
Sindi segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke arah mama Ikbal
" Ini." Sindi memberikan map cokelat itu pada mama Ikbal,
" Saya datang ke sini untuk mengembalikan apa yang sudah seharusnya tidak untuk saya, maaf mengganggu waktu tante
" Saya pamit, permisi."
" Tuan nona, silahkan di minum minumannya." Bibik yang baru saja tiba membawa dua gelas jus jeruk
" Maaf bik sudah merepotkam, tapi kami sudah mau pulang, terima kasih ya." Sindi segera berlalu meninggalkan ruangan itu dan di susul oleh Irsyad
" Permisi tante, Assalamulaikum." Ucap Irsyad
" Irsyad tunggu,,"
" Ada apa tante."
" Apa kamu mengenal wanita sombong ini?."
__ADS_1
" Iya tante, karena sekarang dia adalah istri saya, bagaimana saya tidak mengenalnya, saya permisi tante, Assalamualaikum." Irsyad segera pergi dari rumah megah itu
" Kalau saja mereka tahu siapa Sindi sebenarnya sudah di pastikan kalian akan malu, bisa-bisa kalian akan bersujud di kaki Sindi." Ucap Irsyad di dalam hati
" Istri??? Hah apa barusan dia menyebutkan kalau wanita murahan itu istrinya, apa bagusnya wanita itu, apa Irsyad tidak melihat Dita jauh lebih cantik dari pada wanita murahan itu." Ucap mama Ikbal yang terus mengumoat hal buruk untuk Sindi
Setelah keluar dari rumah Imbal, Irsyad membawa mobilnya ke sebuah cafe dengan nuasa clasik
" Bang Irsyad kenapa ke sini?." Sindi terlihat bingung dengan tujuan suaminya membawanya ke sebuah cafe bukannya pulang ke rumah dinasnya.
" Ini cafe faforite abang, di sini juga jual es krim yang sangat enak, apa kamu tidak tertarik mencobanya Sin?." Tanya Irsyad pada Sindi
" Oh ya??? Sindi mau bang, Sindi mau mencobanya, sepertinya enak makan es krim, Sindi juga sudah lama tidak makan es krim." Setelah selama dalam perjalanan Sindi terus saja menitihkan air matanya, sekarang menunjukkan mata yang berbinar membayangkan es krim di dalam cup yang nikmat.
Setelah mendapat meja, Irsyad memesan satu cup ekspreso untuknya dan milkshake vanila untuk Sindi, tidak lupa memesan es krim rasa vanila untuk Sindi juga
Setelah menunggu, pesanan mereka datang juga, Sindi sangat tidak sabar untuk mencicipi es krim yang terlihat sangat menggoda dengan toping lelehan cokelat dan taburan cokelat serut.
" Hemmm ini benar-benar enak banh, lembut danr asa manisnya pas." Komentar Sindi setelah menyuapkan es krim ke dalam mulutnys, Irsyad hanya tersenyum melihat Sindi yang makan es krim dengan lahap, sampai tidak sadar membuat belepotan di bibirnya, reflek Irsayd membersihkan dengan tisu bibir Sindi
__ADS_1
" Pelan-pelan saja, jangan terburu-buru makan es krimya, tidak ada yang akan meminta es krim kamu, nanti kalau kurang kan bisa oesan lagi." Ucap Irsyad dengan tutur kata yang lembut seperti mommy Tika
Hehehehe Sindi yang malu karena terlihat rakus memakan es krim miliknya, hanya tertawa kecil, untuk meredam ke canggungam karena baru pertama kali setelah menikah Irsyad memberikan perhatian yang membuat jantung Sindi berdebar begitu hebat
" Bang."
" Iya Sin, ada apa?."
" Maaf bukannya ini cafe milik bang Juna ya, apa benar."
" Kamu kok tahu."
" Sindi menebak saja, karena interiornya seperti idenya kak Ais."
" Kamu benar Sin, ini milik bang Juna, hebat ya dia, punya hotel, resot bahkan cafe." Ucao Irsyad dengan memuji abang sulungnya itu
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, untuk Giveaway akan saya umumkan akhir bulan ya kak, Semangat...
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
...To be continued...