CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 104


__ADS_3

Di kamar lain, Citra dan Angga juga sudah membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur, tubuh mereka memang sudah berada di atas temaoat tidur, tapi mata mereka belum terpejamkan, Angga dan Citra larut dalam fikiran mereka masing-masing.


" Sayang kamu belum tidur." Ucap Angga yang tahu istri nya belum tidur setelah memiringkan tubuh nya untuk menghadap ke sang istri


" Belum pa, kenapa? apa papa ada yang di perlukan?." Tanya Citra pada suami nya

__ADS_1


" Tidak ma, papa cuma lagi mengingat kejadian saat acara tadi, meskipun mereka masih bersikap seperti adik dan abang, tapi papa tadi melihat kalau benih-benih cinta sudah ada, tapi mereka masih enggan untuk mengungkap nya." Ucap Angga


" Iya pa, mama juga melihat nya, biarlah waktu yang menjawab nya, mama yakin kalau Irsyad selama ini menjaga Sindi dan cucu kita dengan baik, mama merasa sangat bangga kepada Irsyad meskipun anak yang di dalam kandungan Sindi bukan anak kandung nya, tapi Irsyad mau menganggap nya seperti anak kandung nya sendiri, semoga sampai kapan pun Irsyad menjaga Sindi ya pa, Tika dan kak Bagas selalu ada untuk kita pa selama ini, mama sampai bingung, hati mereka itu terbuat dari apa ya pa, mereka sangat baik, mama yang berteman dengan Tika dari sekolah, tidak pernah sedikit pun sikap dan sifat Tika yang berubah pa, dia selalu baik dengan semua orang, dia tidak pernah dendam sedikit pun, yang bikin mama bingung adalah bagaimana cara ayah mendidik Tika ya pa, padahal papa sendiri kan tahu ibu nya Tika sudah tiada sejak melahirkan Tika, ayah sebagai orang tua tunggal dan hidup dengan serba kecukupan bisa di bilang serba kekurangan lah pa, tapi mereka bisa hidup menjadi manusia yang Masya Allah baik nya, dulu Tika pernah menjadi penyanyi di kafe, dia tidak pernah sedikit pun mengeluh disaat ayah koma di RS, semua alat-alat loundry yang menjadi sumber rejeki ayah dan Tika di jual oleh Tika untuk berobat ayah." Cerita Citra


" Papa juga bingung ma, sejak kecil papa berteman dengan Bagas, Bagas ya bisa di katakan sama lah seperti papa dan Arman, nakal, dll, pasti mama paham maksud papa, tapi sejak Bagas menikah dia sangat berubah, meskipun awal menikah Bagas dan Tika tidak saling mencintai lambat laut cinta bersemi di hati mereka berdua, sejak itu Bagas banyak berubah ma, malah bisa di kata kan 180° sikao dan sifat Bagas berubah, akhir nya papa dan Arman juga ikut berubah, kita bertiga yang hampir jarang untuk sholat sejak mengenal Tika, kami berubah." Cerita Angga

__ADS_1


" Iya ma, papa ingin berterima kasih kepada mereka serta mama dan papa Bagas, mereka sudah merelakan anak laki-laki kebanggana keluarga mereka menikahi putri kita yang sangat jauh dari kriteria menantu mereka dan mau menerima anak yang jelas-jelas bukan cucu mereka." Jawab Angga


" Iya pa, kita harus segera kesana untuk ini semua, keluarga Pamungkas sungguh mempunyai hati yang sangat luar biasa mulia." Jawab Citra


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


__ADS_2