liam lalu bertanya kepada penjual itu apakah ada ikat kepala untuk seukuran anak kecil, dan penjual tersebut langsung mencarikannya untuk Liam. Tidak lama kemudian penjual itu lalu memberikannya setelah menemukannya, dan Liam juga langsung memakaikannya di kepala baby Ace. Setelah itu Liam membayar 3 ikat kepala itu dan kembali menghampiri Jane.
Liam kemudian menunjukkan kepada Jane bahwa baby Ace sangatlah menggemaskan saat memakai ikat itu seperti dirinya, dan melihat hal tersebut Jane hanya tersenyum menatap wajah putranya. Mereka berempat lalu melanjutkan berjalan - jalan untuk mencari restaurant terdekat karena ingin membeli sarapan. Sesampainya di restaurant tersebut mereka lalu membeli makanan sesuai keinginan masing - masing, dan menyantapnya sembari berbincang bersama.
Di waktu yang sama, saat ini Rosie sedang berada di kampusnya bersama teman - temannya untuk mengerjakan tugas kelompok. Tiba - tiba saja Cheryl memberitahu Rosie bahwa sedari tadi Leon menunggunya di luar kelas. Saat Rosie menoleh ke arah jendela, ternyata memang Leon sedang berada di sana sembari memperhatikannya. Cheryl kemudian menggoda Rosie dan memintanya untuk pergi keluar menemui Leon sebentar. Rosie yang malu - malu kucing itu langsung pergi keluar untuk menemui Leon.
"Ada apa Leon?" tanya Rosie begitu dia keluar dari kelasnya.
"Ah itu, mmm nanti pulang jam berapa? mau bareng denganku tidak pulangnya?"
"Oh aku pulangnya masih lama, lebih baik kamu duluan saja agar tidak terlalu lama menungguku."
"Oh begitu, mmm tapi..."
"Hai Rosie, sudah selesai tugas kelompokmu?" tanya Chicko menepuk bahu Rosie.
"Belum, punyaku masih kurang banyak sedangkan mereka kerjanya malas - malasan hufft."
Chicko tertawa.
"Hahaha tadi lebih baik kamu sekelompok denganku saja, dan jangan bersama Cheryl."
"Memangnya kamu sudah selesai tugasnya?"
"Sudah dong," jawab Chicko merasa bangga.
"Woahh tumben sekali, biasanya kamu malas - malasan."
"Eitsss sekarang aku sudah rajin belajar hahaha."
Rosie tertawa.
"Hahaha aku tidak percaya denganmu."
"Dih dibilangin juga, ya sudah kalau tidak percaya."
"Ya sudah, kalau begitu bantu kelompokku agar cepat menyelesaikannya."
"Hmm baiklah, tapi ada syaratnya."
"Apa syaratnya?"
"Jadi pacarku selama sebulan, kalau nyaman boleh lanjut sampai nikah hahaha."
"Tanya Liam dulu, berani tidak?" tanya Rosie menantang Chicko.
"Ya sudah tidak jadi kalau itu hahaha."
"Dih langsung ciut mentalnya."
Chicko lalu menoleh ke arah Leon.
"Eh bukankah kamu Leon anak jurusan photography?" tanya Chicko.
"Iya benar."
__ADS_1
"Wah aku sudah lihat semua hasil jepretanmu, dan sangat keren sekali."
"Terima kasih banyak bang mmm.."
"Chicko," ucapnya menjabat tangan Leon.
Leon lalu membalas jabatan tangan Chicko.
"Leon, salam kenal."
"Salam kenal."
"Abang ini jurusan mana?"
"Oh aku sama dengan Rosie dan kebetulan kita sekelas," jawabnya merangkul pundak Rosie.
"Oh sekelas."
"Ada apa kemari?"
"Saya ingin bertemu dengan Rosie saja kok, untuk berbincang - bincang."
"Oh begitu rupanya, ya sudah aku masuk duluan."
"Okay bang."
Chicko kemudian masuk ke dalam kelas, sedangkan Rosie masih diluar bersama Leon. Terlihat dari raut wajah Leon yang seperti sedang merasa cemburu karena Chicko sangat dekat sekali dengan Rosie, meskipun begitu Leon mencoba untuk bersikap tenang agar tidak menimbulkan hal - hal lain yang membuat suasana menjadi buruk. Leon tidak bisa marah ataupuj melarang Rosie untuk terlalu dekat dengan Chicko karena memang dia bukan siapa - siapanya Rosie, apalagi Chicko ini terlihat sangat dekat sekali dengan kakaknya Rosie. Jadi dia memilih untuk memendam perasaannya saat ini dan berusaha untuk sadar diri bahwa memang dia belum menjadi pacarnya.
