Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #210


__ADS_3

Beberapa hari kemudian dan hari ini merupakan hari Kamis malam. Liam sedang menonton televisi di ruang tengah rumah pribadinya bersama dengan istri tercinta. Lalu terlintas dibenak Liam untuk mengerjai Jane, istrinya itu untuk menonton film horor di televisi transparant yang besarnya segede gaban. Liam kemudian memilih film horor buatan lokal alias Indonesia karena film horor Indonesia jauh lebih seram daripada film horor luar negeri (menurut survey orang - orang sekitar). Liam lalu memutar film yang berjudul "dendam kesumat sundel bolong suketi" dan ternyata semakin lama membuat Jane ketakutan. Lalu langkah kedua adalah menyebar hoax semasa SD (sekolah dasar) yaitu bahwa tanah rumah mereka tersebut dahulu adalah bekas kuburan penjajah. Jane awalnya tidak mempercayai semua cerita Liam namun semakin diperhatikan lagi kok Liam semakin serius mengenai ucapannya.


Jane memperlihatkan ekspresi yang biasa saja bahkan tidak takut sama sekali namun sebenarnya Jane merasa ketakutan karena ulah Liam. Malam semakin larut dan mereka berdua masih asyik menonton film horor tersebut. Karena merasa bosan Liam lalu pergi melangkahkan kakinya menuju ke sebuah piano yang terletak di samping tangga rumahnya. Liam lalu mememainkan river flows in you dan beberapa judul lagu sembari menyanyi hingga membuat Jane terpukau dengan kemampuan Liam dalam memainkan piano itu. Jane tidak menyangka jika ternyata suaminya itu pandai memainkan piano karena dia tidak pernah melihatnya menyentuh piano apalagi sampai memainkannya, dan ini pertama kalinya dia menyaksikan Liam memainkan piano dirumahnya. Jane kemudian mendekati Liam dan merangkul bahunya sembari menyanyikan sebuah lagu bersama dengan Liam. Mereka berdua beralih menyanyikan sebuah lagu yang berjudul "if i ain't got you."


"Ternyata suamiku ini sangat pandai memainkan piano juga ya?" tanya Jane saat mencium kepala Liam.


"Iya, memangnya kamu belum pernah menyaksikan aku bermain piano?"


Jane berfikir sejenak "sepertinya belum."


"Oh. Kalau begitu mari kita bernyanyi lagi!" ucapnya dengan antusias.


"Okay hubby."


Ternyata Liam bisa sangat mahir memainkan piano karena sejak dia berumur sekitar 6 tahun Mrs Robinson sudah memasukkan ke dalam kursus piano dan bukan hanya itu saja, ternyata Mrs Robinson memasukkan semua anak - anaknya ke dalam kursus piano juga karena sedari dulu Mrs Robinson yang menginginkannya. Selain piano, Liam juga memainkan alat musik seperti drum, gitar, dan kajon. Kalau Rosie hanya bisa memainkan piano dan gitar saja. Suara Liam sangat merdu, maka tidak heran jika dahulu Liam diincar oleh Mr Kim untuk dimasukkan ke dalam boyband baru asuhannya, dan bahkan Liam juga sempat mengikuti trainee untuk boyband tersebut namun karena tiba - tiba Liam tidak suka jika terlalu dikekang maka Mrs Robinson meminta suaminya untuk menarik Liam pulang. Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, mereka berdua lalu mematikan televisi dan pergi ke kamar untuk bersiap - siap tidur. Seperti biasa Jane menjalankan ritual malamnya, sedangkan Liam langsung berbaring di atas ranjangnya dengan tengkurap.


*Ngogkk ngogkk* Liam sudah mendengkur dengan sangat keras.


Jane lalu naik ke atas ranjangnya dan mematikan semua lampu di dalam kamarnya dengan menggunakan remote control.


"Dasar kebo, baru berbaring sebentar sudah langsung mendengkur," ucap Jane menggelengkan kepalanya ketika melihat tingkah suaminya itu.


Tiba - tiba ada tangan nakal yang memeluk Jane saat dirinya baru saja ingin memejamkan matanya.


"Kemarilah babe," ucap Liam.


"Dasar nakal, aku kira kamu sudah tidur."


"Memang sudah, tetapi terbangun lagi."


Jane lalu mencium suaminya itu "kalau begitu ayo tidur lagi."


Liam menggeleng "tidak mau."


