CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
+ Tidak Peka


__ADS_3

Matahari telah terbit dan lia yang sudah bangun pun telah rapi dengan sragam kerjanya. Saat ini dia tengah duduk di teras kos-kosannya untuk menunggu viona. Hari ini dia sedang malas untuk jalan kaki ke arah halte meski lokasi haltenya cukup dekat dengan kos-kosannya.


'Ini semua gara-gara pak jevin yang nyebelin itu, kehidupanku yang tenang berubah jadi kacau.' Rutuk lia kesal.


Tak lama kemudian suara motor matic yang di kendarai oleh viona pun terdengar hingga akhirnya viona telah sampai di depan kos.


"Hallo bestie, tumben kamu sabaarr banget nunggu viona yang cantik ini. Biasanya mah males dan memilih untuk naik bus." Cerocos viona.


Lia yang melihat viona yang main langsung nyrocos kayak kenalpot pun hanya memandangnya dengan datar.


"Udah nyrocosnya?.." Tanya lia datar.


Viona menatap lia bingung, karena tidak biasanya lia tidak menangapi ucapannya. Biasanya meski dia bicara panjang lebar lia pasti akan membalas ucapannya. Dan ini lia hanya menatapnya dengan datar dan malas, seakan dia tidak memiliki semangat sama sekali.


'Dia kenapa ini kok diem bae.' Batin viona bingung.


"Loe kenapa li, kok diem bae kayak orang yang tidak memiliki semangat saja?." Tanya viona, dia heran dengan lia.


Lia menatap viona cemberut kemudian dia berlari ke arah viona dan memeluknya. Viona yang tiba-tiba di peluk pun menjadi terkejut dan hampir saja jatuh dari motornya. "Apaan sih liii, nanti kalau gue jatuh terus ketiban motor gimana. Dasar loe." Omel viona.


"Hwaa.. Vionnnaa.. Hidup gue kacau bin balau gara-gara mister black forest huwaa.." Rengek lia.


"Mister black forest." Beo viona.


"Iya, mister black forest pak jevin."


Viona terkejut saat mendengar nama pak jevin di sebut oleh lia. "Maksud loe gimana? Kok gue ngak konek ya lii." Tanya viona bingung.


Lia melepas pelukannya dan menatap viona tajam. "iya, gara-gara elo yang selalu ngomongin pak jevin dan suka sama dia. Dia malah gangguin hidup gue, padahal harusnya yang di ganggu itu elo bukan gue." Jawab lia berapi-api karena saking geramnya.


"Gangguin loe gimana? Kalau kejadian di kantin itu menurut elo gangguan kayaknya loe mesti periksa ke dokter deh!. Siapa tahu loe lagi konslet." Ucap viona yang malah membela pak jevin.


'Sahabat lucknut, emang gue gila apa. Malah belain pak jevin lagi, dasar nyebelin tingkat akut.' Rutuk lia dalam hati.


"Wahh loe bener-bener lucknut. Loe tahu ngak dia itu ngirim gue pesan dari sore sampai malam mau tidur pun dia tetep ngirim pesan. Ihh, kalau dia bukan atasan aku sudah aku bejek-bejek jadi perkedel singkong tuh orang satu." Ucap lia geram sendiri.


Viona menatap lia dengan bahagia. Sedangkan lia yang melihat tatapan viona pun menatap viona dengan tajam.


"Apa? Kok tatapan loe kayak gitu?." Tanya lia sewot.

__ADS_1


"Bagus dong lia kalau pak jevin sering ngirim pesan ke elo itu artinya dia serius dan tidak main-main." Ucap viona senang.


'Susah kalau sudah ngomong sama biasnya pak jevin.' Batin lia kesal.


"Bagus menurut elo tapi buruk menurut gue." Ucap lia bete sendiri saat melihat respon viona yang kelewat bahagia itu.


"Ehh tidak boleh berkata seperti itu nanti kalau jadi bucin kayak gimana hmm." Viona malah menggoda lia hingga membuat mood lia yang sudah buruk menjadi semakin buruk.


"Gue penganut paham healty relatonship. Jadi ngak ada tuh kata bucin di dalam kamus seorang amelia cahya geni." Ucap lia dengan penuh penekanan.


Viona yang mendengar hal tersebut pun memutar bola matanya malas.


'Dasar keras kepala.' Batin viona.


"Terserah neng ae lah." Ucap viona malas.


Lia tersenyum tipis kemudian dia naik ke atas motor matic viona. "Udah jangan bahas si mister black forest mulu, lebih baik kita berangkat. Udah mepet ini jamnya, sebentar lagi jam kerja di mulai."


"Ok sip neng lia, let's goo." Teriak viona.


"Let's goo.." Teriak lia.


Viona pun melajukan motornya ke arah pabrik tempatnya berkerja.


