CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 111


__ADS_3

" Jujur om saya datang kesini dengan hati yag sangat kuat dan penuh dengan keyakinan kalau om dan tante akan menerima saya, apabila om dan tante menolak saya, saya tidak apa-apa om, saya yakin kalau Allah akan mengirimkan jodoh yang tepat waktu buat saya, Allah tidak akan menukar rejeki, begitu pun dengan jodoh." Jawab Lian dengan lantang


" Kamu memang seorang laki-laki yang sangat luar biasa, dan om sangat menyukai cara bicara kamu yang penuh dengan rasa percaya diri, tapi ini bukan di meja yang ingin mencari seorang klien Lian, dan kami berdua meminta kamu kesini adalah, agar kamu tahu kalau kami berdua memberikan izin untuk meminang putri kami, untuk selanjutnya silahkan kamu ajak kedua orang kamu kesini, dan kamu juga perlu ingat kalau Bianca masih mempunyai seorang kakak, dan kakak-kakaknya akan pulang hari jumat besok," Ucap Bapak


" Alhamdulilah, terima kasih om tante, saya janji tidak akan menyia-nyiakan ini, saya akan membahagiakan Bianca." Ucap Lian


" Kamu jangan senang dulu Lian, kita belum tahu apa jawaban dari Bianca, apa dia juga akan menerima kamu, ingat kamu masih harus menunggu jawaban dari Bianca,"


" Iya om, saya tahu, dan saya akan mengajak kedua orang tua saya kesini secepatnya."


" Kalau begitu saya pamit undur diri om tante, karena jam menunjukkan sudah malam, tidak enak kalai di lihat tetangga,"


" Iya , salam buat semua keluarga kamu ya, dan ingat sama janji kamu."


" Siap om, Assalamualaikum." Ucap salam Lian

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam."


🌹🌹🌹


Setelah tiba di rumah, Lian langsung menuju ruang tengah dimana jam segini pasti semua keluarga akan berkumpul, karena kalau pagi sampai sore semua melaksanakan kerja masing-masing.


" Assalamualaikum." Ucap salam Lian


" Wa'alaikumsalm." Jawab mereka semua yang berada di sana


" Kamu kok tahu dek?." tanya Kyla


" Ya tahu lah kak, kan dah hampir 2 minggu ni, muka si abang datar ini di tekut seperti jemuran belum di setrika." Ejek Mesya


" Apa kamu bilang dek,?." Ucap Lian dengan mendekati Mesya lalu mengapit leher adiknya di ketiak Lian, semua hanya senyum dan menggelengkan kepalanya saja

__ADS_1


" Iya bang, tumben wajahnya cerah nih, oiya dek, kenapa kamu panggil bang Lian muka datar?." Tanya Irsyad


" Iya lah, kalau abang Juna muka dingin, abang Lian muka datar, kalau bang Irsyad muka dingin plus datar, jadi penyatuan antara bang Juna dan bang Lian." Jelas Mesya


" Kamu kok bisa gitu nak, kasih nama abang kamu?." Ucap Mommy


" Iya mom, coba mommy lihat, kalau di tengah-tengah keluarga semua abang sangat humoris, tapi kalau di luar sebaliknya padahal, padahal ya mom yang bikin adik bingung itu kenapa ya semua perempuan langsung klepek-klepek lihat abang Juna, abang Lian dan Abang Irsyad,."


" Kamu baru tahu kalau abang-abang kamu ini sungguh mempunyai pesona yang sangat luar biasa, ucap Lian dengan sombongnya


" Ih, sombong banget kamu bang, adik tidak suka, kalau adik kenal sama laki-laki seperti kalian, wih dah adik buang ke laut aja, buat apa punya pasangan kalau di ajak bicara cuma hm hm, hm gitu terus, emang bicara sama tembok." Ucap Mesya


" Kamu jangan salah dek, di luar kita bersifat seperti itu hanya buat bentengi saja dari perempuan yang ingin dekat dengan kita, kita juga selalu mengingat pesan dari Daddy, Mommy, Oppa dan Omma." Jawab Juna


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...To be continued...


__ADS_2