CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 6


__ADS_3

" Kalau yang Mas tangkap, Abang ingin berdiri di kakinya sendiri sayang, biarkan Abang melakukannya, Kita sebagai orang tua harus mendukung semua apa yang dilakukan anak-anak kita selagi itu hal positif dan Kita hanya akan memantu saja kalau mereka membutuhkan kita, baru kita akan membantu yang terpenting kita selalu harus ada buat anak-anak sayang." Jelas Bagas


Tika menghembuskan nafas beratnya, perasaan yang sejak di meja makan tadi benar adanya, kalau putra sulungnya akan berbuat di luar dugaan, " Baiklah mas, yang terpenting Abang selalu bahagia." Ucap Tika


Setelah percakapan beberapa hari yang lalu, Abang sudah menyampaikan letak Lokasi pembangunan Hotel dan Restoran kepada keluarganya dan mendapatkan persetujuan yang luar biasa oleh keluargnya, disaat pembangunan Hotel yang meletakan batu pertama adalah Omma dan Oppanya, sedangkan untuk Restoran Mommy dan Daddy. Omma, Oppa, Daddy dan Mommy merasa terharu apa yang dilakukan Juna pada mereka.


Selama pembangunan Juna selalu memantau sendiri dan dia juga tidak mengabaikan tugasnya dalam menjalankan perusahaan yang masih dia pegang.


🌹🌹🌹


6 bulan berikutnya Hotel dan Restorannya sudah siap untuk beroperasi dan Juna juga sudah meresmikannya


Semua keluarga sedang berkumpul

__ADS_1


" Dek." Panggil Juna pada Lian yang duduk disebalahnya


Semua orang menatap Juna, sedangkan para orang tua sudah paham apa yang mau di ucapkan oleh Juna


" Abang Lian, mulai bulan depan Abang yang pegang Perusahan." Ucap Daddy


" Loh, kenapa harus Abang Dad?, Abang Juna kenapa?." Tanya Lian


" Dek, sudah waktunya kamu yang pegang ya, kan Abang ada Hotel dan Restoran, kalau abang juga pegang perusahan, bagaimana abang melakukannya dek!." Jelas Juna


" Kamu tenang aja, disana ada kak Beni, dia akan selalu dampingi kamu, terus abang juga akan selalu ada buat kamu dek."


" Tap..." belum melanjutkan ucapnya Juna memotongnya

__ADS_1


" Abang yakin kamu bisa dek, bisa memajukan perusahaan ini lebih maju lagi, Abang yakin kamu pasti bisa." Juna memberi semangat pada Lian


" Ya bang, adik siap, rencana kapan akan dilakukan pergantian." ucap Lian dengan suara pasrah, sebenarnya Lian belum cukup yakin untuk menggantikan posisi abangnya mengambil alih perusahaan, yang ditakutkan adalah perusahan yang sudah berkembang pesat di bawah kendali abangnya akan merosot disaat dipegang olehnya, tapi dengan abangnya yang memberi semangat dan akan selalu ada buat dia, dia yakin kalau dia mampu untuk mengemban tugas dari sang kakak.


" 2 minggu lagi, Abang Lian harus siap ya, dan untuk yang lainnya harus tetao bersemangat ya di profesinya masing-masing, Daddy Mommy Omma dan Oppa sayang kalian semua nak." Ucap Daddy


Mereka semua berpelukan disertai dengan uraian air mata yang membuat suasaan di ruang keluarga menjadi haru biru.


🌹🌹🌹


Didalam kamar Bagas dan Tika, mereka sudah berada di atas tempat tidur, Tika meletakan kepalanya di dada bidang Bagas, mencari tempat ternyamannya, sedangkan Bagas membelai rambut sang istri yang sudah tidak memakai Hijab kalau ada didalam kamarnya.


" Mas, Anak-anak sudah besar ya, padahal baru kemarin kita menganjak Juna pulang kerumah dan adik-adiknya juga baru lahir, dan berlari kesana kemari tapi mereka sekarang sudah besar dan bekerja, rumah terasa sepi mas, mas Dinas, mama dan papa juga punya kesibukan sendiri." Ucap keluh kesah Tika pada Bagas

__ADS_1


🌷🌷🌷


To be continued ❤


__ADS_2