
Liam kemudian menggendong anaknya dengan dibantu oleh Mrs Robinson dan juga Mrs Kim. Liam menggendongnya secara perlahan agar tidak membahayakan anaknya karena dia baru saja lahir masa langsung log out, kan tidak lucu. Author hanya bercanda hehe, Liam menggendongnya secara perlahan agar tidak membahayakan anaknya karena bayi sangat rentan sekali apalagi hampir semua tulangnya masih terbilang tulang muda, kata ibuku. Liam lalu mencium pipi anaknya dan berfikir jika ternyata memang benar ucapan keluarganya yang mengatakan bahwa wajah anaknya mirip sekali dengannya. Tubuhnya sangat mungil dan mungkin besarnya hampir sama dengan besar lengannya saja hingga membuat Liam sangat berhati - hati sekali.
Wajahnya juga sangat tampan serta menggemaskan sekali hingga membuat Liam ingin sekali menggigit anaknya itu karena saking gemasnya dengannya. Liam masih saja merasa tidak percaya bahwa ternyata mereka berdua bisa selamat, padahal tadi dokter berkata bahwa dia diharuskan untuk memilih salah satu diantara mereka berdua siapa yang akan diprioritaskan keselamatannya. Sembari menahan tangisnya, Liam lalu memeluk anaknya dan juga mencium bibir Jane sekilas sebagai ucapan rasa terima kasihnya kepada istrinya yang sudah berjuang untuk melahirkan keturunannya (seorang tuan muda pewarisnya). Liam lalu mengembalikan anaknya kepada Jane karena menangis, dan mungkin saja dia lapar ataupun lelah. Jane lalu memberinya susu sembari menenangkannya agar berhenti menangis.
"Kamu ingin memberinya nama siapa Jane?" tanya Mr Kim.
"Kita berdua telah sepakat bahwa Liam yang akan menamai anak kita berdua jika yang lahir adalah anak laki - laki, appa."
"Oh begitu lalu kamu akan menamai anak kalian berdua siapa, Liam?" tanya Mr Kim.
Melihat Liam yang tersenyum seperti itu, Josh lalu menduga bahwa dia akan menamai anaknya dengan nama yang aneh karena mengingat bahwa adik iparnya tersebut adalah orang yang nyleneh.
"Perasaanku tidak enak," gumam Josh.
"Aku ingin menamai anak kita berdua dengan nama Ace, lalu untuk nama tengahnya biar Jane saja yang memberikannya nama."
"Lho aku kira kamu yang akan memberikannya nama termasuk nama tengahnya."
"Setelah aku fikir - fikir aku ingin kamu juga turut andil dalam memberikan nama untuk anak kita, karena rasanya tidak adil saja jika kamu yang bersusah payah mengandung serta melahirkannya lalu justru aku yang memberikannya nama."
"Tidak apa - apa hubby, kamu saja yang memberikannya nama karena aku sedang tidak terfikirkan sebuah ide mengenai nama yang cocok untuknya."
"Ya sudah daripada kalian ribut - ribut memikirkan nama tengahnya lebih baik aku saja yang memberikannya nama," ucap Josh menyela pembicaraan mereka berdua.
"Iya silahkan jika ingin menyumbang nama untuk anakku dan jika berkenan kamu juga boleh kok menyumbang biaya administrasi rumah sakit muehehehe," ucap Liam tertawa kecil.
"Dih. Baiklah aku akan memberikannya nama Bryan untuk nama tengahnya, jadi Ace Bryan."
"Ace Bryan Kim," ucap Mr Kim secara tiba - tiba.
"Hei mana bisa begitu harusnya kan Ace Bryan Robinson dong," ucap Mr Robinson protes.
Mereka berdua justru malah saling adu mulut memberikan nama marga untuk cucu pertamanya saat jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi, sedangkan Mrs Robinson dan Mrs Kim hanya bisa pasrah menyaksikan suaminya yang adu mulut satu sama lain perkara nama marga untuk cucunya.
"Makanya cepat buat anak agar mereka berdua tidak beradu mulut," ucap Liam berbisik di telinga Josh.
"Yeee kalau aku ada calonnya sih mau buat anak, hanya saja sekarang aku belum mempunyai calon istri."
__ADS_1
*Oek oek.* Ace kembali menangis, dan Jane langsung menenangkannya.
