
Satu demi satu pelayat mulai melangkahkan kakinnya untuk pergi meninggalkan tempat pemakaman Fina, sekarang tinggal lah keluarga Ray.
Ray berimpuh di samping gundukan tanah yang masih basah sambil memegan batu nisan yang bertuliskan nama sang istri. semua orang yang masih menunggu Ray di sana mulai menepikan diri, mereka ingin memberi waktu untuk Ray menumpahkan isi hati nya, agar setelah itu Ray harus bisa bangkit lagi karena ada putra mereka yang menunggu nya.
" Fin, kenapa kamu ninggalin aku, padahal aku sudah mencintai kamu Fin, di saat ada di RS aku sudah membayangkan kebahagian keluarga kecil kita, ada kamu, aku dan putra kita, tapi Allah berkehendak lain Fin, Allah lebih saya sama kamu, tapi aku percaya Allah memilih kamu untuk di sisi nya karena Allah ingin kamu tidak merasakan sakit lagi, kenapa kamu tidak pernah cerita Fin, kalau kamu sakit, apa sebegitu tidak pantas nya aku menjadi suami bahkan teman untuk mendengar cerita kamu, tadi dokter cerita ke aku, aku seperti suami yang sangat kejam Fin, karena dokter mengira kalau aku meminta kamu melanjutkan kehamilan kamu, andai aku tahu sakit kamu dari awal mungkin aku akan melarang kamu untuk melanjutkan nya Fin, tapi sudah lah, nasi sudah menjadi bubur, aku iklasin kamu Fin, semoga kamu bahagia ya, karena kamu sudah tidak sakit lagi, datanglah di setiap mimpi ku ya, aku mau meminta maaf pada kamu Fin, aku berjanji aku akan selalu menjaga putra kita, aku pulang dulu ya, besok aku datang lagi setelah melihat kondisi putra kita, semoga putra kita segera pulang dari RS." Ucap Ray sambil mengusap usap batu nisan Fina lalu mencium nya.
" Assalamualaikum istri ku." Lanjut Ray
Hari demi hari Ray lalui dengan kesedihan, sudah 7 hari Fina meninggalkan Ray dan keluarga nya, suasana duka masih menyelimuti keluarga Ray.
__ADS_1
Ponsel Ray berbunyi dan saat Ray melihat ternyata yang menghubungi adalah dari paihak RS dengan cepat Ray menggeser ikon hijau di ponsel nya, karena Ray tidak mau terjadi apa apa pada putra nya.
Setelah 5 menit Ray menerima telp dari pihak RS senyum Ray yang sempat hilang sekarang terlihat lagi, ibu yang melihat nya langsung menghampiri Ray.
" Nak ada apa, kenapa kamu senyum senyum sendiri seperti ini?." Tanya ibu
" Alhamdulilah nak, ayo k8ta ke RS sekarang." Ajak ibu
" Bu, bukan sekarang juga, nanti sore kata nya bu, karena si boy masih harus menjalani pemeriksaan terakhir nya sebelum keluar dari RS, jadi kita kesana jam 3 ya." Jawab Ray
__ADS_1
" Baik lah, kalau begitu ibu akan ke kamar putra kaliam dulu, ibu mau membersihkan kamar nya lagi, takut masih ada debu yang tidak terlihat dengan mata ibu." ucap ibu dengan sangat antusias
Ray juga tidak mau ketinggalan dengan sang ibu, Ray juga ikut membersihkan kamar si boy, mereka sudah membersihkan kamar boy sejak 1 jam yang lalu, sekarang mereka duduk di sofa yang berada di kamar boy, mata Ray melihat sebuah laci yang berada di dekat tempat tidur putra nya, Ray ingat atas ucapan Fina sebelum Fina masuk ke dalam ruangan operasi, Ray bangkit dan....
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1