
" Apa? Melahirkan? Bukan nya masih 2 Minggu lagi?." Tanya Ovi dan Nova bersamaan.
" Mana tahu aku, baby sudah mau nongol aja, cepat datang, kak Ray tidak bisa di hubungi, kamu coba telp kak Wildan deh Vi, kamu juga Nov, tolong hubungi ibu dan ayah kak Ray ya, aku juga akan menghubungi keluarga Mesya." Ucap Yeni langsung memutuskan sambungan telp nya.
Yeni kembali menghubungi ponsel suami nya, dan kali ini terjawab.
" Sekarang kami sudah dalam perjalanan ke RS sayang." Ucap Adit saat setelah menerima telp dari istri nya.
"Ok." Yeni ingin memutuskan sambungan teleponnya, tapi terdengar suara Ray yang ingin berbicara dengan Yeni.
"Tunggu sayang, Ray mau berbicara." Ucap Adit tiba tiba. Adit menyerahkan telepon nya ke Ray yang duduk di belakang dengan raut wajah yang cemas
" Bagaimana keadaan Syasya sekarang?." Tanya Ray kepada Yeni.
" Mesya tidak apa apa, tadi sudah pembukaan enam." Jawab Yeni.
" Apa pembukaan?." Tanya Ray, karena sewaktu kelahiran si kembar tidak ada Ray mendengar istilah pembukaan yang Ray tahu saat melahirkan si kembar sudah siap dan badan Mesya sebagian di tutupi kain dan memakai masker, Ray sangat takut melihat darah dan bau amis nya darah.
" Pembukaan jalan lahir kak Ray." Jawab Yeni.
" Sudah mau lahir? Bilang kepada Syasya jangan melahirkan dulu." titah Ray.
" Kak Ray, kalau sudah mau lahir tidak mungkin bisa di tunda tunda lagi." jawab Yeni.
Terdengar suara Ray yang memerintahkan sopir kantor nya untuk mempercepat jalan mobil nya sebelum sambungan telepon terputus.
__ADS_1
"Bagaimana bisa tunda, kalau baby nya minta di keluar, aneh aneh kak Ray ini." Ucap Yeni dengan kekehan kecil tapi bisa membuat perut nya sakit.
Yeni berdiri dan sesekali duduk perasaan was was, karena sedari tadi menunggu Mesya.
Perasaan Yeni akhir nya lega, setelah ke datangan Nova dan Ovi, di belakang mereka berdua ada ke dua orang tua Ray.
" Bagaimana, apa sudah lahir?." Tanya ibu Ray kepada Yeni.
Tidak SC saja?." Tanya Ovi.
" Mesya ingin normal." Kata Yeni.
Ray berlari menuju ruang bersalin Mesya .
" Bagaimana Syasya, apa sudah melahirkan?." Tanya Ray dengan nafas tersengal Sengal karena berlari lari saat menuju ruang bersalin
Ray langsung ingin masuk, tetapi di tarik oleh ayah nya.
" Mau kemana?." Tanya ayah.
" Mau lihat Mesya dan anak kami yah." Jawab Ray.
" Kamu berani melihat nya, jangan jangan kamu nanti buat repot suster yang ada di dalam." Kata ayah Rio.
" Apa Ray masih takut melihat darah yah?." Tanya Adit.
__ADS_1
Wildan tidak bisa ikut karena harus menghandle pekerjaan Ray dan Adit.
" Masih." Ibu yang menjawab.
" Ha ha ha, badan saja besar tapi nyali nya tidak ada. Ledek Adit pada Ray, yang sangat tahu apa saja yang membuat Ray takut.
Tangan Ray langsung memukul lengan Adit.
Pintu ruang bersalin terbuka dan muncul suster dengan memanggil nama Ray.
" Suami Bu Mesya?." Panggil suster.
" Saya....saya suster." Jawab Ray.
" Ibu memanggil bapak." Kata suster.
" Oke suster. l" Jawab Ray.
" Yakin ingin masuk?." Tanya ibu Ray.
" Bismillah..!! Yakin 💯% Bu." Jawab Ray mengikuti suster masuk ke dalam ruangan bersalin.
" Ibu khawatir dengan Ray, apa dia kuat." Ucap ibu yang duduk di sebelah nya.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...