
"Percayalah sayang, meski ayah mu sudah tidaj bersama kita, tapi cinta nya untuk kita akan selalu bersama kita, hiks...hiks...hiks... mas Ikbal maafkan aku yang tidak bisa amanah mengikuti keingan mu, tapi sungguh aku tidak bisa mengabaikan cinta mereka, mereka sudah lama menderita karena harus terpisah satu sama laib, aku tidak akan memisahkan mereka lagi, saat ini Mela akan berpisah dengan suami nya lalu mereka bisa hidup bersama setelah nya, dan aku akan hidup dengan anak kuta, bersama cinta mu dan kenangan indah kita,, aku akan menjaga akan kita dengan baik seperti keinginan mu, aku berjanji pada mu meski kita tidak bisa berkumpul bersama tapi kamu selali memiliki ruang di hati ku, untuk kamu akan selalu hidup bersama kenangan yang kita ciptakan."
"Bang Irsyad, maafkan aku karena sudah memiliki perasaan ini untuk mu, meski cinta ku tidak sebanding dengan cinta yang Mela miliki, aku tidak pernah menyesali karena memiliki perasaan ini untuk kamu, suatu hari nanti aku hanya akan mengenang mu seperti malaikat, karena kamu datang seperti malaikat yang menyelamatkam kehidupan ku, saat ubu aku sudah memiliki malaikat kecil ku, dan akhir nta kamu harus bahagia dengan mbaj Mela dan aku akan menyaksikan kebahagian kalian dengan malaikat kecil ku Hiks...hiks...hiks..." Ucap Sindi yang masih terisak dalam kamar nya.
"Mencintai dalam diam, rasa sabar ini mungkin bisa bertahan dan menahan hubungan kita tetap bersama, tapi mengabaikan kenyataan aku tidak bisa, aku tidak bisa berpura pura tidak perduli, aku seorang wanita aku tahu seperti apa rasa nya, mencintai seorang tanpa bisa memiliki nya, aku pernah kehilangan cinta ku saat kehilangan mas Ikbal rasa nya sepertu apa yang mbak Mela katakan, rasa nya seperti bagai hidup di jiwa yang tak bernyawa."
"Lalu aku menemukan kehidupan baru ku, kamu bang kehidupan ku saat ini dan baby ku, tapi aku memisahkan kamu dari cintw mu dan wanita yang mencintai kamu, aku tahu kamu sudah berjanji untuk tidak pernah meninggalkan aku dan anak ku bang, jadi biarkan kita yang akan pergi meninggalkan mu dan kamu tidak akan mengikari janji kamu bang, aku lah yang meninggalkan kamu, Auww." Sindi memekik.
"Kenapa perut ku, sayang apa kamu baik baik saja." Sindi sangat panik ia takut terjafi seseuatu pada bayi nya
__ADS_1
"Ibu memang sedang sedih tapi ibu sama sekali tidak ingin kamu sedih, maafkan ibu nak, hiks...hiks...hiks..kenapa perut ku sangat sakit." Sindi mengigit bibir nya sendiri karena merasakan perut nya terasa amat sakit bagi nya, saat ia mencoba bangkit untuk mencaru pertolongan.
"Darah." Mata nta membulat melihat darah segar mengalir melewati kaki nya hingga berceveran di lantai kamar nya.
"Auww ini sakit sekali, mama tolong Sindi ma." Dengan sekuat tenaga yang ia miliki Sindi mencoba melangkahkan kaki nta tapi terasa seperti ada yang mengganggu langkah nya, ia kembali terduduk
"Mommy."
"Mommy."
__ADS_1
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...
__ADS_1