"Hmm sudah lama dekat dengan Chicko?"
"Sudah, kebetulan dia salah satu sahabatnya Liam sejak dulu."
"Kenapa memangnya?" tanya Rosie penasaran.
"Tidak apa - apa, hanya penasaran saja kenapa kamu nisa sedekat itu dengan Chicko."
"Oh begitu, mm kamu tidak cemburu kan?"
"Eh cemburu? untuk apa? hahaha aku ini bukan siapa - siapamu, jadi untuk apa aku merasa cemburu saat melihatmu dekat dengan pria lain."
"Ya siapa tahu kamu begitu."
"Ah tidak hehe."
"Mmm ya sudah kalau mau pulang duluan tidak apa - apa, aku ingin melanjutkan tugasku."
"Aku tunggu saja bagaimana?"
"Eh jangan, ini masih lama nanti takutnya kamu terlalu lama menunggu dan bosan."
"Tidak kok hehe."
"Ya sudah kalau begitu, tapi aku tidak memaksamu untuk menungguku selesai kerja kelompok."
"Iya, ini semua murni karena keinginanku sendiri."
__ADS_1
"Hmm baiklah, kalau begitu aku masuk dulu."
"Iya," ucapnya tersenyum.
Rosie lalu kembali masuk ke dalam kelasnya, dan langsung bergabung bersama teman - temannya untuk mengerjakan tugas kelompok. Kali ini mereka tidak akan terlalu kesulitan karena ada Chicko yang membantu mereka untuk mengerjakannya. 2 jam kemudian mereka sudah selesai mengerjakannya dan mereka semua hendak pulang ke rumah masing - masing.
"Rosie, ingin pulang denganku?" tanya Chicko.
"Waduh gawat," gumam Cheryl kepada temannya yang lain.
"Benar, bisa perang dunia ke 3 ini."
"Iya hahaha."
"Maaf Chic, aku sudah ada janji dengan Leon untuk pulang bersamanya dan lagipula kasihan Leon yang sudah menungguku sejak tadi."
"Oh begitu, ya sudah hati - hati."
"Okay."
"Sudah selesai tugasnya?" tanya Leon menghampiri Rosie.
"Sudah, mari kita pulang."
"Baiklah, mmm ingin makan siang bersama?"
"Boleh, bagaimana kalau kita makan ke mie viral saja?"
"Baiklah, apasih yang tidak untuk tuan putriku hahaha."
"Tuan putri apanya? aku hanya manusia biasa kok hahaha."
Mereka berdua lalu berangkat menuju ke sebuah restaurant mie yang baru - baru ini sangat digandrungi para muda mudi. Selain tempatnya yang sangat instamilible, rasanya yang lezat, dan harganya terjangkau, disana juga disediakan beberapa permainan papan maupun kartu untuk bermain bersama teman - teman. Sesampainya disana mereka berdua langsung memesan mie setan, dimsum, dan es teh namun Rosie ingin membeli es campur saja. 15 menit kemudian pesanan mereka sudah jadi, dan mereka langsung menyantapnya sembari berbincang. Tiba - tiba saja handphone Rosie berbunyi dan dia langsung mengangkatnya, dan setelah menyelesaikan pembicaraan di telepon dia kembali makan.
"Siapa tadi yang menghubungimu?" tanya Leon.
"Oh tadi yang menghubungiku itu grandma untuk bertanya mengapa aku belum pulang."
"Oh begitu, sudah dicari ya?"
"Tidak kok, aku kan tadi sudah berkata jika aku pergi denganmu jadi sudah aman."
"Syukurlah."
"Rasanya sangat lezat sekali, apalagi dimsum rambutannya."
"Iya benar, habiskan saja nanti pesanlah lagi jika kamu masih kurang."
"Hahaha ini sudah cukup kok, nanti kalau terlalu kenyang tidak nyaman."
"Iya sih benar juga haha."
"Jadi kamu ini punya pekerjaan sampingan sebagai photografer ya?"
"Benar, untuk membantu keuangan keluargaku dan belajar mandiri sih haha."
__ADS_1
"Oh bagus itu."
"Iya."