"Lho kenapa? nanti kalau tidak tidur besoknya kamu akan mengantuk hubby."


"Aku kan sudah tidur dan baru saja terbangun."


"Bukankah baru sebentar? bahkan tidak ada 5 menit kamu tertidur."


"Iya sih, tapi aku sudah terbiasa seperti ini saat kerja lembur sampai jam 2 pagi."

__ADS_1


"Oh begitu."


Liam lalu meraih handphone miliknya "kok tidak ada milimail masuk?"


"Milimail apa?" tanya Jane bingung.


"Biasanya jam segini ada milimail yang masuk untuk aku cek isi dokumennya, kenapa sekarang tidak ya?" tanya Liam kembali.


"Bukankah sekarang kamu masih dalam masa cuti pernikahan ya?"


"Siapa yang menikah?"


"Kamu hubby."


"Dengan siapa?"


"Dengan aku, hubby sayang."


Liam lalu mengedip - ngedipkan kedua matanya untuk berfikir sejenak "oh iya ya, aku lupa hehe."


Jane tersenyum heran "kok kamu bisa lupa?" tanya Jane mengusap pipi Liam.


"Tidak tau, aku sekarang menjadi pelupa."


"Apa aku kebanyakan makan lubang pup ayam ya?"


Jane terheran "benarkah?"


"Iya sepertinya."


Jane lalu mengambil handphone Liam dari tangannya dan meletakannya di atas meja "sudah mari tidur sayang."


"Iya," ucap Liam memeluk Jane.


"Aku fikir waktu itu kamu membeli sebuah piano mahal hanya sebagai dekorasi rumah saja, tapi ternyata untuk kamu mainkan ya?"


"Iya dong sayang, mana mungkin aku membeli piano hanya untuk aku lemparkan ke wajahmu itu."


"Kok kata - katanya sedikit kasar sih?"


"Oh tidak boleh ya?"

__ADS_1


"Tidak dong, kalau berbicara dengan wanita apalagi dengan istri harus lemah lembut."


"Oh begitu."


"Iya."


Liam kembali memeluk Jane dengan sangat erat dan tiba - tiba muncul pertanyaan out of the box "kenapa bagian milikmu yang ini terasa sangat kenyal, sedangkan punyaku tidak?"


"Hmmm mulai deh bertanya dengan pertanyaan yang aneh - aneh, bukankah sebenarnya kamu mengetahui kegunaannya tetapi kamu hanya berpura - pura bodoh saja kan?"


"Hehe aku ingin mencicipinya, boleh kan?" tanya Liam merasa ragu - ragu.


"Iya boleh, tetapi jangan digigit."


"Iya."


Liam lalu menoel - noelnya sebentar sebelum mencicipi strawberry tersebut. Setelah itu dia langsung tancap gas untuk mencicipi strawberry Jane itu hingga dia ketiduran. Setidaknya ini cara yang baik untuk membungkam Liam agar tidak mendengkur dengan keras lagi, begitu fikir Jane yang terkadang merasa terganggu dengan suara dengkuran Liam. Jane memperhatikan wajah Liam sembari mengusap lembut rambutnya saat sedang tertidur pulas, dan setelah itu dia menarik selimutnya lalu mulai tertidur. Keesokan harinya saat Jane terbangun, dia mendapati Liam yang masih tertidur pulas dengan posisi yang sama dengan semalam.


Jane terus memperhatikan wajah Liam "hmm ternyata kamu mulai menyukainya ya Chicken?" lalu dia duduk dengan bersandar untuk minum air mineral.


"Nnggg aku mau lagi," ucap Liam dengan suara parau.


Jane langsung mengusap rambutnya "sssttt, ayo bangun karena sudah pagi."


"Aku tidak suka bangun pagi," ucap Liam dengan matanya yang masih terpejam.


"Ya sudah kalau begitu kembalilah tidur."


"Maunya harus denganmu."


"Dasar ngelunjak!" ucap Jane mulai merasa geram.


"Ya sudah aku mau pipis." Liam langsung bangun dan pergi ke kamar mandi.


"Iya terserah."


Setelah buang air kecil Liam lalu membuka gorden kamarnya serta bajunya, dan setelah itu dia berbaring di sofa dekat pintu balcony.


"Sedang apa?"


"Berjemur di pagi hari." Liam kembali memejamkan matanya.

__ADS_1


"Dasar aneh - aneh saja."


__ADS_2