"Ssttt jangan menangis sayang, maafkan para grandpa kamu itu yang selalu ribut seperti anak kecil.
"Sudah lebih baik kita memakai dua nama marga saja menjadi Ace Bryan Robinson Kim " ucap Liam memberikan solusi.
"Appa sudah! daddy nya Ace kan Liam yang memiliki nama marga Robinson, jadi harusnya Ace menggunakan Robinson dan menjadi Ace Bryan Robinson."
"Iya benar kata putrimu Andrew karena memang harusnya Ace memakai nama Robinson," ucap Mrs Kim yang sudah lelah mendengar pertengkaran suaminya itu.
"Iya hon."
"Lagipula Ace juga akan tetap menjadi cucu kalian berdua kok walaupun menggunakan nama Robinson sebagai nama akhirnya, kalau kalian berdua seperti ini terus maka Jane akan menjauhkan Ace dari appa dan daddy."
"Eh jangan dong," ucap mereka serentak.
"Makanya jangan ribut terus, Jane lelah."
"Iya maafkan appa."
"Maafkan daddy juga ya Jane."
Tiba - tiba saja suster menghampiri ruangan Jane dan meminta izin ingin meletakkan anaknya ke dalam ruangan incubator. Jane langsung menyerahkan anaknya kepada suster tersebut dan suster itu langsung pergi menuju ruangan incubator. Liam yang sering menonton drama indos*ar langsung merasa takut jika suster itu akan mencelakai anaknya ataupun menukar anaknya, dan akhirnya Liam membuntuti suster itu sampai ruangan yang dituju. Liam lalu memandangi anaknya itu dari balik dinding kaca serta dia berada di sana terus selama 30 menit.
Semakin lama Liam semakin merasa mengantuk, dan akhirnya dia pergi ke ruangan Jane untuk tidur sebentar. Sesampainya disana ternyata Jane belum bisa tidur serta beristirahat karena menunggu Liam. Saat melihat suaminya yang masuk ke dalam ruanganya, Jane lalu menawarkan Liam untuk tidur di atas ranjangnya serta disampingnya. Tanpa basa - basi Liam langsung naik ke atas ranjang Jane dan mulai tertidur nyenyak, begitupun dengan Jane yang juga ikut tertidur setelah suaminya tidur. Keesokan harinya Liam yang baru saja bangun dari tidurnya langsung berbincang dengan Jane untuk memulai harinya menjadi seorang ayah.
"Lho kok sudah ada buah - buahan, dari siapa?" tanya Liam bingung.
"Tadi eomma yang mengantarkannya, dan mommy juga mengantarkan sarapan untuk kita berdua."
"Kok tidak membangunkan aku kalau mommy dan eomma datang?"
"Mereka berdua justru yang memintamu untuk tidak membangunkanmu karena mereka tahu bahwa kamu sudah begadang semalaman."
"Oh begitu. Mmm kamu ingin makan apa? biar aku kupaskan."
"Aku ingin jeruk itu, kelihatannya sangat segar sekali warnanya."
__ADS_1
"Baiklah," ucapnya langsung turun dari atas ranjang.
Liam kemudian mengupas kulit jeruk itu dan menyuapi buah jeruk itu ke mulut Jane.
"Terima kasih ya sudah menjadi suami yang siaga serta perhatian," ucap Jane sembari mengusap pipi Liam.
"Justru aku yang seharusnya berterima kasih kepadamu sayang. Mmm setelah ini kamu sarapan ya agar kamu mempunyai energi setelah semalam energimu terkuras habis."
"Okay hubby."
"Mari kita lihat apa yang mommy masak untuk kita."
"Apa?"
"Sayur serta lauk, buka mulutmu aaa."
Liam menyuapi Jane sedikit demi sedikit agar Jane tidak tersedak.
*Tok tok tok.*
"Ya silahkan masuk."
"Saya membawa anak anda karena sepertinya dia mencari ibunya," ucap suster sembari menggendong Ace.
"Uh sayangnya eomma," ucap Jane menggendong Ace.
"Kalau boleh tahu nama anaknya siapa bu?"
"Ace Bryan Robinson."
"Wah nama yang indah."
"Terima kasih," ucap Jane tersenyum.
"Anak anda sangat tampan dan mirip sekali dengan ayahnya."
"Benar suster, dia sangat tampan seperti daddynya."
__ADS_1
"Iya bu, kalau begitu saya permisi."
"Iya suster."