"Tidak tahu, aku hanya bisa menyerahkan segalanya kepada tuhan. Jodoh di tangan tuhan, hari ini aku memang menolaknya tapi tidak tahu kedepannya seperti apa. Lagi pula menikah itu bukan prioritas utamaku saat ini. Aku ingin sukses agar orang tuaku bangga." Jawab lia.


Viona tersenyum tipis. "Semangat gue doain semoga elo sukses."


"Amin." Lia mengaimini doa viona.


Tak lama kemudian mereka berdua telah sampai di pabrik, setelah itu mereka berdua langsung masuk ke dalam pabrik setelah absensi terlebih dahulu.


Mereka berkerja di tempat masing masing setelah meeting dengan supervisor masing-masing.


Di tengah-tengah jam kerja tiba-tiba ada seseorang yang menyodorkan bunga di depan wajah lia.


"Bunga." Gumam lia, dia pun berbalik dan melihat jika orang yang telah menyodorkan bunga ternyata adakah pak jevin.


"Maksud bapak apa ya?." Tanya lia dengan muka masamnya.

__ADS_1


Dia menahan rasa geramnya kepada jevin karena dia tidak henti-hentinya mengaggu dirinya.


'Maunya apa sih nih boss kurang asem.' Batin lia kesal.


Jevin menarik tangan lia dan menaruh bunga tersebut di telapak tangan lia.


"Bunga, aku akan memberimu bunga setiap hari sebagai penyemangat agar kamu selalu semangat berkerja." Jawab jevin dengan lembut.


Lia menghela nafasnya dia tersenyum paksa. Mau tidak mau dia harus menerima bunga tersebut agar jevin tidak tersingung dan berakhir dia di pecat.


"Emm baiklah aku terima bunganya. Terima kasih, anda juga harus semangat kerjanya. Jangan hanya menggoda orang saja." Ucap lia yang secara tak langsung menyindir jevin.


Tanpa menunggu jawaban dari jevin lia berbalik dan berjalan pergi meninggalkan jevin.


"Tunggu.." Belum juga dia ingin mengatakan sesuatu lia sudah pergi terlebih dahulu, dia hanya bisa tersenyum kecut saat melihat sikap lia yang sepertinya hatinya belum luluh juga.


"Sepertinya bunga saja tidak cukup untuk menaklukan hatinya boss." Ucap sammy.


Jevin melirik sammy sekilas. "Sepertinya begitu sam, jika di lihat dia seperti sedang tidak ingin menjalin hubungan yang serius. Dia memiliki prioritas yang jauh lebih penting." Jawab jevin lesu.


Sammy hanya bisa menatap bossnya tersebut dengan tatapan yang prihatin. Baru kali ini dia melihat jevin yang putus asa dan frustrasi seperti itu. Padahal ini baru juga mulai tapi dia sudah terlihat kusut.


"Sabar boss, mungkin tuhan sedang merencanakan hal yang jauh lebih indah kedepannya. Berserah diri kepada tuhan juga penting boss. Kuasa tuhan lebih besar dari manusia." Sammy berusaha untuk memberi semangat kepada jevin agar dia tidak putus asa.


"Sejak saya melihatnya waktu itu, tidak pernah satu kali pun saya melewatkannya dalam doa saya sam. Saya sangat yakin jika dia jodoh yang sudah tuhan beri untuk saya, sangat amat yakin." Ucap jevin yakin.


Sammy cukup terkejut saat mendengar hal tersebut.


'Dia ternyata sangat serius. Saya tidak menyangka jika dia bisa dengan mudah itu sangat yakin dan berubah. Biasanya dia langsung nembak dan langsung di terima, dan kini segalanya berbeda.' Batin sammy.


"Pak jevin kalau bapak ingin mendekati lia. Jangan terlalu agresif seperti kemarin nanti dia bisa ilfill dengan anda pak. Lihat saja mukanya seperti menahan cemberut saat melihat anda." Ucap seorang karyawan.


Jevin menengok ke arah karyawan tersebut. "Benarkah, dia tersenyum gitu kok." Ucap jevin bingung dengan perkataan karyawan tersebut. Karena lia selalu menaggapinya entah dari pesan mau pun saat dia memberikan bunga tadi, meski dia tahu jika ada sedikit penolakan halus. Tapi dia tidak menyangka jika lia akan ilfill kepadanya.


Karyawan tersebut menghela nafasnya. "Bapak itu pernah pacaran tidak sih. Masa tidak melihat muka eneknya lia. Kurang peka banget." Omel karyawan tersebut.


Sammy yang menatap karyawan tersebut dengan tajam saat mendengar perkataan karyawan tersebut yang menurutnya tidak sopan.


'Tidak sopan, tidak takut di pecat apa tuh karyawan.' Batin sammy kesal dengan sikap karyawan tersebut.

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa dukungannya teman-teman๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2