
" Yank lihat tas ini." Ucap sarah
Juan melihat tas yang di tunjukkan istrinya.
" Asli?." Tanya Juan yang tidak percaya melihat oleh-oleh yang dibawakan oleh sahabatnya
" Coba lihat dan gigit." Jawab Dio
" Jangan dong." Ucap Sarah yang memeluk tasnya
" Sarah ngidan tas Chanel." Ucap Juan yang mengusap perut istrinya
Sarah tersenyum mendengar ucapan suaminya
" Lihat aja harganya." Ucap Juna
Sarah menghitung menggunakan kalkulatir saat melihat hasilnya mata Sarah terbuka lebar
" Emangnya berapa harganya kak?." Tanya Ais
" 30 juta lebih." Jawab Sarah
" Bang Juan belikan banyak untuk Ais." Ucapnya yang juga melotot
" Ais dibelikan berapa?." Tanya Sarah
" 6." Jawab Ais
" Untuk lamaran itu." Ucap Juan
" Berapa gaji waktu bantuin perusahaan Oppa?." Tanya Dio
Juna hanya tersenyum saja
Dio mengintip ke dalam paper bag miliknya, Dio melihat baju kemeja didalam kotak
__ADS_1
" Padahal ngarep tas Chanel juga gue." Ucap Dio
Juan dan Sarah tertawa melihat ekspresi wajah Dio
" Kalau bang Dio mau nanti Ais kasih satu tas Ais." Ucap Ais yang membuat mereka semakin tertawa
" Udah jam 9 kita oulang ya." Ucap Juan
" Cepet amat." Ucap Juan
" Gak enak terlambat pulang kalau bawa cewek beladiri." Ucap Juan menyindir Ais
" Oh, besok langsung ke kampung." Tanya Juan
" Iya." Jawab Juna
" Ais jadi ikut?." Tanya Dio
" Ais perginya naik motor gede." Ucap Juna
🌹🌹🌹
Juna hanya diam saat ia mengemudikan mobil tersebut, Juna benar-benar tidak menyangka, bahwa istrinya pecinta beladiri dan motor gede
Ais yang duduk disebelahnya hanya diam tanpa berani untuk berbicara
" Udah keliling kemana saja naik motor gedenya? sampai sabuk apa beladirinya?." Tanya Juna yang menghentikan mobilnya di tepi jalan
" Baru sampek Jakarta, sabuknya hitam." Jawab Ais
" Apa dek? Jakarta, hitam?." tanya lagi
Aisyah menganggukan kepalanya
Juna kembali menjalankan mobilnya, Juna hanya diam hingga mobil itu berhenti dihalaman rumah
__ADS_1
" Bang, Ais janji gak bakalan naik motor gede lagi dan lanjutin ilmu beladirinya." Ucap Ais
" Kenapa nggak kasih tahu abang kalau adik pakai motor gede dan ikut pertandingan beladiri?." Ucap Juna
" Abang nggak angkat telpon Ais." Jawab Ais
Juna hanya diam saja mendengar jawaban istrinya itu, Juna langsung mengusap kepala Ais." Maafin Abang ya." Ucap sesak Juna
Dengan cepat Ais menganggukan kepalanya
" Abang gak marah sama Ais?."
" Naik motor gede dan ikut beladiri ikut resikonya gede dek. abang gak mau adik ikut-ikut seperti itu lagi, abang gak mau adek kenapa-kenapa." Jelas Juna
" Ais janji," Ucap Ais sambil mengangkat dua jarinya dan tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya serta lesung pipi
Mereka kemudian turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah
" Bapak mana mbak?." tanya saat tidak melihat keberadaan bapak
" Dihalaman belakag non." Ucap pelayan yang menujukkan ke halaman belakang
Suara tawa Tata sudah terdengar saat mereka ber dua berjalan menuju halaman belakang yang disana juga terlihat Nita bersama suaminya, anaknya dan juga bapak Adam
" Besok berangkat jam berapa? tanya Nita ketika Juna duduk di gazebo
" Jam berapa aja boleh." Jawab Juna
" Jam 10 gimana?." saran Nita
" Boleh." Jawab Juna
🌷🌷🌷
Alhamdulilah pagi ini masih bisa Up
__ADS_1