
Kayla mencium tangan suaminya dan Sandi mencium lembut kening sang istri yang telah memberikan kebahagiaan
" Sayang, mas tidak sabar mau lihat calon anak kita, bagaimana kalau kita periksa kangdungan hari ini."
" Mas tidak ada kegiatan hari ini."
" Ada sayang, penandatanganan perjanjian saja dengan investor, tidak lama kok, nanti mas jemput adik ya?." Sandi mengusap rambut Kayla yang duduk bersandar kepadanya
" Iya mas, Kayla juga tidak sabar mau lihat dedek kita."
" Iya sayang,." Sandi suka sekali mengusap perut Kayla yang rata
Pintu kamar ada yang mengetuk, Sandi pun bergegas ke deoan sedangkan Kayla mencari hijabnya
" Masuk Rik."
" Baik pak."
Riko datang dengan membawa dokumen ciptaannya dan duduk di sofa depan Sandi
" Pagi bu." Riko menyapa Kayla yang keluar dari dalam kamar
" Pagi Riko, mau minum apa?." Tanya Kayla
" Tidak usah bu, saya sudah minum."
" Ya sudah kopi saja ya, seperti bapak." Kayla menuju pantry kecil di dalam kamarnya untuk membuatkan kopi suaminya serta Riko."
__ADS_1
" Terima kasih bu." Riko menganggukkan kepalanya tanda setuju
" Bagaimana Riko sudah kamu siapkan semua dokumennya."
" Sudah pak, silahkan di cek."
Riko menyerahlan dokumen yang dia bawa tadi ke hadapan Sandi untuk di lakukan pengecekkan
Sandi menbaca lembar demi lembar dokumen yang di bawa oleh Riko dan membacanya secara seksama, dia tidak mau ada kesalahan yang bisa membuat kedua belah pihak di rugikan, apalagi pihak dia yang pasti keuntungan yang selalu di cari untuk menambah provit perusahaannya
Kayla pun datang dengan membawa dua gelas kopi panas untuk suaminya dan Riko
" Silahkan mas kopinya."
" Terima kasih ya sayang." Sandi tersenyum kepada Kayla
" Ini buat kamu ya Riko, silahkan di minum."
" Kamu harus bayar itu." Celetuk Sandi
" Mas...." Kayla duduk di samping Sandi
" Bercanda sayang...."
" Sudah di minum aja Rik, tapi jangan jatuh cibta sama kopi buatan istri saya ya, cukup saya saja yang jatuh cinta dengan kopi buatan istri saya." Sandi membelai kepala Kayal dan dia mencium keningnya di depan Riko membuat jiwa jomblo Riko meronta
" Aduh... pak jadi kangen sama pacar saya." Celetuk Riko
__ADS_1
" Mas, tidak malu apa." Kayla menarik dirinya dari Sandi
" Hahahahah....biar Riko cepat nikah sayanh, jangan pacaran mulu." Celetuk Sandi
" Bapak bisa saja, nikah butuh pengalaman yang lama pak, agar mengetahui satu sama lain.:
" Kamu salah Riko, justru pacaran setelah menikah itu lebih nikmat rasanya, contohnya saya dan istri saya, kami tidak pacaran hanya saling berkomitmen saja, saling memahami satu sama lain."
" Hehehehe.. iya pak tetapi tidak semua perempuan seperti bu Kayla pak."
" Ya memang saya sangat beruntung sekali mendapatkan istri saya, ya kan sayang." Sandi lagi-lagi bermesraan dengan Kayla di tempat Riko membuatnya ingin pergi dari hadapan bosnya
" Mas, bikin Riko panas dingin saja.
" Hahahaha...oke kita lanjut kerja."
" Kayla ke dalam aja ya mas..."
" Iya sayang."
Kayla memilih ke dalam kamar dan membuka pintu samping kamar dan menghirup udara segar dan membiarkan Sandi bekerja bersama Riko
" Rik, nanti setelah penandatangannan ini saya langsung pergi ya, saya mau memeriksakan istri saya." Kata Sandi sambil membaca lembaran yang dia pegang
" Bu Kayla sakit pak."
" Bukan, saya mau melihat kondisi calon anak saya."
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
...**To be continued ❤...